+ All documents
Home > Documents > Agusta Ayudya Aryanti.pdf - Repository Universitas Jember

Agusta Ayudya Aryanti.pdf - Repository Universitas Jember

Date post: 07-Jan-2023
Category:
Upload: khangminh22
View: 0 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
176
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division)DISERTAI MEDIA LKS BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA SKRIPSI Oleh Agusta Ayudya Aryanti NIM 090210102070 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2016 Digital Repository Universitas Jember Digital Repository Universitas Jember
Transcript

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division)DISERTAI MEDIA LKS

BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR

SISWA DI SMA

SKRIPSI

Oleh

Agusta Ayudya Aryanti NIM 090210102070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

2016

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

i

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division)DISERTAI MEDIA LKS

BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR

SISWA DI SMA

SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Pendidikan Fisika (S1)

dan mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

AGUSTA AYUDYA ARYANTI NIM. 090210102070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

2016

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk.

1. Yang tercinta, Bapak B. Joseph Masrianto, S.Pd. dan Ibu Muji Lestari Agnes,

S.Pd.SD yang senantiasa melantunkan doa untukku;

2. Guru-guruku dari sejak taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi

3. Almamater Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iii

MOTO

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai

kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera

dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu

hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29 :11) *)

Orang sukses selalu kelebihan cara, orang gagal selalu kelebihan alasan. **)

*) Anggota IKAPI. 2001. Alkitab Deuteronika. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia

**) Chandra Bong. 2011. Unlimited Wealth. Jakarta: Elex Media Komputindo

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iv

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Agusta Ayudya Aryanti

Nim : 0902010102070

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “PENGARUH

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams

Achievement Division) DISERTAI MEDIA LKS BERBASIS

MULTIREPRESENTASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL

BELAJAR SISWA DI SMA” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan

yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi manapun,

dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran

isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan dan

paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata

dikemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 20 Juni 2016

Yang menyatakan,

Agusta Ayudya Aryanti

NIM 090210102070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

v

SKRIPSI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) DISERTAI MEDIA LKS

BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL

BELAJAR SISWA DI SMA

Oleh

Agusta Ayudya Aryanti NIM 090210102070

Pembimbing

Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. I Ketut Mahardika, M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Dr. Indrawati, M.Pd.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vi

PENGESAHAN

Skripsi berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Student

Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis Multirepresentasi terhadap

Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMA” telah diuji dan disahkan pada:

Hari, tanggal : 20 Juni 2016

Tempat : Program Studi Pendidikan Fisika

Tim Penguji:

Ketua, Sekretaris,

Prof. Dr. I Ketut Mahardika,M.Si. Prof. Dr. Indrawati, M.Pd. NIP. 19650713 199003 1 002 NIP. 19590610 198601 2 001

Anggota I, Anggota II,

Dr. Sudarti, M.Kes Drs. Subiki, M.Kes. NIP. 19620123 198802 2 001 NIP. 19630725 199402 1 001

Mengesahkan

Dekan,

Prof. Dr. Sunardi, M.Pd. NIP 1954050 1198303 1 005

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vii

RINGKASAN

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai Media LKS Berbasis Multirepresentasi terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMA; Agusta Ayudya Aryanti, 090210102070; 2016: 47 halaman; Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha secara sadar dilakukan untuk

mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah.

Pendidikan sains khususnya Fisika berpotensi memainkan peranan strategis dalam

menyiapkan SDM yang berkualitas untuk berkompetisi dalam penguasaan dan

pengembangan IPTEK. Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal

adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini tampak dari rata-rata hasil

belajar peserta didik yang senantiasa masih meprihatinkan. Berdasarkan observasi di

beberapa sekolah khususnya SMA di Kabupaten Jember, ternyata kesulitan siswa

dalam menerima dan menyerap pelajaran yang disampaikan guru. Berdasarkan uraian

tersebut, perlu diadakan suatu penelitian eksperimen dengan judul ”Pengaruh Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

disertai media LKS berbasis Multirepresentasi terhadap Hasil Belajar dan

Aktifitas Belajar Fisika di SMA”. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(1) Untuk mengkaji pengaruh yang signifikan hasil belajar siswa yang menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achivement Division)

disertai media LKS berbasis multirepresentasi pada pembelajarn fisika di SMA (2)

Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai

media LKS berbasis multirepresentasi.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan tempat penelitian

ditentukan menggunakan metode purposive sampling area. Penelitian ini

dilaksanakan di SMAN 4 Jember. Sampel penelitian ditentukan setelah dilakukan uji

homogenitas terhadap populasi. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

viii

cluster random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only

control design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes,

wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan

Independent-Sample T-test dengan bantuan SPSS 16 untuk menjawab rumusan

masalah yang pertama, sedangkan untuk menjawab rumusan masalah yang kedua

adalah analisis deskriptif.

Hasil analisis Independent-Sample T-test untuk menguji pengaruh model

pembelajaran kooperatif tipe STAD disertai media LKS berbasis multirepresentasi

diperoleh hasil analisis Independent-Sample T-test dengan Sig. (2-tailed) sebesar

0,001. Penelitian ini menggunakan uji satu sisi (1-tailed) maka nilai Sig. (p-value)

dibagi 2 sehingga p-value sebesar 0,0005. Karena Sig. (1-tailed) = 0,0005 lebih kecil

dari α = 0,05, maka Ha diterima, sehingga nilai rata-rata hasil belajar fisika kelas

eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan. Dengan demikian terdapat

perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa dengan model Pembelajarn

Kooperatif tipe STAD disertai LKS berbasis Multirepresentasi dengan model

pembelajaran langsung. Rata-rata aktivitas belajar siswa secara klasikal pada kelas

eksperimen adalah 89,53 jika di konsultasikan pada kriteria aktivitas belajar siswa,

aktivitas belajar siswa selama menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe

STAD disertai media LKS berbasis Multirepresentasi tergolong sanggat tinggi.

Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan dari penelitian ini

adalah (1) Ada pengaruh signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan

model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

disertai model LKS Berbasis Multirepresentasi pada pembelajaran fisika di SMA. (2)

Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis

multirepresentasi adalah kategori baik.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ix

PRAKATA

Puji syukur kepada Tuhan atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran

Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai Media LKS

berbasis Multirepresentasi terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa di

SMA”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan

pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Fisika Universitas

Jember.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena

itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Sunardi, M.Pd., selaku Ddekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

yang telah mengeluarkan surat pengantar ijin penelitian;

2. Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA yang telah

memfasilitasi pengajuan skripsi;

3. Dr. Yushardi, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika yang

telah memfasilitasi proses pengajuan skripsi;

4. Dr. Nuriman, P.hD, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberi

nasehat dam bimbingan selama kuliah;

5. Prof.Dr. I Ketut Mahardika,M.Si. dan Prof. Dr. Indrawati, M.Pd., sebagai dosen-

dosen pembimbing yang telah berkenan membimbing skripsi ini;

6. Dr. Sudarti, M.Kes., selaku Dosen Penguji Utama dan Komisi Bimbingan Skripsi

yang telah memberikan nasehat dalam pengerjaan skripsi;

7. Drs. Subiki, M.Kes., selaku Dosen Penguji Anggota dan Validator yang telah

memvalidasi instrumen penelitian dan memberikan nasehat dalam pengerjaan

skripsi ini;

8. Dra. Husnawiyah,M.Si, selaku Kepala SMAN 4 Jember yang telah memberikan

izin penelitian;

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

x

9. Dra. Eny Setyowati, selaku Guru Bidang Studi Fisika SMAN 4 Jember yang

telah memfasilitasi penelitian ini;

10. Brigita, Laila, Rauf, Mukhlis, Aulya, Titan yang bersedia menjadi observer

dalam penelitian;

11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-satu yang membantu dalam

pengerjaan skripsi ini;

Saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi

kesempurnan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat.

Jember, Juni 2016 Penulis

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

HALAMAN PERSEMBAHAN.... .................................................................. ii

HALAMAN MOTO ......................................................................................... iii

HALAMAN PERNYATAAN .......................................................................... iv

HALAMAN BIMBINGAN .............................................................................. v

HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... vi

RINGKASAN ................................................................................................... vii

PRAKATA ........................................................................................................ ix

DAFTAR ISI.... ............................................................................................... xi

DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv

BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 6

1.3 Tujuan ......................................................................................... 6

1.4 Manfaat ....................................................................................... 7

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .................................................................... 8

2.1 Pembelajaran -Fisika ................................................................. 8

2.2 Model Pembelajaran Kooperatif .............................................. 10

2.3 Model Kooperatif tipe STAD ................................................... 11

2.4 Media Pembelajaran .................................................................. 13

2.5 Media LKS .................................................................................. 15

2.6 Multirepresentasi ...................................................................... 16

2.6.1 Pengertian ......................................................................... 16

2.6.2 Media LKS berbasis Multirepresentasi ............................ 17

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xii

Halaman

2.7 Model Pembelajaran STAD disertai media LKS Berbasis

Multirepresentasi ..................................................................... 18

2.8 Hasil Belajar Siswa .................................................................. 19

2.9 Aktivitas Belajar Siswa ........................................................... 21

2.10 Model Konvensional ............................................................... 22

2.11 Hipotesis Penelitian ................................................................. 24

BAB 3. METODE PENELITIAN ................................................................ 25

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................. 25

3.2 Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian .......................... 25

3.2.1 Populasi Penelitian ........................................................... 25

3.2.2 Sampel Penelitian ............................................................. 26

3.3 Definisi Operasional Variabel .................................................. 26

3.4 Jenis dan Desain Penelitian ...................................................... 28

3.5 Prosedur Penelitian ................................................................... 28

3.6 Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 30

3.6.1 Hasil Belajar Siswa .......................................................... 31

3.6.2 Aktivitas Belajar Siswa .................................................... 31

3.6.3 Metode Pengumpulan Data Pendukung ........................... 32

3.7 Teknik Analisa Data ................................................................ 33

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 34

4.1 Pelaksanaan Penelitian ............................................................. 34

4.2 Penentuan Responden Penelitian ............................................ 35

4.3 Hasil Penelitian .......................................................................... 35

4.3.1 Data Hasil Belajar ............................................................. 36

4.3.2 Data Aktivitas Siswa ......................................................... 37

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiii

Halaman

4.4 Analisis Hasil Penelitian ........................................................... 39

4.4.1 Analisis Hasil Belajar ....................................................... 39

4.4.2 Analisis Aktivitas Siswa ................................................... 41

4.5 Pembahasan ................................................................................ 42

BAB 5. PENUTUP .......................................................................................... 47

5.1 Kesimpulan ................................................................................. 47

5.2 Saran ........................................................................................... 47

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 48

LAMPIRAN .................................................................................................... 50

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Fase-fase Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ....................................... 12

2.2 Kekurangan dan Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif

tipe STAD ................................................................................................ 13

2.3 Langkah-LangkahPenerapan Model Kooperartif Tipe STAD

(Student Teams Achievement Division) Disertai LKS Berbasis

Multirepresentasi ...................................................................................... 18

2.4 Sintaks Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) .................. 23

3.1 Kriteria Aktivitas Siswa ........................................................................... 34

4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian pada Kelas Eksperimen .......................... 35

4.2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian pada Kelas Kontrol ................................. 35

4.3 Nilai Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ....................... 37

4.4 Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa ............................................................ 39

4.5 Rata-rata nilai Sikap Siswa ....................................................................... 40

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

3.1 Desain Penelitian Post Test Only Contol Design ..................................... 28

3.2 Diagram Alur Penelitian .......................................................................... 30

4.1 Diagram Perbandingan Rata-rata Hasil Belajar Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol ................................................................ 38

4.2 Nilai Aktivitas Belajar Siswa Kelas Eksperimen ..................................... 39

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

1

BAB 1. PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dipaparkan tentang: 1) latar belakang diadakannya

penelitian; 2) rumusan masalah; 3) tujuan penelitian; dan 4) manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang

Pendidikan dapat diartikan sebagai bantuan kepada anak didik terutama

pada aspek moral atau budi pekerti. Menurut Undang-undang Sisdiknas no 20

tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Pendidikan pada hakekatnya

adalah usaha secara sadar dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan

kemampuan di dalam dan di luar sekolah. Pendidikan sangat berperan penting

dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang mampu

berpikir kritis, kreatif, mampu dalam mengambil keputusan, dan mampu

memecahkan masalah serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan untuk

kesejahteraan umat manusia. Pendidikan sains khususnya Fisika berpotensi

memainkan peranan strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas untuk

berkompetisi dalam penguasaan dan pengembangan IPTEK.

Belajar merupakan upaya memperoleh pengetahuan dan pemahaman

melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur yang ada. Siswa

yang belajar sebenarnya di dalam otak terdapat banyak konsep, terutama konsep

awal tentang alam yang ada di sekitarnya. Salah satu pertanda bahwa seseorang

telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Proses belajar

mengajar pada hakikatnya adalah suatu pola interaksi antara guru dengan siswa

dan antar siswa dalam situasi pendidikan. Melalui proses pembelajaran yang

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

2

sistematis, maka konsep awal tersebut akan menghasilkan konsep yang benar dan

tepat serta terarah.

Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan

teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Perkembangan pesat di

bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dipicu oleh temuan di

bidang fisika material melalui penemuan piranti mikroelektronika yang mampu

memuat banyak informasi dengan ukuran sangat kecil. Sebagai ilmu yang

mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada

manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Pengelolaan sumber daya

alam dan lingkungan serta pengurangan dampak bencana alam tidak akan berjalan

secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika. Salah satu tujuan

pembelajaran Fisika di SMA adalah agar siswa menguasai konsep dan prinsip

Fisika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap percaya

diri sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal

untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Jadi dapat

disimpulkan pengajaran SMA dimaksudkan untuk membentukan sikap positif

terhadap fisika, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari fisika lebih lanjut karena

merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan fisika

dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya.

Dalam belajar fisika, yang pertama dituntut adalah kemampuan untuk

memahami konsep, prinsip maupun hukum-hukum, kemudian diharapkan siswa

mampu menyusun kembali dalam bahasanya sendiri sesuai dengan tingkat

kematangan dan perkembangan intelektualnya. Belajar fisika yang dikembangkan

adalah kemampuan berpikir analitis, induktif dan deduktif dalam menyelesaikan

masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar, baik secara kualitatif

maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika, serta dapat

mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri (Depdiknas,

2003:1).

Pernyataan di atas mengandung makna bahwa selain untuk kepentingan

penerapan dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi, penguasaan konsep-konsep

dan prinsip-prinsip fisika pada kelas-kelas awal di SMA merupakan persyaratan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

3

keberhasilan belajar fisika dan meningkatnya minat peserta didik terhadap fisika

di kelas-kelas selanjutnya. Dengan kata lain jika penguasaan konsep-konsep dan

prinsip-prinsip fisika di kelas-kelas awal sangat rendah disertai dengan sikap

negatif terhadap pelajaran fisika, sulit diharapkan peserta didik akan berhasil

dengan baik dalam pembelajaran fisika di kelas-kelas selanjutnya.

Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal adalah

masihh rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini tampa dari rata-rata hasil

belajar peserta didik yang senantiasa masih meprihatinkan. Prestasi ini tentunya

merupakan hasil kondisi pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan tidak

menyentuh ranah dimensi peserta didik itu sendiri, yaitu bagaimana sebenarnya

belajar itu (Trianto, 2009:5).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dalam Jurnal

Teknodik, 2004) permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah

ditemukan indikasi bahwa komunikasi pembelajaran yang dilakukan pada

lembaga-lembaga pendidikan sekolah masih dirasakan kurang kondusif, kurang

merangsang peserta didik untuk belajar, sehingga interaksi guru dan peserta didik

terjadi dalam suasana monoton. Pada gilirannya kondisi tersebut akan membawa

pengaruh pada suasana kegiatan pembelajaran dan mengurangi produktifitas dan

efektifitas pembelajaran itu sendiri.

Berdasarkan observasi di beberapa sekolah khususnya SMA di Kabupaten

Jember, ternyata kesulitan siswa dalam menerima dan menyerap pelajaran yang

disampaikan guru. Siswa masih kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang

disajikan dalam bentuk gambar, menyajikan hasil pekerjaan mereka dalam bentuk

grafik, soal essay berbentuk uraian dan siswa hanya menghafalkan rumus

matematisnya tanpa mengetahu konsep fisisnya sehingga aktivitas dan hasil

belajar fisika siswa masih cenderung rendah. Banyak faktor yang menyebabkan

hal tersebut terjadi yakni model pembelajaran yang digunakan adalah

pembelajaran langsung (ceramah dan penugasan) dan bahan ajar yang digunakan

misalnya LKS yang kurang menarik.

Agar siswa dapat berpartisipasi aktif, lebih bertanggung jawab secara

individu, dan dapat bekerja sama dengan teman sebayanya dengan baik diperlukan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

4

model pembelajaran yang diharapkan dapat menanamkan sikap aktif dalam

pembelajaran yaitu sebuah model yang mampu memunculkan keterlibatan siswa

secara aktif dalam pembelajaran meliputi kemampuan bertanya, menjawab,

mengungkapkan gagasan serta mampu memunculkan rasa ingin tahu dalam

menyelesaikan suatu permasalahan fisika yang relevan dengan kehidupan sehari-

hari tanpa mengesampingkan hakikat belajar fisika. Salah satu model yang dapat

diterapkan dalam kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang

merujuk pada berbagai macam metode pengajaran yang menghendaki siswa

bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama

lainnya dalam mempelajari materi pelajaran (Slavin, 2008:4). Johnson & Johnson

(1994) menyatakan bahwa tujuan utama dari pembelajaran kooperatif adalah

memaksimalkan belajar peserta didik untuk peningkatan akademik dan

pemahaman naik secara individu maupun kelompok. Hal ini dikarenakan peserta

didik bekerja dalam suatu team, maka dengan sendirinya dapat memperbaiki

hubungan diantara para peserta dari berbagai latar belakang etnis dan kemampuan,

mengembangkan keterampilan-keterampilan proses kelompok dan pemecahan

masalah.

Salah satu tipe yang terdapat dalam model pembelajaran kooperatif adalah

Student Teams Achievement Division (STAD). Slavin (2008:12) menjelaskan

bahwa STAD merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan untuk memotivasi

siswa supaya saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai

kemampuan yang diajarkan oleh guru. Meski para siswa belajar bersama, namun

mereka tidak diperkenankan saling membantu dalam mengerjakan kuis. Hal ini

untuk meningkatkan tangggung jawab individual pada siswa.

Penelitian yang terkait dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif

tipe STAD adalah penelitian yang dilakukan oleh Nugroho. Berdasarkan hasil

penelitian diketahui bahwa pemahaman siswa terhadap pokok bahasan elastisitas

di kelas eksperimen diperoleh persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar

84,20% sedangkan kelas kontrol diperoleh presentase ketuntasan hasil belajar

siswa sebesar 66,67%. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

5

daripada kelas kontrol yaitu pada kelas eksperimen diperoleh persentase aktivitas

sebesar 85,32% sedangkan kelas kontrol diperoleh persentase ativitas sebesar

69,80% (Nugroho, 107-111). Penelitian lain yang membuktikan keefektifan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD masih banyak. Menurut Harjono

(2010), pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran

teacher centered menjadi student centered. Kesulitan belajar seorang siswa dalam

sebuah tim dapat diatasi dengan bantuan anggota timnya dengan cara berdiskusi.

Salah satu penunjang kegiatan pembelajaran yang dapat divariasikan

dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah dengan menggunakan

suatu media pembelajaran. Gagne dan Briggs (1975) mengatakan bahwa media

pembelajaran meliputi alat yang digunakan secara fisik untuk menyampaikan isi

materi pembelajaran, antara lain berupa: buku, tape recorder, kaset, video, film,

slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.

Multirepresentasi adalah suatu cara menyatakan suatu konsep melalui

berbagai cara dan bentuk (Ulfarina, 2010). Menurut Dahar (dalam Mahardika et

al., 2010:183) representasi merupakan salah satu metode yang baik dan sedang

berkembang untuk menanamkan konsep fisika pada siswa. Sebab representasi

dapat juga menunjukkan benda-benda dan kelakuannya secara alam sehingga

kesulitan yang disebabkan karena banyaknya keterlibatan gambaran mental dapat

teratasi. Hal ini dikarenakan proses kejadian fisika dapat diperagakan, maka

representasi seperti halnya metode demonstrasi dapat membantu mengatasi

kesulitan dalam belajar fisika yang benyak menuntut keterlibatan bentuk

pengetahuan fisik dan logika matematik.

Penggunaan media berupa LKS biasanya hanya berisi latihan soal syang

terkadang dapat menyulitkan siswa untuk memahami konsep yang akan dipelajari.

Untuk itulah diperlukan sebuah LKS yang berisi tidak hanya materi tetapi juga

terdapat gambar dan grafik. Media berupa LKS berbasis multirepresentasi ini

diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada

pembelajaran fisika. Pada penelitian ini, LKS berbasis multirepresentasi

digunakan di seluruh pembelajaran dengan multirepresentasi yang terdiri dari

representasi verbal, gambar, grafik, dan matematis. Media berupa LKS berbasis

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

6

multirepresentasi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas

belajar siswa pada pembelajaran fisika.

Penelitian tentang multirepresentasi pernah dilakukan M. Yusup (2009)

tentang “Multirepresentasi dalam Pembelajaran Fisika”. Dari penelitian tersebut

didapat bahwa multirepresentasi merupakan strategi pembelajaran yang dapat

memberikan kesempatan baik kepada guru dan siswa dalam merepresentasikan

konsep dengan berbagai cara dan bentuk. Penelitian tentang penggunaan bahan

ajar berbasis multirepresentasi pernah dilakukan oleh Eni (2012) dengan judul

“Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Ikatan Ionik dengan Pendekatan

Multrirepresentasi Terhadap Prestasi Belajar Fisika”. Dari penelitian itu, peneliti

menemukan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan sebelum

dan sesudah menggunakan bahan ajar dengan pendekatan multirepresentasi.

Berdasarkan uraian di atas, perlu diadakan suatu penelitian eksperimen dengan

judul ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai media LKS berbasis Multirepresentasi

terhadap Hasil Belajar dan Aktifitas Belajar Fisika di SMA”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat diambil

untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Adakah pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa yang

menggunakan model Pembelajaran Kooperatis tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai media LKS berbasis Multirepresentasi pada

pembelajaran fisika di SMA?

2. Bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media

LKS berbasis multirepresentasi?

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

7

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengkaji pengaruh yang signifikan hasil belajar siswa yang

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achivement Division) disertai media LKS berbasis multirepresentasi pada

pembelajarn fisika di SMA

2. Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

disertai media LKS berbasis multirepresentasi.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:

1. Bagi guru fisika, sebagai informasi yang dapat digunakan sebagai alternatif

dalam pembelajaran fisika di SMA.

2. Bagi program fisika, dapat dijadiakan sebagai tambahan referensi.

3. Bagi lembaga pendidikan dan sekolah, diharapkan dapat memberikan

sumbangan pemikiran bagi peningkatan mutu pendidikan.

4. Bagi peneliti lain, sebagai referensi penelitian sejenis sekaligus

pengembangannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

8

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan dipaparkan tentang ruang lingkup atau objek yang akan

dijadikan dasar penelitian, yaitu Pembelajaran Fisika, Model Pembelajaran

Kooperatif, Model STAD, Media LKS, Multirepresentasi, Model Pembelajaran

STAD disertai LKS berbasis Multirepresentasi, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar,

Model Pembelajaran Konvensional, dan Hipotesis Penelitian.

2.1 Pembelajaran Fisika

Belajar merupakan interaksi antara keadaan “internal dan proses kognitif

siswa” dengan “stimulus dan lingkungan” (Dimyati dan Moejiono, 2002:11). Jadi

belajar merupakan suatu tahapan perubahan seluruh tingkah laku indibidu yang

relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang

melibatkan proses kognitif.

Pembelajaran adalah suatu kombinasi unsur manusiawi, material, fasilitas,

perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan

pembelajaran (Hamalik, 2003:57). Menurut Dimyati dan Moejiono (2002:297)

pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desai instruksional

untuk membuat siswa aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Fisika merupakan salah satu cabang ilmu sains yang mendasari

perkembangan teknologi dan konsep hidup harmonis dengan alam. Pengelolaan

sumber daya alam dan lingkungan serta pengurangan dampak bencana alam tidak

akan berjalan secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika. Menurut

Bektiarso (2000:12), fisika merupakan disiplim ilmu yang mempelajari tentang

gejala alam dan menerangkan bagaimana gejala tersebut terjadi. Fisika merupakan

mata pelajaran yang tidak hanya sekedar hafalan, tetapi memerlukan pengertian

dan pemahaman konsep yang dititik beratkan pada proses terbentuknya

pengetahuan melalui suatu penemuan, penyajian data secara sistematis, dan

berdasarkan aturan-aturan tertentu. Jadi mata pelajaran fisika membutuhkan suatu

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

9

pemahaman dan analisis sehingga dalam mempelajarinya diperlukan suatu metode

tertentu.

Fisika berkaitan dengan cara mencari tahu tentang fenomena alam secara

sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa

fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu

proses penemuan Fisika menguraikan dan menganalisis struktur dan peristiwa-

peristiwa di alam, teknik, dan di sekeliling kita. Dalam fisika ditemukan aturan-

aturan atau hukum-hukum di alam yang memungkinkan untuk dapat menerangkan

gejala-gejalanya berdasarkan struktur logika antara sebab dan akibat.

Pembelajaran merupakan upaya guru yang secara sistematis dan

terprogram untuk membuat peserta didik melakukan kegiatan belajar secara aktif

agar mereka mengubah, mengembangkan, atau mengendalikan sikap dan

perilakunya sampai batas kemampuan yang maksimal (Dimyati dan Moedjiono,

2002:157). Menurut Usman (2005:4), pembelajaran merupakan suatu proses yang

mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal

balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Proses pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk

mengembangkan kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami alam

sekitar secara ilmiah. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pembelajaran

adalah adanya suatu hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang bernilai

pendidikan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk mencapai tujuan

pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika

adalah suatu proses belajar mengajar atau interaksi yang dilakukan oleh guru dan

siswa dalam mempelajari tentang berbagai gejala dan kejadian alam mencangkup

materi dan interaksi antar materi dengan ditunjang oleh sumber belajar untuk

mencapai tujuan pengajaran, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan

kognitif, afektif, psikomotor yang dikembangkan melalui pengalaman belajar.

Pembelajaran fisika tidak hanya menuntut siswa untuk menghafal dan memahami

konsep saja tetapi siswa juga harus mampu menterjemahkan suatu materi fisika

serta persoalan yang dihadapi. Guru harus benar-benar tepat dalam memilih

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

10

model pembelajaran yang sesuai dengan materi, sehingga diharapkan dapat

menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri-sendiri dan alam sekitar, serta

pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2.2 Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu aktivitas pembelajaran yang

menggunakan pola belajar siswa berkelompok untuk menjalin kerja sama dan

saling ketergantungan dalam struktur tugas, tujuan, dan hadiah (Ibrahim, dalam

Rusman, 2012:208). Pembelajaran kooperatif dicirikan tugas, tujuan dan

penghargaan kooperatif. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran

kooperatif didorong dan atau dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas

bersama dan mereka harus mengoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan

tugasnya. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu

saling tergantung satu sama lain utnuk mencapai satu penghargaan bersama.

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran di

mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat

kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota

saling kerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model

pembelajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif

dikembangkan untuk mencapai hasil belajar kompetensi akademik, model

pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan komptensi sosial

siswa.

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk

mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Dalam

pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari keterampilan-keterampilan

khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif berfungsi

untuk melancarkan hubungan, kerja, dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat

dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok,

sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antaranggota

kelompok.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

11

Pembelajaran kooperatif mempuntai ciri-ciri tersendiri bila dibandingkan

dengan model pembelajaran lainnya. Arends (dalam Trianto, 2009: 65)

menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif

memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan

materi pelajaran;

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi,

sedang dan rendah;

3. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku,

dan jenis kelamin yang berbeda-beda;

4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahawa pembelajaran kooperatif

merupakan pembelajaran yang memerlukan kerjasama antar siswa dan saling

ketergantungan dalam pencapaianya di mana pembelajaran ini menghasilkan

aktifitas kognitif dan sosial serta aktivitas intelektual. Keberhasilan pembelajaran

ini tergantung dari keberhasilan masing-masing individu dalam kelompok, di

mana keberhasilan tersebut sangat berarti untuk mencapai tujuan positif dalam

belajar kelompok.

2.3 Model Kooperatif tipe STAD

Menurut Jauhar (2011: 58), STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan

teman-temannya di Universitas John Jopkin dan merupakan pendekatan

pembelajaran kooperati yang paling sederhana. Guru yang menggunakan STAD

juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik

baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.

Slavin (dalam Nur, 2000: 26) menyatakan bahwa pada STAD siswa

ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan

campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan

pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa

seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kemudian, seluruh siswa

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

12

diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan

saling membantu.

Tes atau kuis tersebut nantinya akan diskor dan tiap individu diberi skor

perkembangan. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa,

tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor yang lalu.

Setiap minggu pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain,

diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi, siswa yang mencapai skor

perkembangan tinggi, atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis

itu. Kadang- kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan

dalam lembar itu.

Menurut Ibrahim (dalam Trianto, 2010: 71), terdapat enam langkah utama

atau tahapan dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu:

Tabel 2.1 Fase-fase Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Fase Kegiatan Guru Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.

Fase 2 Belajar tim/ Kelompok

Menyajikan informasi kepada siswa dengan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan

Fase 3 Mengkoordinasi siswa dalam kelompok-kelompok belajar

Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan perpindahan secara efisien.

Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka

Fase 5 Evaluasi

Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 6 Memberikan penghargaan

Mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Suatu model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan

masing-masing. Berikut ini akan dijabarkan kelebihan dan kekurangan pada

pembelajaran kooperatif tipe STAD:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

13

Tabel 2.2 Kekurangan dan Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Kelebihan STAD Kekurangan STAD 1. Melatih siswa untuk dapat bekerja

sama 2. Saling menghargai antar siswa 3. Saling ketergantungan untuk

mencapai tujuan kelompok 4. Meningkatkan motivasi belajar

siswa 5. Membantu mengumpulkan

keterangan dari berbagai sumber informasi

1. Adanya ketergantungan siswa yang lambat berpikir, sehingga tidak dapat berlatih sendiri

2. Memerlukan waktu yang lama 3. Pemberian penghargaan kadang

menyulitkan guru 4. Ramai saat diskusi

(Hamdani, 2010:93)

2.4 Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari

kata medium yang secara harfiyah berarti perantara atau pengantar. Dalam bahasa

Arab, media adalah perantara (wasaail) atau pengantar pesan dari pengirim

kepada penerima pesan.

Menurut Gerlach(1997), media apabila dipahami secara garis besaradalah

manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuatsiswa

mampu memperoleh pengetahuan. Dalam pengertian ini, guru, bukuteks, dan

lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus,pengertian media

dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagaialat grafis, photografis,

atau elektronis untuk menangkap, memproses danmenyusun kembali informasi

visusal atau verbal.

Banyak batasan yang diberikan para ahli tentang media. Asosiasi teknologi

dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication

technology / AECT ) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan

saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Dalam hal ini,

Gegne (1970) menyatakan bahwa media adalahberbagai komponen dalam

lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untukbelajar.

Sementara itu, Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat

fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku,

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

14

film, kaset, dan film bingkai adalah contoh-contohnya. Asosiasi Pendidikan

Nasional (National Education Association) memiliki pengertianyang berbeda.

Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta

peralatanya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan

dibaca. Sedangkan menurut M. Basyiruddin Usman, media merupakan sesuatu

yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan

kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada

dirinya.

Sejalan dengan pengertian di atas, media merupakan wahana penyalur

pesan atau informasi belajar, yakni segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehinggadapat

mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.Dari beberapa

pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalahsegala sesuatu yang dapat

digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian dan minat serta

perhatian siswa sedemikian rupasehingga proses belajar dapat terjadi. Jadi, media

pembelajaran merupakan komponen sumber belajar atau wahana fisik yang

mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang

siswa untuk belajar.

Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, ada beberapa manfaat

mediapengajaran dalam proses belajar siswa antara lain: pengajaran akan lebih

menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan

pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para

siswa, memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik, metode

mengajar akan lebih bervariasi, dan siswa lebih banyakmelakukan kegiatan

belajar.

2.5 Media LKS

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, LKS merupakan kepedekan dari

Lembar Kegiatan Siswa, yang mempunyai arti bagian pokok dari modulyang

berisi tujuan umum dari topik-topik yang dibahas. Menurut Mahardika (2012: 26)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

15

lembar kegiatan siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas

yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Dalam lembar kegiatan ini memuat

materi yang harus dikuasai olehsiswa. Materi dalam lembar kegiatan siswa itu

disusun secara khusus sedemikian rupa sehingga dengan mempelajari materi

tersebut tujuan-tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai. Materi pelajaran

disusun langkah demi langkah secara teratur dan sistematik sehingga siswa dapat

mengikutinyadengan mudah dan tepat. Dalam lembar kegiatan juga dicantumkan

kegiatan-kegiatan (observasi, percobaan dan lain-lain) yang harus dilakukan oleh

siswa.

Materi dalam lembar kegaitan disusun sedemikian rupa sehingga

siswaterlibat secara aktif dalam proses belajar. Selain dicantumkan kegiatan-

kegiatan, dalam lembar kegiatan siswa tersebut juga dicantumkan pertanyaan-

pertanyaandan masalah-masalah yang harus dijawab oleh siswa. Lembar kerja

yang menyertai lembar kegiatan siswa dipergunakan untuk menjawab pertanyaan

dan memecahkan masalah. Setelah siswa mengerjakan atau menjawab pertanyaan

yang ada pada LKS, kemudian jawabanya akan dibahas (dievaluasi) oleh guru dan

siswa atau biasanya setelah siswa selesai mengerjakan LKS dikumpulkan untuk

dikoreksi dan dinilai oleh guru. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah

jawaban tersebut benar atau salah ataupun kurang sempurna dan apabila ada

kesalahan dalam menjawab pertanyaan, siswa bisa langsung membetulkannya.

Untuk itulah dalam setiap LKS biasanya disertakan dengan kunci jawaban, yang

mana kunci jawaban tersebut hanya dipegang oleh guru.

Dalam menyiapkan lembar kegiatan siswa, guru harus cermat dan

memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena sebuah lembar

kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai atau

tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik (Mahardika, 2012:27).

Sebagai salah satu jenis bahan ajar, maka LKS memiliki ciri-ciri yang

membedakannya dengan bahan ajar lain. Andi (2013:205) menjelaskan fungsi

LKS yaitu: (1) sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik namun

lebih mengaktifkan peserta didik; (2) sebagai bahan ajar yang mempermudah

peserta didik untuk memahami materi yang diberikan; (3) sebagai bahan ajar yang

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

16

ringkas dan kaya tugas untuk berlatih; (4) memudahkan pelaksanaan pengajaran

kepada peserta didik.

Jadi, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa LKS (Lembar Kegiatan

Siswa) adalah bagian pokok dari modul yang berisi tujuan-tujuanumum dari

materi-materi pelajaran yang akan dibahas, dimana dalam setiap LKS terdiri dari

ringkasan materi-materi pelajaran tiap bab dalam satu semester, pertanyaan-

pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, kunci jawaban yang hanya disimpan

oleh guru serta dalam lembar belakang juga disertai soal-soal dari bab-bab

sebelumnya yang bisa dipelajari oleh siswa untuk persiapan menghadapi ujian

semester.

2.6 Multirepresentasi

2.6.1 Pengertian

Representasi adalah suatu konfigurasi (bentuk suatu susunan) yang dapat

menggambarkan, mewakili atau melambangkan sesuatu dalam suatu cara (Goldin

dalam Mahardika, 2012:38). Representasi merupakan sesuatu yang mewakili,

menggambarkan atau menyimbulkan obyek dan/ atau proses. Multirepresentasi

juga berarti merepresentasikan ulang konsep yang sama dengan format yang

berbeda, termasuk verbal, matematik, gambar, dan grafik (Prain & Waldrip dalam

Mahardika, 2012 : 38).

Multirepresentasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pelengkap,

pembatas interpretasi, dan pembangun pemahaman (Ainsworth dalam Mahardika,

2012 : 39). Sebagai pelengkap, multirepresentasi digunakan untuk memberikan

representasi yang berisi informan pelengkap atau membantu melengkapi proses

kognitif. Sebagai pembatas interpretasi, multirepresentasi digunakan untuk

membatasi kemungkinan kesalahan menginterpretasi dalam menggunakan

representasi yang lain. Sebagai pembangun pemahaman, multirepresentasi

digunakan untuk mendorong siswa membangun pemahaman terhadap situasi

secara mendalam.

Dalam fisika terdapat banyak tipe representasi yang dapat dimunculkan.

Tipe-tipe representasi tersebut antara lain:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

17

a. Deskripsi verbal

Untuk memberikan definisi dari suatu konsep , verbal adalah salah satu cara

tepat untuk digunakan.

b. Gambar/ diagram

Suatu konsep akan lebih jelas ketika dapat kita representasikan ke dalam

bentuk gambar. Gambar dapat membantu memvisualisasikan sesuatu yang

masih bersifat abstrak.

c. Grafik

Penjelasan yang panjang terhadap suatu konsep dapat kita representasikan

dalam suatu bentuk grafik. Oleh karena itu kemampuan dan mebaca grafik

adalah keterampilanyang diperlukan.

d. Matematik

Untuk menyelesaikan persoalan kuantitatif, representasi matematik sangat

diperlukan, namun penggunaan representasi kuantititatif iniakan banyak

ditentukan keberhasilannya oleh penggunaan kuantitatif secara acak.

2.6.2 Media LKS berbasis Multirepresentasi

Media LKS berbasis multirepresentasi adalah lembar kegiatan siswa yang

memuat kemampuan untuk memadukan verbal, matematis, gambar, dan grafik.

LKS berbasis multirepresentasi tersebut berupa LKS yang berisi tentang materi,

contoh soal, serta latihan-latihan soal yang berbasiskan multirepresentasi. Media

LKS berbasis multirepresentasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

konsep fisika, sesuai bahan ajar yang dipelajarinya.

2.7 Model Pembelajaran STAD disertai LKS Berbasis Multirepresentasi

Langkah-langkah penerapan model kooperartif tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai LKS berbasis multirepresentasi dalam

pembelajaran fisika pada Tabel 2.1 yaitu sebagai berikut:

Tabel 2.3 Langkah-LangkahPenerapan Model Kooperartif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Disertai LKS Berbasis Multirepresentasi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

18

No Langkah/ Fase

Kegiatan Guru Aktivitas Siswa

1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.

a. Guru mempersiapkan RPP dan media LKS berbasis multirepresentasi.

b. Guru menciptakan suasana kelas yang kondusif dan memberikan salam kepada siswa.

c. Guru memberikan motivasi dan apersepsi kepada siswa.

d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

a. Siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran.

b. Siswa memberikan salam pada guru.

c. Siswa memperhatikan

dan menjawab pertanyaan guru.

d. Siswa memdengarkan penjelasan guru.

2. Menyajikan atau menyampaikan informasi (materi)

e. Guru mengajak siswa untuk menggali konsep yang akan dipelajari.

f. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari.

e. Siswa menggali konsep yang akan dipelajari.

f. Siswa mendengarkan

penjelasan dari guru. 3 Mengorganisasi

kan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

g. Guru menyuruh siswa untuk mengerjakan LKS dengan kelompok yang sudah dibagi.

g. Siswa berpikir bersama kelompoknya masing-masing untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan oleh guru.

4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar

h. Guru membimbing siswa dalam pengerjaan LKS.

h. Siswa mengerjakan LKS yang diberikan dan bertanya pada guru jika ada hal yang kurang dipahami.

5. Evaluasi i. Guru memberikan evaluasi dengan memberi kuis sesuai konsep yang telah diberikan

i. Siswa mengerjakan kuis yang diberikan

6. Memberikan Penghargaan

j. Guru memberikan penghargaan berupa kata-kata pujian maupun simbol-simbol pada siswa dan memberi nilai tinggi kepada kelompok yang hasil belajarnya lebih baik.

j. Siswa memberikan applause pada kelompok yang mendapatkan penghargaan.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

19

2.8 Hasil Belajar Siswa

Slameto (2010:3) menyatakan, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku

yang terjadi dalam kehidupan dari individu yang berlangsung secara

berkesinambungan. Suatu perubahan tingkah laku yang terjadi akan menyebabkan

perubahan dan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya. Perubahan

sebagai hasil dari proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dalam berbagai

bentuk seperti pengetahuan, pengalaman, dan sikap. Menurut Sudjana (2012:3),

hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup

kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian

dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan

(Sanjaya, 2010:13).

Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Menurut

H.W Fowler (dalam Trianto, 2010:136), IPA adalah pengetahuan yang sistematis

dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan

didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi. Adapun Wahyana (dalam

dalam Trianto, 2010:136) mengatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan

pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara umum

terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh

adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Selain

itu, menurut Sears dan Zemansky (1993:1) menyatakan bahwa fisika merupakan

ilmu yang bersifat empiris, artinya setiap hal yang dipelajari dalam fisika

didasarkan pada hasil pengamatan tentang alam dan gejala-gejalanya. Menurut

Brockhaus (dalam Druxes, 1986:3) fisika adalah pelajaran tentang kejadian alam

yang memungkinkan peneliti dengan percobaan, pengukuran apa yang didapat,

penyajian secara matematis dan berdasarkan peraturan-peraturan umum. Jadi

secara keseluruhan fisika dapat dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha

menguraikan serta menjelaskan hukum-hukum alam dan kejadian-kejadian dalam

alam dengan gambaran menurut pemikiran manusia.

Berdasarkan uraian diatas, hasil belajar fisika adalah perubahan tingkah

laku yang terjadi dalam individu yang dicapai oleh siswa dalam proses belajar

mengajar tentang kejadian alam yang di dapat dari pengalaman melalui

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

20

serangkaian proses ilmiah yaitu penyelidikan, penyusunan, dan pengujian

gagasan.

Menurut Slameto (2010:54-72), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil

belajar mengajar adalah sebagai berikut:

1. Faktor intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri sendiri yang

meliputi:

a. faktor jasmani

b. faktor psikologi

c. faktor kelelahan

2. Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar individu,

yang meliputi:

a. Faktor keluarga

b. Faktor sekolah

c. Faktor masyarakat

Berdasarkan uraian diatas, bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh diri

siswa sendiri dan lingkungan sekitar. Salah satu faktor yang datang dari

lingkungan adalah cara penyampaian materi. Untuk itu perlu dipertimbangkan

dalam pemilihan model pembelajaran yang akan digunakan untuk menyampaikan

materi. Dalam penyampaian materi diharapkan guru menggunakan model

pembelajaran yang sesuai dan menarik bagi siswa. Penggunaan model yang tepat

akan berpengaruh pada keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga hasil

belajar dapat meningkat. Pembelajaran fisika dengan menggunakan model genius

learning disertai diskusi dapat membuat siswa lebih aktif, keaktifan siswa sendiri

akan dapat mempengaruhi hasil belajar mereka.

2.9 Aktifitas Belajar Siswa

Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik, akan tetapi juga

meliputi aktivitas yang bersifat psikis sepert aktivitas mental (Sanjaya, 2010:170).

Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi

belajar. Tanpa adanya aktivitas, proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung

dengan baik karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat dan setiap orang yang

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

21

belajar harus aktif. Aktivitas disini juga berperan dalam menentukan keberhasilan

proses mengajar. Jadi aktivitas belajar siswa merupakan segala tingkah laku

selama siswa mengikuti proses belajar mengajar yang dapat diketahui dari

indikator dan gejala-gejala yang tampak selama berlangsungnya proses tersebut.

Aktivitas merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti belajar

mengajar. Aktivitas merupakan hal yang penting dalam interaksi belajar. Tanpa

adanya aktivitas, proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dengan baik,

karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat, “ learning by doing ” sehingga

setiap orang yang belajar dituntut untuk aktif. Tidak ada belajar tanpa aktivitas.

Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asa yang sangat penting dalam

interaksi belajar mengajar (Sardiman, 2006: 95-97).

Proses pembelajaran dikatakan efektif bila siswa secara aktif ikut terlibat

langsung dalam pengorganisasian dan penemuan informasi (pengetahuan),

sehingga mereka tidak hanya menerima secara pasif pengetahuan yang diberikan

oleh guru. Dalam proses belajar mengajar tugas guru adalah mengembangkan dan

menyediakan kondisi agar siswa dapat mengembangkan bakat dan potensinya.

Menurut Nasution (2000:89), aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat

jasmani ataupun rohani. Dalam proses pembelajaran, kedua aktivitas tersebut

harus selalu terkait. Seorang siswa akan berpikir selama ia berbuat, tanpa

perbuatan maka siswa tidak berpikir. Oleh karena itu agar siswa aktif berpikir

maka siswa harus diberi kesempatan untuk berbuat atau beraktivitas.

Paul B. Diedrich membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan

murid antara lain:

I. Visual activities (13) seperti membaca, memperhatikan: gambar

demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain dan sebagainya.

II. Oral activities (43) seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya,

memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan interviu, diskusi,

interupsi dan sebagainya.

III. Listening activities (11) seperti mendengarkan uraian, percakapan,

diskusi, musik, pidato dan sebagainya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

22

IV. Writing activities (22) seperti menulis cerita, karangan, laporan, tes,

angket, menyalin dan sebagainya.

V. Drawing activities (8) seperti menggambar, membuat grafik, peta,

diagram, pola dan sebagainya.

VI. Motor activities (47) seperti melakukan percobaan, membuat

konstruksi, model, reparasi, bermain, berkebun, memelihara binatang,

dan sebagainya.

VII. Mental activities (23) seperti menanggap, mengingat, memecahkan

soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan dan

sebagainya.

VIII. Emotional activities (23) seperti menaruh minat, merasa bosan,

senang, gembira, berani, tenang, gugup dan sebagainya.

(Nasution, 2000:91)

Aktivitas-aktivitas yang akan diamati dalam penelitian ini adalah visual

activities (memperhatikan gambar/menganalisis gambar), writing activities

(menuliskan kesimpulan), dan drawing activities (membuat grafik).

2.10 Model Pembelajaran Direct Instruction

Menurut Trianto (2010:41) model pembelajaran yang sering digunakan

adalah model pembelajaran langsung (direct instruction). Dimana dalam model

direct instruction, pembelajaran lebih bersifat teacher center. Pembelajaran

langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja

kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran

yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa. Penyusunan waktu

yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin,

sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan (Trianto,

2009:43).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

23

Tabel 2.4 Sintaks Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Fase Peran guru Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk.

Fase2 Mendemostrasikan pengetahuan dan keterampilan

Guru mendemostrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasika tahap demi tahap.

Fase 3 Membimbing pelatihan

Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal.

Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mencek apakah siswa telah berhasil melakuakan tugas dengan baik, memberi umpan balik.

Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapam

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

Pada penelitian ini, model direct instruction ini dipadukan dengan metode

diskusi. Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat,

dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal,

tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika

yang disepakati bersama. Metode diskusi adalah cara memecahkan masalah yang

dipelajari melalui urun pendapat dalam diskusi kelompok. Dalam pembelajaran

dengan metode diskusi ini makin lebih memberi peluang pada siswa untuk terlibat

secara aktif dalam pembelajaran walaupun guru masih menjadi kendali utama.

Diskusi dapat dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu : diskusi kelompok

kecil (small group discussion) dengan kegiatan kelompok kecil dan diskusi kelas,

yang melibatkan semua siswa di dalam kelas, baik dipimpin langsung oleh

gurunya atau dilaksanakan oleh seorang atau beberapa pemimpin diskusi yang

dipilih langsung oleh siswa dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada

siswa agar dapat berkomunikasi secara lisan, memberikan kesempatan kepada

peserta dididk untuk menggunakan pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki

dan mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan tenggang rasa

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

24

terhadap keragaman pendapat orang lain, dalam rangka mengembangkan

kecerdasan interpersonal siswa.

2.11 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan tinjauan pustaka di atas maka hipotesis

penelitian pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ada pengaruh signifikan pada hasil belajar setelah menggunakan model

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement

Division) disertai media LKS Berbasis Multirepresentasi pada pembelajaran

fisika di SMA.

2. Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media

LKS berbasis multirepresentasi adalah kategori baik.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

25

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini akan dipaparkan hal-hal yang berkaitan dengan metodelogi

penelitian yang meliputi 1) tempat dan waktu penelitian, 2) penentuan populasi

dan sampel penelitian, 3) definisi operasional variabel, 4) jenis dan desain

penelitian, 5) prosedur penelitian, 6) metode pengumpulan data, 7) metode analisa

data. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:

3.1 Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area, yaitu

menentukan dengan sengaja daerah atau tempat penelitian dengan beberapa

pertimbangan tertentu, di antaranya adalah karena keterbatasan waktu, dana, dan

tenaga (Arikunto, 2010:177). Penelitian akan dilaksanakan di SMA Negeri 4

Jember pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 dengan beberapa alasan

antara lain:

1. Judul penelitian belum pernah diteliti di SMA Negeri 4 Jember

2. Kesediaan sekolah untuk menjadi tempat pelaksanaan penelitian.

3.2 Penentuan Populasi dan Sample Penelitian

3.2.1 Populasi Penelitian

Sugiono (2010:117) mengatakan bahwa populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X

MIPA SMA Negeri 4 Jember yang terdiri dari 4 kelas yaitu X MIPA 1, X MIPA

2, X MIPA 3, dan X MIPA 4.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

26

3.2.2 Sampel Penelitian

Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

metode cluster random sampling. Sebelum menentukan sampel, dilakukan uji

homogenitas dengan analisis varian untuk menguji kesamaan awal siswa. Data

yang digunakan untuk uji homogenitas adalah nilai ulangan harian pada

pokok bahasan sebelumnya. Penentuan sampel dilakukan dengan bantuan

software Stastistical Product and Service Solutions (SPSS 16) terhadap populasi

dengan analisis One-way Anova.

Kriteria untuk menetukan kesimpulan dengan taraf signifikansi 5%

sebagai berikut:

a. Jika p (signifikansi) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang

berarti kelas memiliki kemampuan yang tidak sama (tidak homogen).

b. Jika p (signifikansi) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang

berarti kelas memiliki kemampuan yang sama (homogen).

Jika homogen maka dapat diambil secara acak sampel yang

dibutuhkan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan teknik undian. Jika

populasi tidak homogen maka penentuan sampel dilakukan dengan purposive

sampling yaitu sengaja menentukan dua kelas yang memiliki nilai rata-rata

ulangan harian yang sama atau hampir sama.

3.3 Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran makna istilah yang dipakai

dalam penelitian ini, maka diberikan definisi operasional. Adapun definisi

operasional yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Model Pembelajaraan Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Division) disertai LKS berbasis Multirepresentasi

Model Kooperatif merupakan model yang lebih menekankan kerja sama

siswa. Salah satu contohnya adalah tipe STAD dimana dalam

implementasinya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok heterogen

dengan anggota tiap kelompok 4 – 5 siswa, kemudian siswa dalam kelompok

akan mendiskusikan tugas yang diberikan berupa LKS dimana LKS tersebut

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

27

berbasis multirepresentasi. Siswa dalam kelompok akan saling membantu

dalam memecahkan masalah dalam LKS sehingga seluruh siswa dapat paham

mengenai konsep yang diberikan, kemudian untuk menguji apakah siswa

paham atau tidak guru memberikan kuis. Dalam pelaksanaannya akan

ditunjang dengan

LKS berbasis multirepresentasi yang nantinya akan membantu guru dalam

menjelaskan materi terutama berupa gambar dan grafik.

b. Kelas Kontrol

Kelas kontrol adalah kelas yang tidak diberikan perlakuan. Dalam penelitian

ini, kelas kontrol tidak menggunakan pembelajaran dengan Model

Pembelajaran Kooperatif tipe STAD disertai dengan media LKS berbasis

Multirepresentasi, melainkan mengggunakan model yang biasa digunakan

guru, yaitu model pembelajaran langsung.

c. Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas belajar siswa didefinisikan sebagai kegiatan siswa berhubungan

dengan keaktifan siswa selama pembelajaran yang dapat dilihat melalui

observasi selama proses pembelajaran. Aktivitas yang diamati dalam

penelitian ini meliputi:

1) Visual activities (memperhatikan gambar)

2) Oral activities (kerja sama, diskusi, bertanya, menjawab pertanyaan)

3) Mental activities (menganalisis)

4) Writing activities (menuliskan kesimpulan)

5) Drawing activities (membuat grafik)

d. Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa adalah hasil kemajuan belajar siswa setelah menggunakan

model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD disertai LKS berbasis

Multirepresentasi. Hasil belajar kognitif diwujudkan dalam bentuk nilai post-

test setelah kegiatan belajar menggunakan model Pembelajaran Kooperatif

tipe STAD disertai LKS berbasis Multirepresentasi.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

28

3.4 Jenis dan Desain Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu True Experimental

Design. Ciri utama dari True experimental adalah sampel yang digunakan untuk

eksperimen maupun kontrol diambil secara random dari populasi tertentu

(Sugiyono, 2012:75). Pada True Experimental Design peneliti menggunakan

bentuk Posttest Only Control Design, dimana terdapat dua kelompok yang

masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan

(X) dan kelompok yang lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut

kelompok eksperimen (E) yaitu kelas yang menggunakan model Pembelajaran

Kooperatif tipe STAD disertai LKS Berbasis Multirepresentasi dan kelompok

yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol (K) yaitu kelas yang

menggunakan model pembelajaran langsung. ̅̅ ̅ dan ̅̅̅̅ adalah data yang

diperoleh dari hasil akhir posttest. Pada penelitian sesungguhnya pengaruh

treatment dianalisis menggunakan uji beda.

Gambar 3.1 Desain Penelitian Post Test Only Contol Design

3.5 Prosedur Penelitian

Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai

tujuan yang diinginkan sebagai berikut:

a. Melakukan observasi di sekolah.

b. Menentukan populasi penelitian dengan metode purposive sampling area

c. Melakukan uji homogenitas pada seluruh kelas X dengan menggunakan

nilai ulangan pada bab sebelumnya.

d. Menentukan sampel dengan metode cluster random sampling menentukan

kelas eksperimen dan kelas kontrol.

P

E

K

𝑋𝑒̅̅ ̅

𝑋𝑘̅̅̅̅

R

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

29

e. Melaksanakan pembelajaran model STAD disertai LKS berbasis

multirepresentasi pada kelas eksperimen sedang kelas kontrol dengan model

pembelajaran konvensional.

f. Melakukan pengambilan data dengan post-tes dan wawancara kepada siswa

setelah perlakuan.

g. Menganalisis data berupa skor post-test dan data observasi.

h. Melakukan pembahasan dari data yang telah diperoleh.

i. Menarik kesimpulan dari data yang diperoleh.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan alur penelitian pada

Gambar 3.2 berikut ini:

`

Gambar 3.2 Diagram Alur Penelitian

Persiapan Populasi

Uji Homogenitas

Sampel

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen

Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD disertai LKS Berbasis

Multirepresentasi

Model Konvensional

Post Test Post Test

Analisa Data

Hasil

Kesimpulan

Pembahasan

Data

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

30

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara untuk mengumpulkan data yang

diperlukan dalam penelitian untuk mencapai keberhasilan. Teknik pengumpulan

data dilakukan untuk mendapatkan data-data yang relevan, akurat, dan sesuai

dengan tujuan penelitian.

Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut :

3.6.1 Hasil Belajar Siswa

Adapun teknik dan instrumen pengumpulan data hasil belajar siswa adalah

sebagai berikut:

1) Indikator

Indikator hasil belajar siswa yang akan diukur dalam penelitian ini

adalah pengetahuan (kognitif). Indikator pengetahuan (kognitif) berupa

perangkat post-test. Indikator pengetahuan dalan penelitian ini disusun

dengan menggunakan kemampuan multirepresentasi.

2) Instrumen

Instrumen pengeumpulan data untuk hasil belajar siswa ranah

pengetahuan adalah berupa perangkat tes, yaitu perangkat post-test.

Bentuk tes yang digunakan adalah tes uraian yang berjumlah 20

nomor.

3) Prosedur

Post-test diberikan setelah pertemuan tiga kali tatap muka.

4) Jenis data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data interval.

3.6.2 Aktivitas belajar siswa

Adapun teknik dan instrumen data aktivitas belajar siswa, dijelaskan pada

uraian di bawah ini:

1) Indikator aktivitas belajar siswa

Indikator aktivitas belajar siswa yan gdiukur dalam penelitian ini

adalah:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

31

a. Visual activities (memperhatikan gambar)

b. Oral activities (kerja sama, diskusi, bertanya, menjawab

pertanyaan)

c. Mental activities (menganalisis)

d. Writing activities (menuliskan kesimpulan)

e. Drawing activities (membuat grafik)

2) Instrumen

Instrumen aktivitas belajar siswa berupa nontes yaitu berupa lembar

observasi.

3) Prosedur

Penilaian aktivitas belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran

berlangsung dan dilakukan oleh observer yang berjumlah 4-5 orang.

4) Jenis Data

Jenis data yang ada dalam penelitian ini adalah data ordinal yang

dirubah menjadi data interval dengan proses kuantifikasi.

3.6.3 Metode Pengumpulan Data Pendukung

Didalam mengumpulkan data pendukung ada beberapa hal yang perlu

diperhatikan yaitu sebagai berikut:

1) Data nama siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol

Data nama siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan

metode dokumentasi yang dilakukan sebelum pelaksanaan penelitian.

2) Data nilai ulangan harian pokok bahasan sebelumnya

Data nilai ulangan harian pokok bahasan sebelumnya yang diambil adalah

seluruh kelas X MIPA yang belajar fisika melalui guru bidang studi fisika.

Nilai ulangan harian pokok bahasan sebelumnya digunakan untuk

menentukan sampel penelitian melalui uji homogenitas.

3) Foto kegiatan pembelajaran saat penelitian

Foto kegiatan pembelajaran diambil saat pembelajaran berlangsung baik

kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

32

4) Data Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student

Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis

mutirepresentasi

Data penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student

Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis

mutirepresentasi dilakukan dengan metode wawancara. Wawancara yang

digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terpimpin, dimana

peneliti sudah menyiapkan pertanyaan terlebih dahulu yang akan diajukan

pada responden. Wawancara dilaksanakan terhadap beberapa siswa kelas

eksperimen, siswa kelas kontrol dan guru bidang studi fisika.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisa data merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam suatu

penelitian. Langkah-langkah penelitian dapat dilaksanakan dengan baik jika

datanya dapat dipertanggungjawabkan. Data yang diperoleh dalam penelitian

adalah kuantitatif, maka teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah

dengan analisis statistik. Teknik analisa statistik yang digunakan untuk

menganalisis data penelitian yaitu analisis ttes.

Adapun teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Uji Hipotesis penelitian 1

Untuk menjawab hipotesis pertama yaitu ada pengaruh signifikan pada

hasil belajar yang menggunakan model kooperatif tipe STAD disertai LKS

berbasis multirepresentasi terhadap hasil belajar siswa, penelitit

menggunakan Independen Sampel T-test dengan bantuan SPSS 16.

Pengujian hipotesisnya menggunakan pengujian Pihak Kanan. Data

diperoleh dari post-test berupa data interval.

1) Hipotesis statistik:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

33

(Depdiknas, 2010 : 56)

Kriteria pengujian:

a) Jika p (signifikansi) > 0,05 maka hipotesis nihil (H0) diterima dan

hipotesis alternatif (Ha) ditolak.

b) Jika p (signifikansi) 0,05 maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan

hipotesis alternatif (Ha) diterima.

Keterangan: = nilai rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas

eksperimen

= nilai rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas kontrol

2. Uji Hipotesis Penelitian 2

Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran

dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD disertai LKS berbasis

multirepresentasi digunakan nilai keaktifan siswa (Pa) dengan rumus:

Pa = N

Ax 100

Keterangan:

A = Jumlah skor tiap indikator aktivitas yang diperoleh siswa

N = Jumlah skor maksimum tiap indikator aktivitas siswa

Tabel 3.1 Kriteria Aktivitas Siswa

Persentase Aktivitas Siswa Kriteria Pa ≥ 80 Sangat tinggi/ sangat baik

70 ≤ Pa < 80 Tinggi/ baik 50 ≤ Pa < 70 Rendah/ kurang

Pa < 50 Sangat rendah

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

47

BAB 5. PENUTUP

Pada bab ini akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan penutup atau

hal-hal yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya

yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

5.1 Kesimpulan

Berdasakan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diperoleh

kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada pengaruh signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan

model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai model LKS Berbasis Multirepresentasi

pada pembelajaran fisika di SMA.

2. Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai

media LKS berbasis multirepresentasi adalah kategori baik.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai

berikut:

1. Bagi guru, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas

hendaknya menggunakan model kooperatif tipe STAD, namun

diharapkan alokasi waktu untuk pembelajaran diperhatikan juga agar

pembelajaran menjadi efektif.

2. Bagi peneliti lanjut, dapat digunakan sebagai masukan bagi peneliti

untuk penelitian lebih lanjut dengan pokok bahasan berbeda.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

48

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi 2010). Jakarta: PT. Rineka Cipta

Depdiknas. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Fisika. Jakarta: Balitbang

Depdiknas. _________. 2010. Penyusunan Penilaian Afektif di SMA. Jakarta: Balitbang

Depdiknas. Dimyati dan Mudjiono .2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta Druxes, H. 1986. Kompedium Diktatik Fisika. Bandung: Remaja Rosdakarya. Eni, M. 2012. Pengaruh Penggunaan Buku Ajar Ikatan Ionik Dengan Pendekatan

Multirepresentasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Pontianak : Tidak diterbitkan.

Hamalik, O. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia. Jauhar, Mohammad. 2011. Implementasi Paikem dari Behavioristik sampai

Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya. Mahardika, I Ketut. 2012. Representasi Mekanika Dalam Pembahasan. Jember: UPT

Penerbitan UNEJ. Nasution, S. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Nugroho. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Berorientasi

Keterampilan Proses. Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 5, No. 2. Tahun 2009. Riduwan. 2004. Dasar-Dasar Statistika, Bandung, Alfabeta.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

49

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press Sears dan Zemansky. 1993. Fisika Universitas Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT

Rineka Cipta. Slavin, R. E. 2008. Cooperative Learning Theory Research and Practice. Terjemahan

Nurulita Yusron. Bandung: Penerbit Nusa Media Suartika, 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation

Terhadap Pemahaman Konsep Biologi dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Vol 3, tahun 2013. Bali : Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Sudjana, N. 2010. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Algesindo Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana. Ulfarina, Loriza. 2010. Penggunaan Pendekatan Multi Representasi Pada

Pembelajaran Konsep Gerak Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Memperkecil Kuantitas Miskonsepsi Siswa Smp. Bandung: Tesis

Usman, Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Yusup, M. 2009. Multirepresentasi Dalam Pembelajaran Fisika. Disampaikan Pada

SEMNAS Pendidikan FKIP Unsri 14 mei 2009 di Palembang.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

50

MATRIKS PENELITIAN

Judul Rumusan Masalah Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Hipotesis PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) DISERTAI MEDIA LKS BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA DI SMA

1. Adakah pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model Pembelajaran Kooperatis tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis Multirepresentasi pada pembelajaran fisika di SMA?

2. Bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media LKS berbasis multirepresentasi?

1. Variabel Bebas: Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai LKS berbasis multirepresentasi.

2. Variabel Terikat: a. Hasil

Belajar Fisika

b. Aktivitas Belajar Siswa

1. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai LKS berbasis multirepresentasi.

2. Hasil belajar siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen:Skor rata-rata post-test.

3. Aktivitas belajar siswa.

1. Responden Penelitian: Siswa SMA

2. Informan: a. Guru

bidang studi Fisika.

b. Siswa SMA.

3. Kepustakaan untuk data dan teoritis.

1. Penentuan Daerah Penelitian: Purposive Sampling Area.

2. Jenis Penelitian: Eksperimen.

3. Teknik Pengumpulan Data: a. Observasi. b. Wawancara. c. Tes. d. Dokumentasi

4. Teknik Analisa Data: a. Untuk

mengetahui pengaruh terhadap hasil belajar fisika dengan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai LKS berbasis multirepresentasi

1. Ada pengaruh signifikan pada hasil belajar setelah menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) disertai media LKS Berbasis Multirepresentasi pada pembelajaran fisika di SMA.

2. Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

51

menggunakan rumus:

√(∑ ∑

) (

)

b. Teknik analisa

data untuk menentukan aktivitas belajar siswa dengan rumus:

Division) disertai media LKS berbasis multirepresentasi adalah kategori baik.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

53

LAMPIRAN B. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1. OBSERVASI

No. Data yang diperoleh Sumber data

1. Aktivitas/ kegiatan siswa selama proses

pembelajaran pada kelas eksperimen

Siswa kelas X

2. Penggunaan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai media LKS

berbasis multirepresentasi

Observer

2. DOKUMENTASI

No. Data yang diperoleh Sumber data

1. Daftar nama siswa kelas X Guru mata pelajaran

2. Daftar nilai ulangan Fisika seluruh kelas

untuk diuji homogenitas

Guru mata pelajaran

3. Daftar nilai post-test responden Siswa kelas X yang menjadi

responden

4. Daftar nilai aktivitas siswa berupa hasil

observasi di kelas eksperimen

Siswa kelas X yang menjadi

responden

5. Foto kegiatan Dokumentasi

3. TES

No. Data yang diperoleh Sumber data

1. Hasil belajar fisika siswa (post-test) Siswa kelas X yang menjadi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

54

menggunakan model pembelajaran

konvensional

responden (kelas kontrol)

2. Hasil belajar fisika siswa (post-test)

menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Division) disertai LKS

berbasis multirepresentasi dalam

pembelajaran.

Siswa kelas X yang menjadi

responden (kelas eksperimen)

4. WAWANCARA

No. Data yang diperoleh Sumber data

1. Model pembelajaran yang digunakan guru

dan tanggapan guru mengenai penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe

STAD (Student Teams Achievement

Division) disertai LKS berbasis

multirepresentasi dalam pembelajaran

fisika

Guru mata pelajaran

2. Tanggapan beberapa siswa terhadap

pembelajaran menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD

(Student Teams Achievement Division)

disertai LKS berbasis multirepresentasi

dengan pembelajaran menggunakan

model konvensional

Siswa kelas X pada kelas

eksperimen dan kelas kontrol

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

55

LAMPIRAN C. HASIL WAWANCARA

Wawancara Sebelum Penelitian

1. Wawancara untuk guru fisika kelas X MIPA SMA Negeri 4 Jember (Dra.

Eny Setyowati)

a. Model apa yang biasanya ibu gunakan dalam pembelajaran di kelas?

Biasanya menggunakan pembelajaran berupa diskusi dan penugasan,

karena tuntutan dari kurikulum 2013 agar siswa yang aktif bukan guru

yang aktif.

b. Apakah ibu menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam

pembelajaran? Seperti apa bentuk LKS yang digunakan?

Tentu saja ada LKS, namum LKS yang digunakan menggunakan LKS

terbitan penerbit yang dijual di koperasi sekolah.

c. Bagaimana hasil belajar siswa dengan metode mengajar yang anda

gunakan?

Tentu saja ada beberapa anak yang baik dan ada beberapa anak yang

nilai masih di bawah kkm.

d. Kendala apa saja yang sering ibu temukan dalam proses pembelajaran

berlangsung? Bagaimana ibu mengatasi kendala tersebut?

Pada saat berdiskusi suasana kelas memang cenderung ramai, jika kita

gunakan ceramah, ada kecenderungan yang aktif hanya anak-anak

tertentu saja. Dengan memberikan tugas yang banyak, anak-anak akan

sibuk mengerjakan tugasnya.

e. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah pernah

dilakukan oleh ibu dalam pembelajaran fisika?

Mungkin sudah pernah saya lakukan tetapi terkadang tidak sesuai

dengan sintak-matik yang ada.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

56

2. Wawancara untuk siswa kelas X

Wawancara dengan siswa kelas eksperimen (Felicia Ivana Putri)

a. Apakah pelajaran fisika disukai siswa?

Mungkin banyak yang tidak suka bu.

b. Bagaimana pendapat siswa tentang pelajaran fisika?

Terlalu banyak rumus dan susah dimengerti.

c. Model apa yang digunakan dalam pembelajaran selama ini?

Ya hanya diberikan tugas dan berdiskusi saja bu, terkadang tidak ada

pembahasannya.

Wawancara dengan siswa kelas control (Ananda Milenia)

a. Apakah pelajaran fisika disukai siswa?

Wah kelihatannya tidak bu.

b. Bagaimana pendapat siswa tentang pelajaran fisika?

Susah bu.

c. Model apa yang digunakan guru dalam pembelajaran selama ini?

Hanya tugas mengerjakan soal saja bu.

Wawancara Setelah Penelitian

1. Wawancara dengan guru fisika kelas X SMA Negeri 4 Jember (Dra. Eny

Setyowati)

a. Bagaimana pendapat ibu tentang model pembelajarn kooperatif tipe

STAD disertai LKS berbasis multirepresentasi dalam pembelajaran fisika

di kelas X?

Menurut saya bagus, karena anak bisa menemukan sendiri rumus,

mengetahui arti fisisnya, dan bisa menganalis bukan hanya lewat gambar

saja namun bisa lewa grafik. Ya sesuai lah dengan kurikulum 2013.

b. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD disertai LKS berbasis

multirepresentasi cocok diterapkan dalam pembelajaran fisika di kelas X?

Cocok, karena sesuai kurikulum 2013 siswa dalam menemukan arti

fisisnya, rumus dan analisis gambar serta grafik secara aktif.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

57

c. Bagaimana saran ibu terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD

disertai media LKS berbasis multirepresentasi yang digunakan dalam

pembelajaran fisika kelas X?

Mungkin manajemen waktu saja yang perlu dibenahi, karena pengerjaan

LKS siswa terkadang belum selesai.

2. Wawancara Siswa kelas X

Wawancara siswa kelas eksperimen (Felicia Ivana Putri)

a. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran yang digunakan di

kelas?

Terlihat menyenangkan ya bu, kita bisa bekerjasama, kemudian kita

bisa mengerti cara menganalisis gambar dan grafik dengan baik, dan

kita tidak ngantuk bu.

b. Apakah dengan pembelajaran yang diterapkan, kamu dapat menguasai

materi dengan mudah?

Iya bu, lebih mudah bu.

c. Kesulitan-kesulitan apa yang kamu alami selama proses pembelajaran

yang ibu terapkan?

Mungkin saat membuat grafik bu, karena kita tidak terbiasa membuat

dan mengartikan grafik.

d. Apa kritik dan saran terhadap pembelajaran yang ibu gunakan?

Mungkin waktunya kurang bu, ditambah lagi.

Wawancara siswa kelas kontrol (Ahmad Sofyan)

a. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran yang digunakan di

kelas?

Sama saja bu seperti sebelumnya, kadang saya mengantuk sedikit bu.

b. Apakah dengan pembelajaran yang diterapkan, kamu dapat menguasai

materi dengan mudah?

Sama saja bu, tapi ada beberapa yang saya akhirnya bisa mengerti

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

58

c. Kesulitan-kesulitan apa yang kamu alami selama proses pembelajaran

yang ibu terapkan?

Mengerjakan soal bu, susah-susah bu.

d. Apa kritik dan saran terhadap pembelajaran yang ibu gunakan?

Mungkin dibuat lebih asyik bu agar tidak mengantuk bu.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

59

LAMPIRAN D. INSTRUMEN DOKUMENTASI

No. Data yang diperoleh Check list Sumber data

1. Jumlah siswa kelas X di SMA √ Kepala TU

2. Nama-nama responden √ Kepala TU

3. Nilai ujian fisika siswa kelas X di

SMA tahun ajaran 2015/ 2016

√ Guru fisika

4. Nilai kognitif √ Peneliti

5. Nilai keterampilan √ Peneliti

6. Foto kegiatan belajar mengajar

pada kelas kontrol

√ Observer

7. Foto kegiatan belajar mengajar

pada kelas eksperimen

√ Observer

Keterangan: memberi tanda ( ) pada kolom check list saat mendapatkan data

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

60

LAMPIRAN E. LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS KETERAMPILAN SISWA

Topik/Materi : Fluida Statis

Sub Topik/Sub Materi : ...............................................

Indikator :

...............................................................................................................................................................................................................

...............................................................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................................................

Lembar Pengamatan

NO NAMA

Diskusi

dalam

kelompok/

teman

Membuat Grafik

Menganalisis gambar

Menjawab Pertanyaan

pada LKS/

LT

Menuliskan Kesimpulan

Jumlah Skor

1 2 3 4 5 6 7

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

61

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

62

LAMPIRAN F. LEMBAR OBSERVASI SIKAP SISWA

Mata Pelajaran : FISIKA

Kelas/ semester : X / 2

Tahun Pelajaran : 2014 / 2015

NO NAMA

PENILAIAN SIKAP

ASPEK PENILAIAN SKOR ANGKA PRED KETERANGAN

1 2 3 4

1 Aspek yang dinilai :

2 1. Rasa ingin tahu

3 * Selalu semangat belajar = 4

4 * Semangat belajar = 3

5 * Cukup semangat belajar = 2

6 * Tidak pernah semangat belajar = 1

7 2. Objektif

8 * selalu objektif =4

9 * objektif =3

10 * Cukup objektif = 2

11 * Tidak objektif = 1

12

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

63

13

14 3. Teliti

15 * Selalu teliti = 4

16 * Teliti = 3

17 * Cukup teliti = 2

18 * tidak teliti = 1

19

20 4. Kritis

21 * Selalu kritis = 4

22 * Kritis = 3

23 * Cukup Kritis = 2

24 * tidak kritis = 1

25 Interval Nilai Sikap

26 3,33 4,00 SBx

27 2,33 3,33 Bx

28 1,33 2,33 Cx

29 0,00 1,33 Kx

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

64

LAMPIRAN G. SILABUS

Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X/ Genap Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),

santun, responsif, proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktualm konseptual, prosedurtal, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsdaanm kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengathuan prosedural pada bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi

Waktu Sumber Belajar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik gerak pada benda titik dan benda tegar, fenomena fluida, dan fenomena gas.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;

4 JP Buku Fisika untuk SMA/MA kelas XI, Penerbit Erlangga LKS berbasis Multirepresentasi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

65

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar

tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan

Fluida Statik: Hukum Utama

hidrostatik Hukum Pascal Hukum

Archimedes Gejala

Kapilaritas Viskositas dan

Hukum Stokes

Mengamati Peragaan:

- Simulasi kapal selam dalam botol minuman

- Keadaan air dalam sedotan minuman dalam berbagai keadaan

- Membaca artikel tentang penggunaan sistem hidrolik dan sistem kerja kapal selam

Mempertanyakan Mempertanyakan tentang hukum-hukum fluida statik dan penerapannya. Eksperimen/eksplorasi

Membuat alat peraga sistem hidrolik secara berkelompok

Tugas Memecahkan masalah sehari-hari berkaitan dengan fluida statik Observasi Checklist lembar pengamatan kegiatan eksperimen Portofolio Laporan tertulis kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan atau pilihan ganda tentang Hukum

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

66

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Mengasosiasi Menerapkan konsep tekanan hidrostatik, prinsip hukum Archimedes dan Hukum Pascal melalui percobaan

Mengomunikasikan Mempresentasikan penerapan

hukum-hukum fluida statik Membuat laporan hasil

percobaan Memberikan contoh

penerapan sifat-sifat fluida statik dalam kehidupan sehari-hari

Archimedes, hukum Pascal, kapilaritas, dan Hukum Stokes

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

67

LAMPIRAN H1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : I

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

68

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menentukan formulasi tekanan

2) Menentukan formulasi tekanan hidrostatik

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan tekanan pada suatu benda dengan

gaya dan luas permukaan benda.

2) Menggambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik terhadap

kedalaman fluida.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

69

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menentukan formulasi tekanan.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan formulasi tekanan hidrostatik.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan tekanan dengan gaya dan luas

permukaan benda.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik dengan

kedalaman fluida.

E. Materi Pembelajaran

Tekanan adalah salah satu besaran fisika yang menyatakan gaya persatuan

luas permukaan.

Keterangan:

P = tekanan (N/m2 atau Pascal).

F = gaya (N).

A = luas permukaan (m2).

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang terjadi didalam zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

70

Keterangan:

P = tekanan hidostatis (Pa).

ρ = massa jenis zat cair (kg/m3).

g = percepatan gravitasi (10 m/s2).

h = kedalaman (m)

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Kooperatif tipe STAD (Students Team Achievement Division)

disertai LKS berbasis multirepresentasi

Metode : ceramah, diskusi, tanya-jawab, dan penugasan (dengan LKS

berbasis multirepresentasi)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Media : LKS Berbasis Multirepresentasi

2. Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas X program peminatan

Ilmu Alam

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Pernahkah kalian berenang? Bagaimana kondisi badan kalian saat berenang semakin dalam? Motivasi: Saat kita berenang semakin dalam badan kita akan terasa semakin tertekan, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Itulah yang akan kita bahasa dalam bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

71

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1.

Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan pertanyaan tentang tekanan hidrostatik melalui ilustrasi singkat, siswa diminta menjawab sesuai dengan pengetahuan siswa sendiri.

2 menit

2. Fase 2 Menyajikan/ menyampaikan informasi

Mengamati: Siswa diminta mendengarkan penjelasan dari guru tentang tekanan pada zat padat dan tekanan hidrostatik sebelum mengerjakan LKS.

13 menit

3. Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok

Menanya Guru membagikan LKS/ LT kepada siswa yang telah duduk sesuai kelompok dan menjelaskan prosedur pengerjaan LKS berbasis multirepresentasi. Siswa membaca LKS berbasis multirepresentasi dan menjawab pertanyaan sesuai lngkah pada LKS berbasis multirepresentasi.

5 menit

4. Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Mencoba Siswa secara berkelompok menentukan persamaan tekanan dan menganalisis persamaan tekanan sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi Mengasosiasikan Dengan bimbingan guru terbatas, siswa membuat grafik dengan menganalisis hubungan-hubungan besaran yamg ada pada persamaan tekanan dan tekanan hidrostatik sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi

50 menit

5. Fase 5 Evaluasi

Mengkomunikasikan Siswa mempresentasikan hasil diskusinya kemudian bersama-sama guru mengevaluasi hasil percobaannya

10 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

72

6. Fase 6 Memberikan penghargaan

Guru memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

tekanan dan tekanan hidrostatik 5 menit

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

( Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Tekanan Hidrostatik

Time : 2 x 45 Menit

A. Tekanan Hidrostatik

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.1 Kayu yang ditekan oleh gaya F

Dari gambar 6.1, dapat diketahui bahwa tekanan (P) dapat didefinisikan sebagai gaya

normal (F) yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut (A),

sehingga dapat dirumuskan dengan:

Di mana:

F = Gaya Normal ....

.... = Luas bidang ....

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui penjelasan guru dan membaca

LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan formulasi tekanan.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat

menentukan formulasi tekanan

hidrostatik.

Group :

(1)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

P = ............................ ....

Dari persamaan (1) diperoleh pernyataan bahwa:

1. Tekanan maksimum didapat jika gaya normal (diperbesar/diperkecil) dan luas

bidangnya (diperbesar/diperkecil).

2. Tekanan minimum didapat jika gaya normal (diperbesar/diperkecil) dan luas

bidangnya (diperbesar/diperkecil).

Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tekanan ...................................... terhadap

gaya normal dan tekanan ................................. terhadap luas bidangnya, sehingga jika

dibuat grafik hubungan antara tekanan terhadap gaya normalnya maka:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Grafik hubungan tekanan dan luas bidangnya adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.2 Benda dalam bejana

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Pada gambar 6.2, dapat diketahui bahwa benda yang berada dalam zat cair mengalami

tekanan yang dinamakan tekanan hidrostatik. Tekanan zat cair yang hanya disebabkan

oleh beratnya itu sendiri dinamakan tekanan hidrostatik.

Penurunan tekanan hidrostatik adalah sebagai berikut:

Dari persamaan di atas didapatkan bahwa tekanan hidrostatik ........................... terhadap

kedalaman benda dalam zat cair, sehingga jika dibuat grafik hubungan tekanan

hidrostatik terhadap kedalaman benda dalam zat cair adalah sebagai berikut:

𝜌 𝑚

𝑉→ 𝑚 𝜌𝑉

Perhatikan gambar 6.2! Jika benda memiliki massa m, volume V, dan

massa jenis ρ maka:

Jika 𝐹 𝑚𝑔 dan 𝑉 𝐴ℎ maka tekanan hidrostatiknya (𝑃ℎ) adalah:

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

.....................................................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Tekanan gauge adalah selisih antara tekanan yang tidak diketahui dngan ntekanan

atmosfer (tekanan udara luar). Nilai tekanan yang diukur oleh alat pengukur adalah

tekanan gauge, sedangkan tekanan sesungguhnya disebut tekanan mutlak, sehingga:

Tekanan mutlak = Tekanan gauge + Tekanan atmosfer

atau

Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 6.4 Tekanan mutlak di titik A dipengaruhi oleh Po

Dari gambar di atas dapat diperoleh bahwa tekanan mutlak pada zat cair adalah sebagai

berikut:

𝑃𝐴 𝑃0 𝑃ℎ

Atau:

𝑃𝐴 𝑃0 .................

Dengan:

.............................................................................

.............................................................................

.............................................................................

.............................................................................

............................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah balok yang bermassa jenis 5 g/cm3, memiliki panjang, lebar, dan tinggi

berturut-turut adalah 80 cm, 50 cm, dan 20 cm.

a. Bagaimanakah luas permukaannya jika kita menginginkan tekanan minimum dan

maksimumnya?

b. Gambarkan balok jika kita menginginkan tekanan minimum dan tekanan

maksimum yang dapat dilakukan balok pada permukaan datar!

c. Hitunglah tekanan minimum dan maksimum yang dapat dilakukan oleh balok!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap luas bidangnya!

2. Pada suatu tekanan di permukaan danau sebesar 105 Pa, seseorang menyelam

mendapatkan tekanan 3 x 105 Pa.

a. Gambarkan ilustrasi posisi penyelam berdasarkan keterangan di atas!

b. Hitunglah kedalaman penyelam jika diukur dari permukaan danau!

c. Bagaimanakah hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air?

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Tekanan Hidrostatik

Time : 2 x 45 Menit

A. Tekanan Hidrostatik

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.1 Kayu yang ditekan oleh gaya F

Dari gambar 6.1, dapat diketahui bahwa tekanan (P) dapat didefinisikan sebagai gaya

normal (F) yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut (A),

sehingga dapat dirumuskan dengan:

Di mana:

F = Gaya Normal newton (N)

A = Luas bidang meter persegi (m2)

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui penjelasan guru dan membaca

LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan formulasi tekanan.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat

menentukan formulasi tekanan

hidrostatik.

Group :

(1)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

P = tekanan newton/ meter persegi (N/m2) atau Pascal (Pa)

Dari persamaan (1) diperoleh pernyataan bahwa:

1. Tekanan maksimum didapat jika gaya normal (diperbesar/diperkecil) dan luas

bidangnya (diperbesar/diperkecil).

2. Tekanan minimum didapat jika gaya normal (diperbesar/diperkecil) dan luas

bidangnya (diperbesar/diperkecil).

Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tekanan sebanding terhadap gaya normal dan

tekanan berbanding terbalik terhadap luas bidangnya, sehingga jika dibuat grafik

hubungan antara tekanan terhadap gaya normalnya maka:

P

F

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Grafik hubungan tekanan dan luas bidangnya adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.2 Benda dalam bejana

P

A

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Pada gambar 6.2, dapat diketahui bahwa benda yang berada dalam zat cair mengalami

tekanan yang dinamakan tekanan hidrostatik. Tekanan zat cair yang hanya disebabkan

oleh beratnya itu sendiri dinamakan tekanan hidrostatik.

Penurunan tekanan hidrostatik adalah sebagai berikut:

Dari persamaan di atas didapatkan bahwa tekanan hidrostatik sebanding terhadap

kedalaman benda dalam zat cair, sehingga jika dibuat grafik hubungan tekanan

hidrostatik terhadap kedalaman benda dalam zat cair adalah sebagai berikut:

𝜌 𝑚

𝑉→ 𝑚 𝜌𝑉

𝑃 𝐹

𝐴 𝑚𝑔

𝑉ℎ

𝑚𝑔ℎ

𝑉

𝑃 𝑚

𝑉𝑔ℎ

𝑃ℎ 𝜌𝑔ℎ

Perhatikan gambar 6.2! Jika benda memiliki massa m, volume V, dan

massa jenis ρ maka:

Jika 𝐹 𝑚𝑔 dan 𝑉 𝐴ℎ maka tekanan hidrostatiknya (𝑃ℎ) adalah:

Ph

h

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Tekanan gauge adalah selisih antara tekanan yang tidak diketahui dngan ntekanan

atmosfer (tekanan udara luar). Nilai tekanan yang diukur oleh alat pengukur adalah

tekanan gauge, sedangkan tekanan sesungguhnya disebut tekanan mutlak, sehingga:

Tekanan mutlak = Tekanan gauge + Tekanan atmosfer

atau

Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 6.4 Tekanan mutlak di titik A dipengaruhi oleh Po

Dari gambar di atas dapat diperoleh bahwa tekanan mutlak pada zat cair adalah sebagai

berikut:

𝑃𝐴 𝑃0 𝑃ℎ

Atau:

𝑃𝐴 𝑃0 𝜌𝑔ℎ

Dengan:

PA = Tekanan mutlak Pa

P0 = Tekanan permukaan fluida Pa

ρ = massa jenis benda kg/m3

g = percepatan gravitasi m/s2

h = kedalaman benda m

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah balok yang bermassa jenis 5 g/cm3, memiliki panjang, lebar, dan tinggi

berturut-turut adalah 80 cm, 50 cm, dan 20 cm.

a. Bagaimanakah luas permukaannya jika kita menginginkan tekanan minimum dan

maksimumnya?

b. Gambarkan balok jika kita menginginkan tekanan minimum dan tekanan

maksimum yang dapat dilakukan balok pada permukaan datar!

c. Hitunglah tekanan minimum dan maksimum yang dapat dilakukan oleh balok!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap luas bidangnya!

2. Pada suatu tekanan di permukaan danau sebesar 105 Pa, seseorang menyelam

mendapatkan tekanan 3 x 105 Pa.

a. Gambarkan ilustrasi posisi penyelam berdasarkan keterangan di atas!

b. Hitunglah kedalaman penyelam jika diukur dari permukaan danau!

c. Bagaimanakah hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air?

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

85

LAMPIRAN I1.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : II

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

86

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menjelaskan Hukum Pokok Hidrostatika

2) Menganalisis aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U

3) Menjelaskan Hukum Pascal

4) Menganalisis aplikasi Hukum Pascal

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan massa jenis suatu zat pada pipa U

terhadap ketinggian zat cair.

2) Menggambarkan grafik hubungan gaya pada alat penghisap terhadap

luas penampang penghisap berdasarkan konsep Hukum Pascal.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

87

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menjelaskan Hukum Pokok Hidrostatika.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U.

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menjelaskan Hukum Pascal.

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi Hukum Pascal.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan menggambarkan grafik hubungan massa jenis suatu

zat pada pipa U terhadap ketinggian zat cair.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya pada alat penghisap terhadap

luas penampang penghisap berdasarkan konsep Hukum Pascal.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

88

E. Materi Pembelajaran

Hukum Utama Hidrostatika

"Semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair sejenis

memiliki tekanan yang sama"

secara matematis ditulis :

Hukum Pascal

Hukum pascal menyatakan bahwa "tekanan yang diberikan pada suatu

cairan pada ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar

yang sama pada semua titik dalam cairan dan dinding bejana".

Secara matematis ditulis :

Sehingga :

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

89

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Kooperatif tipe STAD (Students Team Achievement Division)

disertai LKS berbasis multirepresentasi

Metode : ceramah, diskusi, tanya-jawab, dan penugasan (dengan LKS

berbasis multirepresentasi)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Media : LKS Berbasis Multirepresentasi

2. Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas X program peminatan

Ilmu Alam

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Minggu lalu kita telah mempelajari tentang tekanan, masih ingatkah apa itu tekanan? Motivasi: Pernakah kalian melihat alat hidrolik di tempat pencucian mobil? Mobil dapat dinaikkan di atas penghisap, mengapa demikian? Nah, itulah yang kita pelajari pada bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru memberikan pertanyaan mengenai salah satu contoh penggunan hukum pascal dalam kehidupan sehari-hari dan siswa menjawab pertanyaan yang telah diberikan sesuai dengan pengetahuannya

2 menit

2. Fase 2 Mengamati: 13 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

90

Menyajikan/ menyampaikan informasi

Siswa diminta mendengarkan penjelasan dari guru tentang hukum utama hidrostatika dan hukum pascal sebelum mengerjakan LKS.

3. Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok

Menanya Guru membagikan LKS/ LT kepada siswa yang telah duduk sesuai kelompok dan menjelaskan prosedur pengerjaan LKS berbasis multirepresentasi. Siswa diminta untuk menanyakan hal yang dapat ditanyakan berdasarkan pemahaman gambar yang ada pada LKS.

5 menit

4. Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Mencoba Siswa secara berkelompok untuk menganalisis persamaan tekanan berdasarkan hukum pokok hidrostatika dan hukum pascal sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi Mengasosiasikan Dengan bimbingan guru terbatas, siswa membuat grafik dengan menganalisis hubungan-hubungan besaran yang ada pada tiap persamaan berdasarkan hukum pokok hidrostatika dan hukum pascal sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi

50 menit

5. Fase 5 Evaluasi

Mengkomunikasikan Siswa mempresentasikan hasil diskusinya kemudian bersama-sama guru mengevaluasi hasil percobaannya

10 menit

6. Fase 6 Memberikan penghargaan

Guru memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

Hukum Pokok hidrostatika dan Hukum Pascal 5 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

91

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

(Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Hukum Pokok Hidrostatika dan Hukum Pascal

Time : 2 x 45 Menit

A. Hukum Pokok Hidrostatika

Hukum Pokok Hidrostatika menyatakan bahwa:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.5 Tekanan sebuah bejana pada setiap titik

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menjelaskan Hukum

Pokok Hidrostatika.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pokok

Hidrostatika pada pipa U.

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menjelaskan Hukum

Pascal.

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pascal.

Group :

“Semua titik yang terletak pada bidang datar yang sama di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama.”

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Pada gambar di atas berdasarkan Hukum Pokok Hidrostatika maka pada setiap titik A,

titik B, dan titik C besarnya sama sehingga dapat ditulis:

Penerapan Hukum Pokok Hidrostatika ada pada bejana berhubungan seperti pipa U.

Perthatikan gambar di bawah ini!

Gambar 6.6 Dua zat cair yang berbeda massa jenis dalam pipa U

Dari gambar 6.6, Zat cair yang sudah diketahui massa jenisnya ( ρ2) dimasukkan dalam

pipa U, kemudian zat cair yang akan dicari massa jenisnya ( ρ1) dituangkan pada kaki

yang lain setinggi h1. Adapun h2 adalah tinggi zat cair mula-mula, diukur dari garis batas

kedua zat cair. Berdasarkan Hukum Pokok Hidrostatika, maka :

Dari persamaan di atas maka didapatkan pernyataan:

1. Makin dalam letak suatu benda di dalam zat cair maka tekanan hidrostatika yang

diperoleh akan .....................................

2. Makin besar massa jenis suatu zat cair maka makin .................................... tekanan

hidrostatiknya.

.....................................................................

.....................................................................

.....................................................................

𝑃𝐴 = 𝑃𝐵

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari pernyataan di atas dapat dibuat grafik hubungan letak benda dalam zat cair terhadap

tekanan hidrostatiknya yaitu sebagai berikut:

Sedangkan grafik hubungan massa jenis suatu zat cai terhadap tekanan hidrostatiknya

adalah sebagai berikut:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

B. Hukum Pascal

Perharikan gambar berikut ini!

Gambar 6.7 Piston yang ditekan

Dari gambar di atas dapat dikemukakan bunyi Hukum Pascal adalah sebagai berikut:

Penerapan sederhana dari hukum Pascal adalah dongkrak hidrolik seperti gambar di

bawah ini:

Gambar 6.8 Prinsip kerja dongkrak hidrolik

Dari gambar 6.8 di atas dongkrak hidrolik menggunakan penerapan dari hukum Pascal

sehingga dapat dijelaskan sebagai berikut:

“Tekanan yang diberikan kepada fluida di dalam ruangan tertutup

akan diteruskan sama besar ke segala arah”

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari penjelasan di atas maka berdasarkan hukum Pascal, maka akan didapatkan

persamaan berikut:

Persamaan di atas menyatakan bahwa perbandingan gaya sama dengan permbandingan

luas penghisap.

Jika penampang dongkrak hidrolik berbentuk silinder dengan diameter yang diketahui

misalnya penghisap 1 berdiameter D1 dan penampang 2 berdiameter D2 maka:

Persamaan di atas menyatakan bahwa perbandingan gaya sama dengan perbandingan

kuadrat diameter penghisap.

𝑃𝐴 = 𝑃𝐵

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

𝑃𝐴 = 𝑃𝐵

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

................................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah pipa U mula-mula diisi dengan air yang massa jenisnya 1000 kg/m-3

kemudian pada salah satu pipa dituangkan minyak goreng sehingga posisi stabil

dengan tinggi kolom minyak 8 cm dan kolom air 5 cm.

a. Gambarkan pipa U sesuai dengan keterangan di atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap kolom pipa U?

c. Tentukan massa jenis minyak goreng!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik terhadap massa jenisnya!

2. Luas penampang dongkrak hidrolik masing-masing 0,04 m2dan 0,10 m2 dengan gaya

masukan adalah 5 Newton.

a. Gambarkan gambaran sederhana dongkrak hidrolik berdasarkan keterangan di

atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap penghisap dongkrak hidrolik berdasarkan hukup

pascal?

c. Tentukan gaya keluaran maksimum yang dapat diberikan!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya terhadap luas penampang!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Hukum Pokok Hidrostatika dan Hukum Pascal

Time : 2 x 45 Menit

A. Hukum Pokok Hidrostatika

Hukum Pokok Hidrostatika menyatakan bahwa:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.5 Tekanan sebuah bejana pada setiap titik

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menjelaskan Hukum

Pokok Hidrostatika.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pokok

Hidrostatika pada pipa U.

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menjelaskan Hukum

Pascal.

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pascal.

Group :

“Semua titik yang terletak pada bidang datar yang sama di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama.”

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Pada gambar di atas berdasarkan Hukum Pokok Hidrostatika maka pada setiap titik A,

titik B, dan titik C besarnya sama sehingga dapat ditulis:

Penerapan Hukum Pokok Hidrostatika ada pada bejana berhubungan seperti pipa U.

Perthatikan gambar di bawah ini!

Gambar 6.6 Dua zat cair yang berbeda massa jenis dalam pipa U

Dari gambar 6.6, Zat cair yang sudah diketahui massa jenisnya ( ρ2) dimasukkan dalam

pipa U, kemudian zat cair yang akan dicari massa jenisnya ( ρ1) dituangkan pada kaki

yang lain setinggi h1. Adapun h2 adalah tinggi zat cair mula-mula, diukur dari garis batas

kedua zat cair. Berdasarkan Hukum Pokok Hidrostatika, maka :

Dari persamaan di atas maka didapatkan pernyataan:

1. Makin dalam letak suatu benda di dalam zat cair maka tekanan hidrostatika yang

diperoleh akan semakin besar

2. Makin besar massa jenis suatu zat cair maka makin besar tekanan hidrostatiknya.

𝑃𝐴 = 𝑃𝐵 = 𝑃𝐶 = 𝜌𝑔ℎ

𝑃𝐴 = 𝑃𝐵

𝜌𝐴 𝑔 ℎ𝐴 = 𝜌𝐵 𝑔 ℎ𝐵

𝜌𝐴 ℎ𝐴 = 𝜌𝐵 ℎ𝐵

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari pernyataan di atas dapat dibuat grafik hubungan letak benda dalam zat cair terhadap

tekanan hidrostatiknya yaitu sebagai berikut:

Sedangkan grafik hubungan massa jenis suatu zat cai terhadap tekanan hidrostatiknya

adalah sebagai berikut:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

B. Hukum Pascal

Perharikan gambar berikut ini!

Gambar 6.7 Piston yang ditekan

Dari gambar di atas dapat dikemukakan bunyi Hukum Pascal adalah sebagai berikut:

Penerapan sederhana dari hukum Pascal adalah dongkrak hidrolik seperti gambar di

bawah ini:

Gambar 6.8 Prinsip kerja dongkrak hidrolik

Dari gambar 6.8 di atas dongkrak hidrolik menggunakan penerapan dari hukum Pascal

sehingga dapat dijelaskan sebagai berikut:

“Tekanan yang diberikan kepada fluida di dalam ruangan tertutup

akan diteruskan sama besar ke segala arah”

Apabila pengisap 1 ditekan dengan gaya F1, maka zat cair menekan ke atas dengan

gaya pA1. Tekanan ini akan diteruskan ke penghisap 2 yang besarnya pA2

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari penjelasan di atas maka berdasarkan hukum Pascal, maka akan didapatkan

persamaan berikut:

Persamaan di atas menyatakan bahwa perbandingan gaya sama dengan permbandingan

luas penghisap.

Jika penampang dongkrak hidrolik berbentuk silinder dengan diameter yang diketahui

misalnya penghisap 1 berdiameter D1 dan penampang 2 berdiameter D2 maka:

Persamaan di atas menyatakan bahwa perbandingan gaya sama dengan perbandingan

kuadrat diameter penghisap.

𝑃1 = 𝑃2

𝐹1𝐴1

=𝐹2𝐴2

𝐹1 =𝐴1

𝐴2× 𝐹2

𝑃1 = 𝑃2

𝐹1𝐴1

=𝐹2𝐴2

𝐹1 =𝐴1

𝐴2× 𝐹2

𝐹1 =

14𝜋𝐷1

2

14𝜋𝐷2

2𝐹2

𝐹1 =𝐷1

2

𝐷22 𝐹2

𝐹1 = 𝐷1

𝐷2 2

× 𝐹2

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah pipa U mula-mula diisi dengan air yang massa jenisnya 1000 kg/m-3

kemudian pada salah satu pipa dituangkan minyak goreng sehingga posisi stabil

dengan tinggi kolom minyak 8 cm dan kolom air 5 cm.

a. Gambarkan pipa U sesuai dengan keterangan di atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap kolom pipa U?

c. Tentukan massa jenis minyak goreng!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik terhadap massa jenisnya!

2. Luas penampang dongkrak hidrolik masing-masing 0,04 m2dan 0,10 m2 dengan gaya

masukan adalah 5 Newton.

a. Gambarkan gambaran sederhana dongkrak hidrolik berdasarkan keterangan di

atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap penghisap dongkrak hidrolik berdasarkan hukup

pascal?

c. Tentukan gaya keluaran maksimum yang dapat diberikan!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya terhadap luas penampang!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

104

LAMPIRAN J1.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : III

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

105

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang,

tenggelam).

3) Menganalisis peristiwa tegangan permukaan.

4) Menentukan persamaan kecepatan terminal pada fluida kental sesuai

Hukum Stokes.

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan gaya Archimedes terhadap volume

benda.

2) Menggambarkan grafik hubungan gaya hambat terhadap kecepatan

terminal zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

106

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang,

tenggelam).

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menganalisis peristiwa tegangan permukaan..

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan persamaan kecepatan terminal pada fluida kental sesuai

Hukum Stokes.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya Archimedes terhadap volume

benda.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya hambat terhadap kecepatan

terminal zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

107

E. Materi Pembelajaran

Bunyi Hukum Archimedes adalah sebagai berikut:

Besarnya gaya archimedes:

Maka berdasarkan hukum Archimedes, penurunan matematis persamaan

archimedes adalah sebagai berikut:

Terapung, Melayang, dan Tenggelam

1. Terapung

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.10 Benda terapung di air

“Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan

mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama

dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda”

𝐹𝐴 𝑤𝐶

𝐹𝐴 𝑚𝐶𝑔

𝐹𝐴 𝜌𝑐𝑉𝐶𝑔

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

108

Dari gambar di atas, suatu benda dikatakan terapung jika massa jenis

benda lebih kecil dari pada massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan:

2. Melayang

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.11 Benda melayang di dalam suatu zat cair

Dari gambar 6.11, suatu benda dikatakan melayang jika massa jenis benda

sama dengan massa jenis suatu zat cair, sehingga dapat dituliskan :

3. Tenggelam

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.12 Benda yang tenggelam dalam zat cair

Dari gambar di atas, benda dikatakan tenggelam jika massa jenis benda

lebih besar dibanding dengan massa jenis zat cair, sehingga dapat

dituliskan sebagai berikut:

A. Tegangan Permukaan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

109

𝛾 𝐹

2𝑙

Tegangan permukaan zat cair adalah kecenderungan permukaan zat cair

untuk menegang, sehingga permukaanya seperti ditutupi oleh suatu lapisan

elastis. Tegangan permukaan dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini!

Gambar 6.13 Tegangan permukaan pada zat cair

Tegangan permukaan (γ) didefiniskan sebagai perbandingan antara gaya

tegangan permukaan (F) dan panjang permukaan (2l) tempat gaya itu bekerja,

sehingga secara matematis dapat dituliskan:

Dengan:

l = panjang kawat meter (m)

F = .Gaya tegangan permukaan newton (N)

γ = Tegangan permukaan N/m

Hukum Stokes

Menurut Sir George Stokes, gaya hambat Fs yang dialami bola berjari-jari r

yang bergerak dengan laju konstan v dalam fluida yang memiliki koefisien

viskositas η adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.14 Bola yang dimasukkan ke dalam fluida kental

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

110

Sehingga kecepatan terminal bola dapat dirumuskan sebagai berikut:

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Kooperatif tipe STAD (Students Team Achievement Division)

disertai LKS berbasis multirepresentasi

Metode : ceramah, diskusi, tanya-jawab, dan penugasan (dengan LKS

berbasis multirepresentasi)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Media : LKS Berbasis Multirepresentasi

2. Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas X program peminatan

Ilmu Alam

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Minggu lalu kita telah mempelajari tentang hukum hidrostatika dan hukum Pascal, masih ingatkan bagaimana aplikasi hukum pascal pada dongkrak hidrolik? Motivasi: Pernahkah kalian berenang? Ketika kalian berada di dalam air kamu merasakan tubuhmu menjadi lebih ringan, jika kamu berada di kolam yang kedalamannya sama dengan tinggi badanmu maka secara otomatis badanmu akan mengapung. Mengapa hal itu dapat terjadi? Nah, itulah yang kita pelajari pada bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

𝑣 9𝑟2𝑔 𝜌 𝜌

0

2𝜂

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

111

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1.

Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru memberikan pertanyaan apa yang mempengaruhi benda dapat tenggelam, terapung, dan melayang, sedangkan siswa menjawab pertanyaan sesuai kemapuan yang dimiliki siswa

2 menit

2. Fase 2 Menyajikan/ menyampaikan informasi

Mengamati: Siswa mendengarkan uraian singkat mengenai bunyi Hukum Archimedes dan hukum stokes melalui penjelasan guru.

13 menit

3. Fase 3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok

Menanya Guru membagikan LKS/ LT kepada siswa yang telah duduk sesuai kelompok dan menjelaskan prosedur pengerjaan LKS berbasis multirepresentasi. Siswa diminta untuk menanyakan hal yang dapat ditanyakan berdasarkan pemahaman gambar yang ada pada LKS.

5 menit

4. Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Mencoba Siswa secara berkelompok menganalisis aplikasi hukum Archimedes dan tegangan permukaan sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi Mengasosiasikan Dengan bimbingan guru terbatas, siswa membuat grafik dengan menganalisis hubungan-hubungan besaran yang ada pada tiap persamaan berdasarkan hukum Archimedes dan tegangan permukaan sesuai dengan LKS berbasis multirepresentasi

50 menit

5. Fase 5 Evaluasi

Mengkomunikasikan Siswa mempresentasikan hasil diskusinya kemudian bersama-sama

10 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

112

guru mengevaluasi hasil percobaannya

6. Fase 6 Memberikan penghargaan

Guru memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

hukum Archimedes dan tegangan permukaan. 5 menit

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

(Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Hukum Archimedes dan Tegangan Permukaan

Time : 2 x 45 Menit

A. Hukum Archimedes

Bunyi Hukum Archimedes adalah sebagai berikut:

Perhatikan gambar berikut!

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung,

melayang, tenggelam).

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menganalisis peristiwa

tegangan permukaan..

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan kenaikan permukaan zat cair dalam pipa

kapiler.

Group :

“Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan

mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama

dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda”

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Gambar 6.9 Berat batu di udara berbeda dengan batu di dalam air

Dari gambar 6.9, didapat bahwa volume batu ............................. dengan air yang tumpah,

sehingga didapat:

Maka berdasarkan hukum Archimedes, penurunan matematis persamaan archimedes

adalah sebagai berikut:

B. Terapung, Melayang, dan Tenggelam

1. Terapung

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.10 Benda terapung di air

Dari gambar di atas, suatu benda dikatakan terapung jika massa jenis benda lebih

kecil dari pada massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan:

2. Melayang

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.11 Benda melayang di dalam suatu zat cair

𝐹𝐴 𝑤𝐶

.....................................................................................

.....................................................................................

.....................................................................................

.....................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

𝛾 ⬚

Dari gambar 6.11, suatu benda dikatakan melayang jika massa jenis benda sama

dengan massa jenis suatu zat cair, sehingga dapat dituliskan :

3. Tenggelam

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.12 Benda yang tenggelam dalam zat cair

Dari gambar di atas, benda dikatakan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar

dibanding dengan massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:

C. Tegangan Permukaan

Tegangan permukaan zat cair adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk

menegang, sehingga permukaanya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Tegangan

permukaan dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini!

Gambar 6.13 Tegangan permukaan pada zat cair

Tegangan permukaan (γ) didefiniskan sebagai perbandingan antara gaya tegangan

permukaan (F) dan panjang permukaan (2l) tempat gaya itu bekerja, sehingga secara

matematis dapat dituliskan:

Dengan:

.... = panjang kawat ......

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

.... = .................................. newton (N)

γ = .................................. ......

Dari persamaan di atas didapatkan hubungan bahwa:

1. Tegangan permukaan (sebanding/ berbanding terbalik) terhadap gaya tegangan.

2. Tegangan permukaan (sebanding/ berbanding terbalik) terhadap panjang permukaan

tempat gaya itu bekerja.

Hubungan-hubungan di atas dapat dibuat grafiknya seperti di bawah ini:

D. Hukum Stokes

Menurut Sir George Stokes, gaya hambat Fs yang dialami bola berjari-jari r yang

bergerak dengan laju konstan v dalam fluida yang memiliki koefisien viskositas η adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.14 Bola yang dimasukkan ke dalam fluida kental

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari gambar di atas, kelereng tersebut di dalam fluida akan semakin membesar sampai

mencapai kecepatan maksimal yang nilainya tetap. Kecepatan inilah yang disebut dengan

kecepatan terminal. Dalam peristiwa benda dijatuhkan dalam fluida terlibat beberapa

gaya diantaranya gaya gesek fluida (hukum stokes), gaya berat, dan gaya tekan ke atas

dengan rumus masing-masing gaya adalah sebagai berikut:

1. Gaya Archimedes (Fa) =

2. Gaya Stokes (Fs) =

3. Gaya berat bola (w) =

Sehingga kecepatan terminal dapat dirumuskan sebagai berikut:

Σ𝐹 0

𝐹𝑎 + 𝐹𝑠 𝑤 0

𝐹𝑎 + 𝐹𝑠 𝑤

.........................................................................................

.........................................................................................

.........................................................................................

.........................................................................................

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah bola dengan volume 32 cm² mengapung dipermukaan air dengan setengah

bagian di bawah permukaan air. (massa jenis air adalah 1000 kg/m³).

a. Gambarkan gaya yang terjadi pada benda yang mengapung seperti pernyataan di

atas.

b. Mengapa bola tersebut mengapung?

c. Tentukan massa bola!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya dengan volume benda!

2. Sebuah kelereng memiliki massa jenis 0,9 g/cm3 yang jari-jarinya 1,5 cm dijatuhkan

bebas dalam sebuah tabung yang berisi oli yang memiliki massa jenis 0,8 g/cm3 dan

koefisien viskositas 0,03 Pa.

a. Gambarkan gaya yang terjadi pada kelereng yang dijatuhkan bebas

b. Apa saja yang mempengaruhi besarnya suatu viskositas

c. Tentukan kecepatan terminal kelereng tersebut

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

1. 2. 3. 4. 5.

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ 2

Topik : Hukum Archimedes dan Tegangan Permukaan

Time : 2 x 45 Menit

A. Hukum Archimedes

Bunyi Hukum Archimedes adalah sebagai berikut:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.9 Berat batu di udara berbeda dengan batu di dalam air

Tujuan Pembelajaran:

1) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung,

melayang, tenggelam).

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis

multirepresentasi, siswa dapat menganalisis peristiwa

tegangan permukaan..

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menentukan kenaikan permukaan zat cair dalam pipa

kapiler.

Group :

“Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan

mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama

dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda”

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari gambar 6.9, didapat bahwa volume batu sama dengan air yang tumpah, sehingga

didapat:

Maka berdasarkan hukum Archimedes, penurunan matematis persamaan archimedes

adalah sebagai berikut:

B. Terapung, Melayang, dan Tenggelam

1. Terapung

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.10 Benda terapung di air

Dari gambar di atas, suatu benda dikatakan terapung jika massa jenis benda lebih

kecil dari pada massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan:

2. Melayang

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.11 Benda melayang di dalam suatu zat cair

𝐹𝐴 𝑤𝐶

𝐹𝐴 𝑚𝐶𝑔

𝐹𝐴 𝜌𝑐𝑉𝐶𝑔

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

𝛾 𝐹

2𝑙

Dari gambar 6.11, suatu benda dikatakan melayang jika massa jenis benda sama

dengan massa jenis suatu zat cair, sehingga dapat dituliskan :

3. Tenggelam

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.12 Benda yang tenggelam dalam zat cair

Dari gambar di atas, benda dikatakan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar

dibanding dengan massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:

C. Tegangan Permukaan

Tegangan permukaan zat cair adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk

menegang, sehingga permukaanya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Tegangan

permukaan dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini!

Gambar 6.13 Tegangan permukaan pada zat cair

Tegangan permukaan (γ) didefiniskan sebagai perbandingan antara gaya tegangan

permukaan (F) dan panjang permukaan (2l) tempat gaya itu bekerja, sehingga secara

matematis dapat dituliskan:

Dengan:

l = panjang kawat meter (m)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

F = .Gaya tegangan permukaan newton (N)

γ = Tegangan permukaan N/m

Dari persamaan di atas didapatkan hubungan bahwa:

1. Tegangan permukaan (sebanding/ berbanding terbalik) terhadap gaya tegangan.

2. Tegangan permukaan (sebanding/ berbanding terbalik) terhadap panjang permukaan

tempat gaya itu bekerja.

Hubungan-hubungan di atas dapat dibuat grafiknya seperti di bawah ini:

D. Hukum Stokes

Menurut Sir George Stokes, gaya hambat Fs yang dialami bola berjari-jari r yang

bergerak dengan laju konstan v dalam fluida yang memiliki koefisien viskositas η adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.14 Bola yang dimasukkan ke dalam fluida kental

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

Dari gambar di atas, kelereng tersebut di dalam fluida akan semakin membesar sampai

mencapai kecepatan maksimal yang nilainya tetap. Kecepatan inilah yang disebut dengan

kecepatan terminal. Dalam peristiwa benda dijatuhkan dalam fluida terlibat beberapa

gaya diantaranya gaya gesek fluida (hukum stokes), gaya berat, dan gaya tekan ke atas

dengan rumus masing-masing gaya adalah sebagai berikut:

1. Gaya Archimedes (Fa) =

2. Gaya Stokes (Fs) =

3. Gaya berat bola (w) =

Sehingga kecepatan terminal bola dapat dirumuskan sebagai berikut:

Σ𝐹 0

𝐹𝑎 + 𝐹𝑠 𝑤 0

𝐹𝑎 + 𝐹𝑠 𝑤

4

3𝜋𝑟 𝜌 𝑔+ 𝜋𝜂𝑟𝑣

4

3𝜋𝑟 𝜌𝑔

𝜋𝜂𝑟𝑣 4

3𝜋𝑟 𝜌𝑔

4

3𝜋𝑟 𝜌 𝑔

𝜋𝜂𝑟𝑣 4

3𝜋𝑟 𝑔 𝜌 𝜌

𝑣 9𝑟2𝑔 𝜌 𝜌

0

2𝜂

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Fluida statik 2016

LATIHAN 1

Petunjuk: Silahkan Anda mengerjakan di buku latihan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini!

1. Sebuah bola dengan volume 32 cm² mengapung dipermukaan air dengan setengah

bagian di bawah permukaan air. (massa jenis air adalah 1000 kg/m³).

a. Gambarkan gaya yang terjadi pada benda yang mengapung seperti pernyataan di

atas.

b. Mengapa bola tersebut mengapung?

c. Tentukan massa bola!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya dengan volume benda!

2. Sebuah kelereng memiliki massa jenis 0,9 g/cm3 yang jari-jarinya 1,5 cm dijatuhkan

bebas dalam sebuah tabung yang berisi oli yang memiliki massa jenis 0,8 g/cm3 dan

koefisien viskositas 0,03 Pa.

a. Gambarkan gaya yang terjadi pada kelereng yang dijatuhkan bebas

b. Apa saja yang mempengaruhi besarnya suatu viskositas

c. Tentukan kecepatan terminal kelereng tersebut

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

125

LAMPIRAN K1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS KONTROL

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : I

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

126

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menentukan formulasi tekanan

2) Menentukan formulasi tekanan hidrostatik

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan tekanan pada suatu benda dengan

gaya dan luas permukaan benda.

2) Menggambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik terhadap

kedalaman fluida.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

127

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menentukan formulasi tekanan.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan formulasi tekanan hidrostatik.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan tekanan dengan gaya dan luas

permukaan benda.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik dengan

kedalaman fluida.

E. Materi Pembelajaran

Tekanan adalah salah satu besaran fisika yang menyatakan gaya persatuan

luas permukaan.

Keterangan:

P = tekanan (N/m2 atau Pascal).

F = gaya (N).

A = luas permukaan (m2).

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang terjadi didalam zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

128

Keterangan:

P = tekanan hidostatis (Pa).

ρ = massa jenis zat cair (kg/m3).

g = percepatan gravitasi (10 m/s2).

h = kedalaman (m)

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : DI

Metode : ceramah, tanya-jawab, dan penugasan (PS/ PR)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Media : Papan Tulis dan spidol.

Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas X program peminatan Ilmu

Alam

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Pernahkah kalian berenang? Bagaimana kondisi badan kalian saat berenang semakin dalam? Motivasi: Saat kita berenang semakin dalam badan kita akan terasa semakin tertekan, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Itulah yang akan kita bahasa dalam bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan

Mengamati: Siswa diminta untuk mendengarkan penjelasan materi

25 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

129

keterampilan tentang tekanan dan tekanan hidrostatik Siswa mengamati beberapa rumus untuk menghitung besarnya tekanan dan tekanan hidrostatik Menanya Siswa menanyakan cara untuk menghitung besarnya tekanan hidrostatik

2. Fase 3 Membimbing pelatihan

Mencoba Guru memberikan beberapa latihan soal berdasarkan penjelasan yang telah diberikan tentang tekanan dan tekanan hidrostatik Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan bimbingan guru. Mengasosiasikan Siswa menganalisis pekerjaannya dengan bimbingan guru

30 menit

3. Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan

Mengkomunikasikan Siswa diminta untuk menuliskan hasil pekerjaannya pada papan tulis dan menjelaskan secara singkat. Guru mengecek hasil pekejaan siswa dan memberikan evaluasi

25 menit

4. Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Guru memberikan tugas terstruktur untuk dikerjakan di rumah

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

tekanan dan tekanan hidrostatik 5 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

130

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

(Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

131

LAMPIRAN K2.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS KONTROL

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : II

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

132

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menjelaskan Hukum Pokok Hidrostatika

2) Menganalisis aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U

3) Menjelaskan Hukum Pascal

4) Menganalisis aplikasi Hukum Pascal

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan massa jenis suatu zat pada pipa U

terhadap ketinggian zat cair.

2) Menggambarkan grafik hubungan gaya pada alat penghisap terhadap

luas penampang penghisap berdasarkan konsep Hukum Pascal.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

133

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis multirepresentasi,

siswa dapat menjelaskan Hukum Pokok Hidrostatika.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U.

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menjelaskan Hukum Pascal.

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi Hukum Pascal.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan menggambarkan grafik hubungan massa jenis suatu

zat pada pipa U terhadap ketinggian zat cair.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya pada alat penghisap terhadap

luas penampang penghisap berdasarkan konsep Hukum Pascal.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

134

E. Materi Pembelajaran

Hukum Utama Hidrostatika

"Semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair sejenis

memiliki tekanan yang sama"

secara matematis ditulis :

Hukum Pascal

Hukum pascal menyatakan bahwa "tekanan yang diberikan pada suatu

cairan pada ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar

yang sama pada semua titik dalam cairan dan dinding bejana".

Secara matematis ditulis :

Sehingga :

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

135

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : DI

Metode : ceramah, tanya-jawab, dan penugasan (PS/ PR)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Media : papan tulis dan spidol

Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas XI program peminatan Ilmu

Alam

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Minggu lalu kita telah mempelajari tentang tekanan, masih ingatkah apa itu tekanan? Motivasi: Pernakah kalian melihat alat hidrolik di tempat pencucian mobil? Mobil dapat dinaikkan di atas penghisap, mengapa demikian? Nah, itulah yang kita pelajari pada bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan

Mengamati: Siswa diminta untuk mendengarkan penjelasan materi tentang Hukum pokok hidrostatika dan hukum Pascal. Siswa mengamati beberapa rumus untuk menghitung tinggi zat cair, gaya tekan pada penghisap dan luas penampang penghisap. Menanya Siswa menanyakan cara untuk

25 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

136

menghitung tinggi zat cair, gaya tekan pada penghisap dan luas penampang penghisap.

2. Fase 3 Membimbing pelatihan

Mencoba Guru memberikan beberapa latihan soal berdasarkan penjelasan yang telah diberikan tentang hukum pokok hidrostaika dan hukum Pascal Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan bimbingan guru. Mengasosiasikan Siswa menganalisis pekerjaannya dengan bimbingan guru

30 menit

3. Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan

Mengkomunikasikan Siswa diminta untuk menuliskan hasil pekerjaannya pada papan tulis dan menjelaskan secara singkat. Guru mengecek hasil pekejaan siswa dan memberikan evaluasi

25 menit

4. Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Guru memberikan tugas terstruktur untuk dikerjakan di rumah

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

Hukum Pokok hidrostatika dan Hukum Pascal 5 menit

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

137

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

(Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

138

LAMPIRAN K3.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : X / Genap

Pertemuan ke - : III

Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 1 x tatap muka)

==========================================================

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disipli, tanggung jawab,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif,

proaktif, dan menjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial

dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam

pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja

yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara

mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan

pengukurannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

139

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur;

teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi

3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-

hari

4.7 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang memanfaatkan sifat-

sifat fluida untuk mempermudah suatu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Sikap Spiritual

1) Menyadari bahwa peristiwa fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Mengagumi kebesaran Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik

2. Sikap Sosial

1) Memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; teliti;

kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam melakukan percobaan dan

berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang,

tenggelam).

3) Menganalisis peristiwa tegangan permukaan.

4) Menentukan persamaan kecepatan terminal pada fluida kental sesuai

Hukum Stokes.

4. Keterampilan

1) Menggambarkan grafik hubungan gaya Archimedes terhadap volume

benda.

2) Menggambarkan grafik hubungan gaya hambat terhadap kecepatan

terminal zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

140

D. Tujuan Pembelajaran

1. Sikap Spiritual

1) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa menyadari bahwa peristiwa

fluida merupakan ciptaan Tuhan.

2) Melalui diskusi dan penjelasan, siswa dapat mengagumi kebesaran

Tuhan yang mengatur keteraturan fluida statik.

2. Sikap Sosial

1) Melalui diskusi, siswa memiliki perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; teliti; kritis) dalam aktivitas sehari-hari dalam

melakukan percobaan dan berdiskusi.

3. Pengetahuan

1) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang,

tenggelam).

3) Melalui tugas dengan membaca LKS berbasis multirepresentasi, siswa

dapat menganalisis peristiwa tegangan permukaan..

4) Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menentukan persamaan kecepatan terminal pada fluida kental sesuai

Hukum Stokes.

4. Keterampilan

1) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya Archimedes terhadap volume

benda.

2) Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat

menggambarkan grafik hubungan gaya hambat terhadap kecepatan

terminal zat cair.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

141

E. Materi Pembelajaran

Bunyi Hukum Archimedes adalah sebagai berikut:

Besarnya gaya archimedes:

Maka berdasarkan hukum Archimedes, penurunan matematis persamaan

archimedes adalah sebagai berikut:

Terapung, Melayang, dan Tenggelam

1. Terapung

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.10 Benda terapung di air

Dari gambar di atas, suatu benda dikatakan terapung jika massa jenis

benda lebih kecil dari pada massa jenis zat cair, sehingga dapat dituliskan:

2. Melayang

Perhatikan gambar berikut!

𝐹𝐴 𝑤𝐶

𝐹𝐴 𝑚𝐶𝑔

𝐹𝐴 𝜌𝑐𝑉𝐶𝑔

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

142

𝛾 𝐹

2𝑙

Gambar 6.11 Benda melayang di dalam suatu zat cair

Dari gambar 6.11, suatu benda dikatakan melayang jika massa jenis benda

sama dengan massa jenis suatu zat cair, sehingga dapat dituliskan :

3. Tenggelam

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.12 Benda yang tenggelam dalam zat cair

Dari gambar di atas, benda dikatakan tenggelam jika massa jenis benda

lebih besar dibanding dengan massa jenis zat cair, sehingga dapat

dituliskan sebagai berikut:

A. Tegangan Permukaan

Tegangan permukaan zat cair adalah kecenderungan permukaan zat cair

untuk menegang, sehingga permukaanya seperti ditutupi oleh suatu lapisan

elastis. Tegangan permukaan dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini!

Gambar 6.13 Tegangan permukaan pada zat cair

Tegangan permukaan (γ) didefiniskan sebagai perbandingan antara gaya

tegangan permukaan (F) dan panjang permukaan (2l) tempat gaya itu bekerja,

sehingga secara matematis dapat dituliskan:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

143

Dengan:

l = panjang kawat meter (m)

F = .Gaya tegangan permukaan newton (N)

γ = Tegangan permukaan N/m

Hukum Stokes

Menurut Sir George Stokes, gaya hambat Fs yang dialami bola berjari-jari r

yang bergerak dengan laju konstan v dalam fluida yang memiliki koefisien

viskositas η adalah:

Perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.14 Bola yang dimasukkan ke dalam fluida kental

Sehingga kecepatan terminal bola dapat dirumuskan sebagai berikut:

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Konvensional

Metode : ceramah, tanya-jawab, dan penugasan (PS/ PR)

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Media : papan tulis dan spidol

Sumber Belajar : Buku Fisika SMA kelas XI program peminatan Ilmu

Alam

𝑣 9𝑟2𝑔 𝜌 𝜌

0

2𝜂

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

144

H. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi kepada

siswa. Apersepsi: Minggu lalu kita telah mempelajari tentang hukum hidrostatika dan hukum Pascal, masih ingatkan bagaimana alikasi hukum pascal pada dingkrak hidorolik? Motivasi: Pernahkah kalian berenang? Ketika kalian berada di dalam air kamu merasakan tubuhmu menjadi lebih ringan, jika kamu berada di kolam yang kedalamannya sama dengan tinggi badanmu maka secara otomatis badanmu akan mengapung. Mengapa hal itu dapat terjadi? Nah, itulah yang kita pelajari pada bab ini.

3 menit

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2 menit

2. Kegiatan Inti ( 80 menit)

No Sintak Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan

Mengamati: Siswa diminta untuk mendengarkan penjelasan materi tentang Hukum Archimedes dan Hukum Stokes. Siswa mengamati beberapa rumus untuk menghitung besarnya gaya archimedes dan kecepatan terminal Menanya Siswa menanyakan cara untuk menghitung gaya archimedes dan kecepatan terminal

25 menit

2. Fase 3 Membimbing pelatihan

Mencoba Guru memberikan beberapa latihan soal berdasarkan penjelasan yang telah diberikan tentang gaya archimedes dan kecepatan terminal Siswa mengerjakan latihan soal

30 menit

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

145

yang diberikan dengan bimbingan guru. Mengasosiasikan Siswa menganalisis pekerjaannya dengan bimbingan guru

3. Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan

Mengkomunikasikan Siswa diminta untuk menuliskan hasil pekerjaannya pada papan tulis dan menjelaskan secara singkat. Guru mengecek hasil pekejaan siswa dan memberikan evaluasi

25 menit

4. Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Guru memberikan tugas terstruktur untuk dikerjakan di rumah

3. Penutup ( 5 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Guru bersama siswa memberi kesimpulan tentang

hukum Archimedes dan tegangan permukaan. 5 menit

I. Penilaian

1. Penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan (post tes),

dan penilaian keterampilan (penilaian aktivitas).

2. Jenis penilaian (terlampir).

3. Bentuk penilaian (terlampir).

4. Pedoman penilaian (terlampir).

Jember, 4 Februari 2016

Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

(Dra. Eny Setyowati) ( Agusta Ayudya Aryanti )

NIP. 196311221994032006 NIM.090201012070

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

146

LAMPIRAN L. KISI – KISI POST-TEST

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA)

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/ Genap

Banyak Soal : 5 soal

Jenis Soal : Essay

Kompetensi Dasar : 3.7 Menerapkan Hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-hari

Indikator Tujuan

Pembelajaran No Soal

Klasifikasi

Jenis Soal

Bobot Uraian Soal Kunci

Menentukan formulasi tekanan

1. Melalui penjelasan guru dan membaca LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menentukan formulasi tekanan.

2. Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresent

1a – 1d

C2

C6

Essay 20 1. Sebuah balok yang bermassa jenis 5 g/cm3, memiliki panjang, lebar, dan tinggi berturut-turut adalah 100 cm, 50 cm, dan 40 cm. a. Bagaimanakah luas

permukaannya jika kita menginginkan tekanan minimum dan maksimumnya?

b. Gambarkan balok jika kita menginginkan tekanan minimum dan tekanan maksimum yang dapat dilakukan balok pada

a. Jika kita menginginkan

tekanan minimum maka kita menggunakan luas penampang yang maksimum sedangkan jika kita menginginkan tekanan yang maksimum kita menggunakan luas penampang minimum

b. Tekanan minimum

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

147

asi, siswa dapat menggambarkan grafik hubungan tekanan dengan gaya dan luas permukaan benda.

C3

C4

permukaan datar! c. Hitunglah tekanan minimum

dan maksimum yang dapat dilakukan oleh balok!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap luas bidangnya!

Tekanan maksimum

c.

Tekanan minimum

Tekanan Maksimum

d.

P

A

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

148

Menentukan formulasi tekanan hidrostatik

1. Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menentukan formulasi tekanan hidrostatik

2. Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menggambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik dengan kedalaman fluida.

2a – 2d

C6

C3

C2

C4

20 2. Pada suatu tekanan di permukaan danau sebesar 105 Pa, seseorang menyelam mendapatkan tekanan 5 x 105 Pa. a. Gambarkan ilustrasi posisi

penyelam berdasarkan keterangan di atas!

b. Hitunglah kedalaman penyelam jika diukur dari permukaan danau!

c. Bagaimanakah hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air?

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di dalam air!

a. b. Pt = Po + Ph

5.105 Pa = 105 + 1000.10 h 104 h = 4.105 h = 40 meter

c. Hubungan tekanan sebanding terhadap kedalaman

d.

Menganalisis aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U

1. Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menganalisis

3a – 3d

20 3. Sebuah pipa U mula-mula diisi dengan air yang massa jenisnya 1000 kg/m-3 kemudian pada salah satu pipa dituangkan minyak goreng sehingga posisi stabil dengan tinggi kolom minyak 10 cm dan kolom air 4

a. s

Po

Ph

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

149

aplikasi Hukum Pokok Hidrostatika pada pipa U.

2. Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menggambarkan menggambarkan grafik hubungan massa jenis suatu zat pada pipa U terhadap ketinggian zat cair.

C6

C2

C3

C4

cm. a. Gambarkan pipa U sesuai

dengan keterangan di atas! b. Bagaimanakah tekanan pada

tiap kolom pipa U? c. Tentukan massa jenis

minyak goreng! d. Gambarkan grafik hubungan

tekanan hidrostatik terhadap massa jenisnya!

b. Tekanan pada fluida 1 (minyak) = tekanan pada air

c.

d.

Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pascal

1. Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menganalisis aplikasi Hukum Pascal

4a – 4d

C4

C2

20 4. Luas penampang dongkrak hidrolik masing-masing 0,04 m2dan 0,10 m2 dengan gaya masukan adalah 5 Newton. a. Gambarkan gambaran

sederhana dongkrak hidrolik berdasarkan keterangan di atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada

a. A

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

150

2. Melalui diskusi dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menggambarkan grafik hubungan gaya pada alat penghisap terhadap luas penampang penghisap berdasarkan konsep Hukum Pascal

C3

C4

tiap penghisap dongkrak hidrolik berdasarkan hukup pascal?

c. Tentukan gaya keluaran maksimum yang dapat diberikan!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya terhadap luas penampang!

b. Tekanan pada hidrolik diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama

c.

d.

1) Menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2) Menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang, tenggelam).

1. Melalui tugas dengan LKS berbasis multirepresentasi, siswa dapat menentukan penurunan matematis hukum Archimedes.

2. Melalui tugas dengan LKS berbasis

5a – 5d

C4

C2

C3 C4

20 5. Sebuah bola dengan volume 32 cm² mengapung dipermukaan air dengan setengah bagian di bawah permukaan air. (massa jenis air adalah 1000 kg/m³). a. Gambarkan gaya yang

terjadi pada benda yang mengapung seperti pernyataan di atas.

b. Mengapa bola tersebut mengapung?

c. Tentukan massa bola! d. Gambarkan grafik hubungan

gaya dengan volume benda!

a. S

b. Karena massa jenis bola leboh kecil daripada air.

c. FA = w 1.16 = ρb 32 ρb = 0,5 g/cm3 m = ρb Vb m = 0,5 . 32 = 16 gram

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

151

multirepresentasi, siswa dapat menganalisis aplikasi hukum Archimedes (terapung, melayang, tenggelam).

d.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

152

LAMPIRAN M. SOAL POST-TEST

Jawablah soal di bawah ini!

1. Sebuah balok yang bermassa jenis 5 g/cm3, memiliki panjang, lebar, dan

tinggi berturut-turut adalah 100 cm, 50 cm, dan 40 cm.

a. Bagaimanakah luas permukaannya jika kita menginginkan tekanan

minimum dan maksimumnya?

b. Gambarkan balok jika kita menginginkan tekanan minimum dan

tekanan maksimum yang dapat dilakukan balok pada permukaan

datar!

c. Hitunglah tekanan minimum dan maksimum yang dapat dilakukan

oleh balok!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap luas bidangnya!

2. Pada suatu tekanan di permukaan danau sebesar 105 Pa, seseorang

menyelam mendapatkan tekanan 5 x 105 Pa.

a. Gambarkan ilustrasi posisi penyelam berdasarkan keterangan di atas!

b. Hitunglah kedalaman penyelam jika diukur dari permukaan danau!

c. Bagaimanakah hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di

dalam air?

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan terhadap kedalaman benda di

dalam air!

3. Sebuah pipa U mula-mula diisi dengan air yang massa jenisnya 1000

kg/m-3 kemudian pada salah satu pipa dituangkan minyak goreng sehingga

posisi stabil dengan tinggi kolom minyak 10 cm dan kolom air 4 cm.

a. Gambarkan pipa U sesuai dengan keterangan di atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap kolom pipa U?

c. Tentukan massa jenis minyak goreng!

d. Gambarkan grafik hubungan tekanan hidrostatik terhadap massa

jenisnya!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

153

4. Luas penampang dongkrak hidrolik masing-masing 0,04 m2dan 0,10 m2

dengan gaya masukan adalah 5 Newton.

a. Gambarkan gambaran sederhana dongkrak hidrolik berdasarkan

keterangan di atas!

b. Bagaimanakah tekanan pada tiap penghisap dongkrak hidrolik

berdasarkan hukup pascal?

c. Tentukan gaya keluaran maksimum yang dapat diberikan!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya terhadap luas penampang!

5. Sebuah bola dengan volume 32 cm² mengapung dipermukaan air dengan

setengah bagian di bawah permukaan air. (massa jenis air adalah 1000

kg/m³).

a. Gambarkan gaya yang terjadi pada benda yang mengapung seperti

pernyataan di atas.

b. Mengapa bola tersebut mengapung?

c. Tentukan massa bola!

d. Gambarkan grafik hubungan gaya dengan volume benda!

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

154

LAMPIRAN N. UJI HOMOGENITAS

Tabel B.1 Daftar Nilai Ulangan Elastisitas Kelas X Mata Pelajaran Fisika SMA Negeri 4 Jember Tahun Ajaran 2015/2016

No Nilai

X MIPA 1 X MIPA 2 X MIPA 3 X MIPA 4

1 80 77 89 53

2 77 85 66 77

3 81 74 66 75

4 90 53 72 95

5 48 49 54 67

6 47 50 80 69

7 53 90 67 54

8 52 80 49 72

9 66 45 90 89

10 67 45 95 80

11 68 96 72 49

12 73 76 80 72

13 77 77 77 64

14 77 60 92 67

15 80 68 85 52

16 96 85 81 90

17 97 50 57 63

18 77 52 68 59

19 80 54 71 61

20 85 77 61 96

21 85 75 52 66

22 66 77 67 66

23 66 60 77 45

24 71 68 75 50

25 80 69 53 87

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

155

26 49 70 66 80

27 52 71 66 53

28 61 80 57 84

29 45 85 87 92

30 75 96 80 85

31 95 77 85 81

32 80 90 74 47

33 80 89 78 79

34 90 70 77 87

35 77 51 51

Uji homogenitas dilakukan dengan bantuan software SPSS 16 dengan

menggunakan Uji One-Way ANOVA dengan prosedur sebagai berikut:

1. Membuka lembar kerja Variable View pada SPSS 16, kemudian membuat

dua variable data pada lembar kerja tersebut.

a. Variable Pertama : Kelas

Tipe Data : Numeric, width 8, Decimal places 0

b. Varibel kedua : Nilai

Tipe Data : Numeric, width 8, Decimal places 0

c. Untuk variabel kelas, pada kolom Values di klik, kemudian akan

keluar tampilan Value Labels.

Pada Bans Value diisi 1 kemudian Value Label diisi kelas X

MIPA 1, kemudian klik Add.

Pada Bans Value diisi 2 kemudian Value Label diisi kelas X

MIPA 2, kemudian klik Add.

Pada Bans Value diisi 3 kemudian Value Label diisi kelas X

MIPA 3, kemudian klik Add.

Pada Bans Value diisi 4 kemudian Value Label diisi kelas X

MIPA 4, kemudian klik Add.

2. Memasukkan semua data pada Data View.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

156

3. Dari baris menu

a. Pilih menu Analyze, pilih submenu Compare Means

b. Pilih menu One-Way ANOVA, klik variable nilai pindahkan ke

Dependent List, klik variable kelas pindahkan ke Factor List

c. Selanjutnya klik Options

d. Pada Statistics, pilih Descriptive dan Homogeneity of variance test,

lalu klik Continue

e. Klik OK

Data yang dihasilkan seperti dibawah ini:

Descriptives

Nilai

N Mean

Std.

Deviation

Std.

Error

95% Confidence

Interval for Mean

Minimum

Maximu

m

Lower

Bound

Upper

Bound

X MIPA 1 35 72.66 14.544 2.458 67.66 77.65 45 97

X MIPA 2 35 70.60 14.979 2.532 65.45 75.75 45 96

X MIPA 3 35 71.91 12.531 2.118 67.61 76.22 49 95

X MIPA 4 34 70.79 15.113 2.592 65.52 76.07 45 96

Total 139 71.50 14.192 1.204 69.12 73.88 45 97

Test of Homogeneity of Variances

Nilai

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.710 3 135 .548

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

157

ANOVA

Nilai

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 98.161 3 32.720 .159 .923

Within Groups 27696.587 135 205.160

Total 27794.748 138

Output Test of Homogeneity of Variance

Pedoman dalam pengambilan keputusan adalah:

1) Nilai signifikansi (Sig) < 0,05 maka data berasal dari populasi yang

mempunyai varians tidak serupa (Tidak Homogen).

2) Nilai signifikansi (Sig) > 0,05 maka data berasal dari populasi yang

mempunyai varians serupa (Homogen).

Pada output SPSS, dapat dilihat nilai Sig. pada table Test of Homogeneity of

Variance. Dari data yang diperoleh, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,538 >

0,05, jika dikonsultasikan dengan pedoman pengambilan keputusan diatas maka

dapat disimpulkan bahwa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Jember bersifat

Homogen. Selanjutnya dilakukan teknik simple random sampling untuk

menetapkan kelas yang akan digunakan sebagai kelas eksperimen. Setelah

dilakukan teknik simple random sampling ditetapkan kelas X MIPA 3 sebagai

kelas eksperimen dan kelas X MIPA 4 sebagai kelas kontrol.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

158

LAMPIRAN O. ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA

Tabel O1. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa

No Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

1 90 49

2 90 83

3 84 77

4 76 81

5 96 71

6 86 74

7 58 77

8 73 91

9 64 77

10 81 59

11 95 70

12 87 69

13 89 56

14 95 63

15 78 68

16 80 58

17 97 65

18 72 78

19 75 95

20 97 66

21 97 73

22 88 74

23 88 67

24 80 70

25 60 76

26 66 74

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

159

27 44 82

28 51 93

29 78 71

30 97 67

31 97 60

32 96 53

33 62 71

34 94 95

35 97

Rata-rata 82,45 72,14

Nilai tertinggi 97 95

Nilai Terendah 44 49

O. 1. UJI NORMALITAS

1. Membuka lembar kerja variable view pada SPSS 16, kemudian membuat dua

variable data pada lembar tersebut.

a. Variable pertama : Eksperimen (Numeric, width 8, decimal places 1)

b. Variable kedua : Kontrol (Numeric, width 8, decimal places 1)

2. Masukkan semua data pada data View

3. Dari basis menu:

Pilih menu Analyze→ Nonparametric Test → 1 Sample K-S

Selanjutnya Test variable List (diisi nilai eksperimen dan kontrol),

Options (centang Description) → Tes Distribution (centang Normal) →

OK

Hasil analisa data untuk uji normalitas adalah:

Descriptive Statistics

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

eksperimen 35 82.457 14.1574 44.0 97.0

kontrol 34 72.147 11.2926 49.0 95.0

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

160

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

eksperimen kontrol

N 35 34

Normal Parametersa Mean 82.457 72.147

Std. Deviation 14.1574 11.2926

Most Extreme Differences Absolute .152 .098

Positive .152 .098

Negative -.142 -.070

Kolmogorov-Smirnov Z .900 .574

Asymp. Sig. (2-tailed) .392 .897

a. Test distribution is Normal.

Analisis Data:

Baca nilai Sig. (2-tailed) dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai

berikut:

1. Jika nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05 maka data berasal dari

populasi yang mempunyai varians tidak serupa (data tidak normal dan

harus menggunakan uji statistik non parametrik).

2. Nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) > 0,05 maka data berasal dari populasi

yang mempunyai varians serupa (data normal dan harus menggunakan uji

statistik parametrik).

Berdasarkan table Test of Normality diatas diperoleh nilai Sig. atau p-value untuk

kelas eksperimen 0.392 dan untuk kelas kontrol 0.897. Nilai Sig. > 0.05. Sehingga

apabila disesuaikan pada pedoman pengambilan keputusan diatas, maka dapat

disimpulkan kelompok data tersebut berdistribusi normal. Setelah diketahui

bahwa kelompok data berdistribusi normal, maka pengolahan data yang

digunakan adalah statistik parametrik dengan menggunakan Independent sample t

test.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

161

O. 2. Uji T

1. Membuka lembar kerja Variable View pada SPSS 16, kemudian membuat dua

variable data pada lembar kerja tersebut.

a. Variabel pertama : Nilai

Tipe data : Numeric, width 8, decimal places 1

b. Variabel kedua : Kelas

Tipe data : Numeric, width 8, decimal places 0, pada kolom value diisi 1=

ekperimen dan 2 = kontrol

2. Memasukkan semua data pada Data view

3. Dari baris menu:

a. Pilih menu Analyze, pilih submenu Compare Mean

b. Pilih menu Independent Samples T Test, kemudian masukkan variabel

nilai pada kolom variable, dan kelas pada kolom grouping variable.

Kemudian isi group 1 dengan 1 dan group 2 dengan 2.

c. Selanjutnya klik OK

Hasil analisis uji t (Independent sample t test) adalah:

Group Statistics

kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

nilai kelas eksperimen 35 82.457 14.1574 2.3930

kelas kontrol 34 72.147 11.2926 1.9367

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

162

Independent Samples Test

Levene's

Test for

Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

Sig. (2-

tailed)

Mean

Differen

ce

Std. Error

Difference

95% Confidence Interval

of the Difference

Lower Upper

nilai Equal

variance

s

assume

d

2.254 .138 3.338 67 .001 10.310

1 3.0886 4.1452 16.4750

Equal

variance

s not

assume

d

3.349 64.58

0

.001

10.310

1 3.0785 4.1611 16.4591

Analisis data:

Langkah 1.

Levene's Test for Equality of Variances digunakan untuk uji homogenitas

(perbedaan varians). Jika Sig. ≥ 0,05 maka data dikatakan homogen, jadi yang

dibaca pada ttest for Equality of Means yaitu pada kolom equal varience assumed.

Jika Sig. < 0.05 maka data dikatakan tidak homogen, jadi yang dibaca pada t-test

for Equality of Means yaitu pada kolom equal varience not assumed.

Langkah 2.

Baca nilai Sig. (2-tailed) pada kolom t-test for Equality of Means dengan

pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut:

Aturan Uji Homogen: Sig. p < 0,005 data tidak homogen Sig. p ≥ 0,005 data homogen

Aturan Uji T: Sig. p ≤ 0,05 ada perbedaan pada taraf sig. 5% Sig. p > 0,05 tidak ada perbedaan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

163

a. Jika p (signifikansi) > 0,05 maka hipotesis nihil (H0) diterima dan

hipotesis alternatif (Ha) ditolak.

b. Jika p (signifikansi) ≤ 0,05 maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan

hipotesis alternatif (Ha) diterima.

Dari data yang diperoleh, pada Levene's Test for Equality of Variances

Sig. nya 0.138 atau ≥ 0.05 maka data dikatakan tidak ada perbedaan varians pada

data nilai kelas ekperimen dan kelas kontrol, sehingga data dikatakan homogen.

Jadi yang digunakan untuk mengambil keputusan adalah lajur equal variances

assumed. Selanjutnya pada lajur equal variances assumed didapatkan nilai Sig.

(2-tailed) sebesar 0.001. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah pengujian

hipotesis pihak kanan sehingga nilai signifikansi yang digunakan adalah Sig. (1-

tailed) sebesar 0,0005 ≤ 0,05 sehingga (H0 ditolak, Ha diterima). Berdasarkan

hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar fisika

siswa kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

disertai media LKS berbasis multirepresentasi berbeda dengan nilai rata-rata hasil

belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran pembelajaran

kooperatif tipe STAD disertai media LKS berbasis multirepresentasi pada

pembelajaran fisika di SMA Negeri 4 Jember (H0 ditolak, Ha diterima).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

164

LAMPIRAN P1. HASIL PENILAIAN AKTIVITAS KETERAMPILAN SISWA PERTEMUAN I

No Absen

Rincian Penilaian Keterampilan

Jumlah Skor

Menganalisis Gambar

Diskusi dengan Teman dalam

Kelompok Membuat Grafik

Menjawab pertanyaan

Menulis Kesimpulan

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. √ √ √ √ √ 12 2. √ √ √ √ √ 15 3. √ √ √ √ √ 15 4. √ √ √ √ √ 12 5. √ √ √ √ √ 13 6. √ √ √ √ √ 14 7. √ √ √ √ √ 14 8. √ √ √ √ √ 12 9. √ √ √ √ √ 14 10. √ √ √ √ √ 14 11. √ √ √ √ √ 15 12. √ √ √ √ √ 12 13. √ √ √ √ √ 13 14. √ √ √ √ √ 14 15. √ √ √ √ √ 14 16. √ √ √ √ √ 14 17. √ √ √ √ √ 15 18. √ √ √ √ √ 13 19. √ √ √ √ √ 14 20. √ √ √ √ √ 14 21. √ √ √ √ √ 14 22. √ √ √ √ √ 15 23. √ √ √ √ √ 14 24. √ √ √ √ √ 14

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

165

25. √ √ √ √ √ 14 26. √ √ √ √ √ 14 27. √ √ √ √ √ 14 28. √ √ √ √ √ 14 29. √ √ √ √ √ 13 30. √ √ √ √ √ 14 31. √ √ √ √ √ 15 32. √ √ √ √ √ 14 33. √ √ √ √ √ 12 34. √ √ √ √ √ 14 35. √ √ √ √ √ 14

Jumlah Siswa 9 26 8 27 18 17 3 32 5 30

Jumlah Skor 96 97 87 102 100

Skor Maksimal

105 105 105 105 105

Nilai 91,43 92,38 82,86 97,14 95,23 91,81

Kriteria Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

166

LAMPIRAN P2. HASIL PENILAIAN AKTIVITAS KETERAMPILAN SISWA PERTEMUAN II

No Absen

Rincian Penilaian Keterampilan

Jumlah Skor

Menganalisis Gambar

Diskusi dengan Teman dalam

Kelompok Membuat Grafik

Menjawab pertanyaan

Menulis Kesimpulan

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. √ √ √ √ √ 15 2. √ √ √ √ √ 12 3. √ √ √ √ √ 13 4. √ √ √ √ √ 13 5. √ √ √ √ √ 12 6. √ √ √ √ √ 13 7. √ √ √ √ √ 15 8. √ √ √ √ √ 12 9. √ √ √ √ √ 13 10. √ √ √ √ √ 14 11. √ √ √ √ √ 13 12. √ √ √ √ √ 11 13. √ √ √ √ √ 13 14. √ √ √ √ √ 11 15. √ √ √ √ √ 13 16. √ √ √ √ √ 15 17. √ √ √ √ √ 15 18. √ √ √ √ √ 13 19. √ √ √ √ √ 13 20. √ √ √ √ √ 14 21. √ √ √ √ √ 14 22. √ √ √ √ √ 14 23. √ √ √ √ √ 15 24. √ √ √ √ √ 13

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

167

25. √ √ √ √ √ 12 26. √ √ √ √ √ 12 27. √ √ √ √ √ 12 28. √ √ √ √ √ 13 29. √ √ √ √ √ 14 30. √ √ √ √ √ 12 31. √ √ √ √ √ 15 32. √ √ √ √ √ 13 33. √ √ √ √ √ 14 34. √ √ √ √ √ 14 35. √ √ √ √ √ 13

Jumlah Siswa 12 23 11 24 2 24 19 4 31 11 24 Jumlah Skor 93 94 87 101 94

Skor Maksimal

105 105 105 105 105

Presentase 88,57 89,52 82,85 96,19 89,52 89,53

Kriteria Sangat tinggi Sangat Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

168

LAMPIRAN P3. HASIL PENILAIAN AKTIVITAS KETERAMPILAN SISWA PERTEMUAN III

No Absen

Rincian Penilaian Keterampilan

Jumlah Skor

Menganalisis Gambar

Diskusi dengan Teman dalam

Kelompok Membuat Grafik

Menjawab pertanyaan

Menulis Kesimpulan

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. √ √ √ √ √ 14 2. √ √ √ √ √ 14 3. √ √ √ √ √ 13 4. √ √ √ √ √ 13 5. √ √ √ √ √ 12 6. √ √ √ √ √ 13 7. √ √ √ √ √ 14 8. √ √ √ √ √ 14 9. √ √ √ √ √ 12 10. √ √ √ √ √ 15 11. √ √ √ √ √ 13 12. √ √ √ √ √ 13 13. √ √ √ √ √ 12 14. √ √ √ √ √ 13 15. √ √ √ √ √ 14 16. √ √ √ √ √ 15

17. √ √ √ √ √ 11

18. √ √ √ √ √ 14 19. √ √ √ √ √ 12 20. √ √ √ √ √ 14 21. √ √ √ √ √ 11 22. √ √ √ √ √ 15 23. √ √ √ √ √ 14 24. √ √ √ √ √ 14

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

169

25. √ √ √ √ √ 13 26. √ √ √ √ √ 14 27. √ √ √ √ √ 15 28. √ √ √ √ √ 12 29. √ √ √ √ √ 11 30. √ √ √ √ √ 13 31. √ √ √ √ √ 13 32. √ √ √ √ √ 14 33. √ √ √ √ √ 13 34. √ √ √ √ √ 14 35. √ √ √ √ √ 13

Jumlah Siswa 14 21 10 25 13 22 11 24 13 22 Jumlah skor 91 95 92 94 92

Skor maksimal 105 105 105 105 105 Nilai 86,67 90,48 87,62 89,52 87,62 88,38

Kriteria Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

Rasa Ingin Tahu Objektif Teliti Kritis Jumlah Skor Nilai1 3 3 3 3 12 75,00%2 4 4 3 3 14 87,50%3 3 4 3 3 13 81,25%4 2 3 2 2 9 56,25%5 3 4 3 3 13 81,25%6 3 3 3 3 12 75,00%7 3 3 3 3 12 75,00%8 2 2 2 2 8 50,00%9 3 3 3 3 12 75,00%

10 3 4 3 3 13 81,25%11 4 3 4 2 13 81,25%12 3 3 3 3 12 75,00%13 3 3 3 3 12 75,00%14 3 4 3 3 13 81,25%15 3 3 3 3 12 75,00%16 3 4 3 3 13 81,25%17 4 3 3 3 13 81,25%18 3 3 3 3 12 75,00%19 3 3 3 3 12 75,00%20 4 3 3 3 13 81,25%21 4 3 3 4 14 87,50%22 4 4 3 3 14 87,50%23 3 4 3 3 13 81,25%24 3 3 3 3 12 75,00%25 3 3 3 3 12 75,00%26 3 3 3 3 12 75,00%27 3 3 3 3 12 75,00%28 4 3 4 3 14 87,50%29 3 3 3 3 12 75,00%30 3 3 4 3 13 81,25%31 3 3 4 3 13 81,25%32 3 3 3 3 12 75,00%33 3 3 3 3 12 75,00%34 3 3 3 3 12 75,00%35 4 3 3 4 14 87,50%

JMLH 111 112 107 104MAX 140 140 140 140PROS 79,29% 80,00% 76,43% 74,29% 77,50%

Baik Baik Baik Baik Baik

LAMPIRAN Q. Hasil Penilaian KeterampilanPertemuan 1

Rincian Penilaian KeterampilanNo

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

No Rasa Ingin Tahu Objektif Teliti Kritis Jumlah Skor Nilai

1 4 3 3 4 14 87,50%2 3 3 3 3 12 75,00%3 4 3 3 3 13 81,25%4 3 3 3 3 12 75,00%5 3 3 3 2 11 68,75%6 3 3 4 3 13 81,25%7 4 4 3 3 14 87,50%8 3 3 4 3 13 81,25%9 2 3 3 2 10 62,50%

10 3 3 3 3 12 75,00%11 4 4 3 4 15 93,75%12 4 3 3 3 13 81,25%13 3 3 3 2 11 68,75%14 4 3 3 2 12 75,00%15 3 3 3 3 12 75,00%16 4 3 3 3 13 81,25%17 3 4 4 4 15 93,75%18 2 3 4 3 12 75,00%19 3 3 3 2 11 68,75%20 4 4 3 3 14 87,50%21 4 4 4 4 16 100,00%22 3 4 4 3 14 87,50%23 4 3 4 4 15 93,75%24 4 3 4 4 15 93,75%25 3 2 4 3 12 75,00%26 4 3 3 2 12 75,00%27 3 3 3 2 11 68,75%28 4 4 3 3 14 87,50%29 4 3 3 2 12 75,00%30 4 3 4 4 15 93,75%31 4 3 3 4 14 87,50%32 4 3 4 3 14 87,50%33 3 3 3 3 12 75,00%34 4 4 4 3 15 93,75%35 4 4 3 3 14 87,50%

JMLH 122 113 117 105MAX 140 140 140 140PROS 87,14% 80,71% 83,57% 75,00% 81,61%

Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik

Hasil Penilaian KeterampilanPertemuan 2

Rincian Penilaian Keterampilan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

No n Penilaian KeterampilanRasa Ingin Tahu Objektif Teliti Kritis Jumlah Skor Nilai

1 3 3 3 3 12 75,00%2 3 3 3 3 12 75,00%3 3 3 3 3 12 75,00%4 4 3 4 4 15 93,75%5 3 3 3 4 13 81,25%6 3 3 3 2 11 68,75%7 3 3 3 3 12 75,00%8 3 3 3 3 12 75,00%9 3 3 3 3 12 75,00%

10 3 3 3 3 12 75,00%11 4 3 3 4 14 87,50%12 4 3 4 3 14 87,50%13 4 4 4 4 16 100,00%14 3 3 3 4 13 81,25%15 3 3 3 3 12 75,00%16 4 3 3 3 13 81,25%17 4 3 4 3 14 87,50%18 4 4 3 4 15 93,75%19 4 4 4 4 16 100,00%20 4 3 3 3 13 81,25%21 3 3 3 4 13 81,25%22 4 3 4 3 14 87,50%23 4 4 3 4 15 93,75%24 3 3 3 3 12 75,00%25 4 3 3 4 14 87,50%26 4 3 3 4 14 87,50%27 4 3 3 4 14 87,50%28 3 3 3 3 12 75,00%29 3 3 3 3 12 75,00%30 4 4 3 4 15 93,75%31 3 3 3 3 12 75,00%32 4 3 3 4 14 87,50%33 4 3 4 3 14 87,50%34 3 3 3 3 12 75,00%35 3 3 2 3 11 68,75%

JUML 122 110 111 118MAX 140 140 140 140PROS 87,14% 78,57% 79,29% 84,29% 82,32%

Sangat Baik Baik Baik Sangat baik Sangat Baik

Hasil Penilaian KeterampilanPertemuan 3

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

173

LAMPIRAN R. FOTO PEMBELAJARAN

Kegiatan Kelas Eksperimen

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

174

Kegiatan di kelas Kontrol

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember


Recommended