+ All documents
Home > Documents > RIZANDHI FAIZZAL AFIF - Repository Universitas Jember

RIZANDHI FAIZZAL AFIF - Repository Universitas Jember

Date post: 07-Jan-2023
Category:
Upload: khangminh22
View: 0 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
63
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK PESANTREN TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PESANTREN LUHUR AL-HUSNA SURABAYA) SKRIPSI Oleh: RIZANDHI FAIZZAL AFIF NIM: 130810301069 JURUSAN S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JEMBER 2017 Digital Repository Universitas Jember Digital Repository Universitas Jember
Transcript

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK PESANTREN

TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN

(STUDI KASUS PADA PESANTREN LUHUR AL-HUSNA SURABAYA)

SKRIPSI

Oleh:

RIZANDHI FAIZZAL AFIF

NIM: 130810301069

JURUSAN S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JEMBER

2017

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

i

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK

PESANTREN TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN

(STUDI KASUS PADA PESANTREN LUHUR AL-HUSNA SURABAYA)

SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar

Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember

Oleh:

RIZANDHI FAIZZAL AFIF

NIM: 130810301069

JURUSAN S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JEMBER

2017

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ii

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT. Dengan penuh rasa syukur dan

kerendahan hati skripsi ini saya persembahkan untuk:

1. Kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda Hanif Fauzi dan Ibunda Suciati yang telah

mencurahkan kasih sayang, doa dan semangat, dukungan dan segala pengorbanan

yang diberikan kepada penulis serta kepercayaan penuh dan nasihat selama ini.

2. Adikku tersayang Ananda Elvira Putri Nahdia yang selalu memberi semangat dan doa

dalam pembuatan skripsi ini.

3. Kucingku BoBoy dan Pussy yang menemani dalam pembuatan skripsi ini.

4. Sahabat-sahabatku yang selalu memberi dorongan semangat, dukugan, dan doa dalam

pembuatan skripsi ini hingga akhir.

5. Guru-guruku sejak Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

6. Sahabat-sahabat KKN PPM 05

7. Almamaterku tercinta Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iii

MOTTO

Dzikir, Fikir, dan Amal Saleh

(PMII)

Harga kebaikan manusia adalah diukur menurut apa yang telah

dilaksanakan/diperbuatnya

(Ali Bin Abi Thalib)

Jika seseorang berpergian dengan tujuan untuk mencari ilmu, maka Allah SWT akan

menjadikan perjalanannya bagaikan perjalanan menuju surga

(Nabi Muhammad SAW)

Ilmu itu diperoleh dari lidah yang gemar bertanya serta akal yang suka berpikir

(Abdullah Bin Abbas)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iv

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Rizandhi Faizzal Afif

NIM : 130810301069

Judul Skripsi : ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK

PESANTREN TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN

KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PESNTREN LUHUR AL-

HUSNA SURABAYA)

Konsentrasi : Akuntansi Syariah

Menyatakan bahwa skripsi yang telah saya buat merupakan hasil karya sendiri

dan bukan karya jiplakan kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya. Saya

bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang

harus dijunjung tinggi.

Demikian pernyataan ini saya buat sebenar-benarnya, tanpa ada tekanan dan

paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata

dikemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 30 Januari 2017

Yang menyatakan,

Rizandhi Faizzal Afif

NIM 130810301069

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

v

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Judul Skripsi : Analisis Sistem Pengelolaan Keuangan Di Pondok Pesantren

Terhadap Penguatan Manajemen Keuangan (Studi Kasus Pada

Pesantren Luhur Al-Husna)

Nama Mahasiswa : Rizandhi Faizzal Afif

NIM : 130810301069

Jurusan : S-1 Akuntansi

Tanggal Persetujuan : 10 Oktober 2016

Yang menyetujui,

Pembimbing I

Dr. Agung Budi Sulistyo, S.E, M.Si, Ak NIP.19780927 200112 1 002

Pembimbing II

Dr. Ahmad Roziq, S.E., M.M., Ak.

NIP. 19700428 199702 1 001

Mengetahui,

Ketua Program Studi S1 Akuntansi

Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak., CA

NIP. 19640809 199003 2 001

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vi

PENGESAHAN

JUDUL SKRIPSI

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK PESANTREN

TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA

PESANTREN LUHUR AL-HUSNA)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh:

Nama : Rizandhi Faizzal Afif

NIM : 130810301069

Jurusan : Akuntansi

Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal:

6 Maret 2017

Dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai kelengkapan guna

memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas

Jember.

Susunan Panitia Penguji

Ketua : Dr. Muhammad Miqdad, SE., M.M., Ak., CA (..........................)

NIP 19710727 199512 1 001

Sekretaris : Drs. Imam Mas’ud, M.M., Ak (..........................)

NIP 19591110 19890 2 1001

Anggota : Indah Purnamawati, SE., M.Si., Ak (..........................)

NIP 19691011 19970 2 2001

Mengetahui/ Menyetujui

Universitas Jember

Dekan

Dr. Muhammad Miqdad, SE., M.M., Ak., CA

NIP 19710727 199512 1 001

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vii

Rizandhi Faizzal Afif

Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Jember

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, sistem

akuntansi dan pelaporan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna. Penelitian ini adalah

jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui

secara mendalam pelaksanaan pengelolaan keuangan pesantren dan jenis data yang

digunakan berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

1) Tidak merancang rekapitulasi perencanaan keuangan pesantren, melainkan gambaran

pemikiran atau angan-angan; 2) Dalam pelaksanaan keuangan, Umi selaku pihak

Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna merupakan otorisator penuh terhadap pengeluaran

uang untuk kepentingan kegiatan pesantren serta memegang sepenuhnya uang

dibandingkan Kyai; 3) Media Akuntansi yang digunakan dalam pelaporan

pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Pesantren Luhur Al-Husna adalah laporan

penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Kata Kunci: Manajemen Keuangan Pesantren, Perencanaan, Pelaksanaan, serta Sistem

Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

viii

Rizandhi Faizzal Afif

Accounting Department, Economic And Business Faculty, University of Jember

Abstract

This research aims to know planning, implemention, accounting system and

financial reporting in Islamic Boarding School Luhur Al-Husna. This research is a

qulitative with descriptive method that aims to know in depth the implementation of the

financial management of the school islamic and the type of data used in the form of

primary and secondary data. The result of the research shows that: 1) not design

recapitulation financial planning islamic boarding school, but the picture of thought or

imagination; 2) in the implementationof financial, Umi as the islamic boarding school

Luhur Al-Husna is a full otorisator against spending money for the sake of islamic

boarding school and to hold full money compared Kyai; 3) accounting media that has

been used in the financial management responbility of islamic boarding school Luhur Al-

Husna is cash receipt and cash disbursement report.

Key words: Financial Management of Islmaic Boarding School, Planning,

Implementation, Accounting System and Financial Reporting.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ix

RINGKASAN

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK PESANTREN

TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA

PESANTREN LUHUR AL-HUSNA SURABAYA); Rizandhi Faizzal Afif;

130810301069; 60 Halaman; Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Jember.

Pondok Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

Pendidikan ini pada awalnya merupakan pendidikan agama Islam yang dimulai sejak

munculnya masyarakat Islam pada abad ke-13. Suatu Pondok Pesantren berawal dari

adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama

kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif

untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai

tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir

hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti

oleh santri. (Wahjoetomo:1997:65)

Menurut Ziemek (1986:100-101), kata pondok berasal dari funduq (Arab) yang

berarti ruang tidur atau wisma sederhana, karena pondok memang merupakan tempat

penampungan sederhana bagi para pelajar yang jauh dari tempat asalnya.Sedangkan kata

pesantren berasal dari santri yang diimbuhi awalan pe- dan akhiran –an yang berarti

menunjukkan tempat, maka artinya adalah “tempat para santri”. Pesantren merupakan

model lembaga pendidikan Islam pertama yang mendukung kelangsungan sistem

pendidikan nasional. Bentuk pesantren yang terbesar luas di indonesia ini mengandung

unsur-unsur sebagai berikut: Kyai sebagai pendiri, pelaksana dan guru, pelajar (santri)

yang secara pribadi langsung diajar berdasarkan naskah-naskah Arab klasik tentang

pengajaran, faham dan akidah ke islaman. Di sini Kyai dan santri tinggal bersama-sama

untuk masa yang lama, membentuk suatu komunitas pengajar dan belajar, yaitu Pesantren

bersifat asrama (tempat pendidikan dengan pemondokan dan makan). Karena itu,

sebenarnya sangat amat sulit untuk menentukan dan menggolongkan lembaga-lembaga

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

x

pesantren ke dalam tipologi tertentu, misalnya: pesantren salaf dan khalaf atau pesantren

tradisional dan modern.

Menurut Wahjoetomo (1997:83-87) dalam buku perguruan tinggi pesantren,

pesantren salaf adalah lembaga pesantren yang mempertahankan pengajaran kitab-kitab

islam klasik (salaf) sebagai inti pendidikan. Sedangkan pesantren khalaf adalah lembaga

pesantren yang memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum madrasah yang di

kembangkan, atau pesantren yang menyelenggarakan tipe sekolah-sekolah umum seperti

SMP, SMU, dan bahkan perguruan tinggi dalam lingkunganya. Tujuan pendidikan

pesantren adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yaitu

kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi

masyarakat atau berkidmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi

masyarakat tetap rasul, yaitu menjadi pelayan masyarakat sebagaimana kepribadian Nabi

Muhammad SAW (mengikuti sunna Nabi), mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh

dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat di

tengah-tengah masyarakat (‘Izz al- Islam wa al-Muslimin) dan mencintai ilmu dalam

rangka mengembangkan kepribadian manusia, menurut Mujamil (2007:4)

Menerapkan sistem manajemen di Pesantren bukanlah hal yang mudah. Walaupun

sebagian besar orang memandang bahwa Pesantren adalah sebuah lembaga yang kuno,

namun ketika coba di kelola menjadi sebuah lembaga yang profesional. Salah satu

bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan keuangan. Dalam

suatu lembaga, termasuk pesantren, pengelolaannya kurang baik. Kita menyadari bahwa

banyak di Pesantren masalah keuangan selalu menjadi kendala dalam melakukan

aktivitas Pesantren, baik yang berkaitan dengan anggaran, akuntansi, penataan

administrasi, alokasi serta kebutuhan pengembangan Pesantren maupun dalam proses

aktivitas keseharian Pesantren.

Salah satu lembaga pendidikan Pondok Pesantren yang akan peneliti jadikan

objek penelitian pada skripsi ini adalah Pesantren Luhur Al-Husna. Peneliti mencoba

meneliti dan menjadikan objek sebagai studi dalam perencanaan, pelaksanaan, serta

sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pesantren. Pesantren tersebut para santrinya

dari kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, lokasinya strategis

di Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kelemahannya ialah letak Pondok Pesantren

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xi

berkontaminasi atau bersinanggungan dengan adanya berbagai budaya-budaya di

Ibukota.

Jenis penelitian ini menemukan analisis sistem pengelolaan keuangan di pondok

pesantren terhadap penguatan manajemen keuagan, dengan unsur-unsur pokok yang

harus ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat

penelitian, maka digunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini yang akan

diamati adalah orang, yaitu pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna dengan berbagai latar

belakangnya. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Pesantren Luhur Al-Husna yang

beralamat di Jl. Jemurwonosari Gg. Masjid No.42 Wonocolo Surabaya. Adapun waktu

pelaksanaannya mulai dari tanggal 5-8 Desember 2016.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan sekunder. Data

primer berupa transaksi pengelolaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna. Sedangkan

data sekunder berupa data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data

primer yang berupa transaksi pengelolaan keuangan diperoleh dari pengasuh Pesantren

Luhur Al-Husna. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan hasil

pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

cara wawancara tak struktur dan dokumentasi. Wawancara tak terstruktur adalah

wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang

telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman

wawanara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan

ditanyakan. Dalam wawancara tidak struktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data

apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang akan

diceritakan oleh responden. Sedangkan dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang

sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental

dari seseorang.

Validitas dalam penelitian kualitatif adalah kepercayaan dari data yang diperoleh

dan analisis yang dilakukan peneliti secara akurat mempresentasikan dunia sosial di

lapangan. Dalam penelitian ini digunakan triangulasi sumber guna menguji keabsahan

datanya. Ini berarti bahwa pengecekan keabsahan atau validitas data dilakukan dengan

menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xii

sumber yang berbeda. Peneliti menggunakan wawancara terstruktur dan dokumentasi

untuk sumber data yang sama secara serempak.

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang

diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan

sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan

membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain

(Sugiyono, 2014:89). Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan data kualitatif

hasil wawancara dan catatan lapangan. Setelah data-data ini diperoleh peneliti, maka

akan dilakukan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif, di mana peneliti

mengdeskripsikan arti data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan

merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu.

Hasil penelitian terhadap Manajemen Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna yang

telah penulis lakukan maka dapat hasil sebagaimana yang akan dijelaskan sebagai

berikut: 1) Tidak merancang rekapitulasi perencanaan keuangan pesantren, melainkan

gambaran pemikiran atau angan-angan; 2) Dalam pelaksanaan keuangan, Umi selaku

pihak Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna merupakan otorisator penuh terhadap

pengeluaran uang untuk kepentingan kegiatan pesantren serta memegang sepenuhnya

uang dibandingkan Kyai; 3) Media Akuntansi yang digunakan dalam pelaporan

pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Pesantren Luhur Al-Husna adalah laporan

penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiii

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan innayah-

Nya, serta memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan

judul “Analisis Sitem Pengelolaan Keuangan Di Pondok Pesantren Terhadap Penguatan

Manajemen Keuangan (Studi Kasus Pada Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya)”.

Sholawat serta salam selalu kita haturkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad

SAW. Penyusunan skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Jember. Dalam penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan semua pihak,

baik itu berupa dorongan, nasehat, saran maupun kritik yang sangat membantu. Oleh

karena itu pada kesempatan ini penulis dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Jember;

2. Dr. Muhammad Miqdad, S.E., M.M., Ak., CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan

Bisnis Uniersitas Jember;

3. Dr. Alwan Sri Kustono, S.E., M.Si, Ak., CA selaku Ketua Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember;

4. Dr. Yosefa Sayekti., M.Com., Ak., CA selaku Ketua Program Studi Sarjana

Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember;

5. Dr. Agung Budi Sulistyo, S.E, M.Si, Ak., selaku Dosen Pembimbing I yang telah

bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan

pengarahan dalam penyelesaian skripsi ini;

6. Dr. Ahmad Roziq, S.E, M.M, Ak, selaku Dosen Pembimbing II yang telah dengan

sabar memberikan bimbingan dan arahannya dalam penyelesaian skripsi ini;

7. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis khususnya Jurusan

Akuntansi yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah;

8. Seluruh karyawan dan staff Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jember

khususnya pada Jurusan S1 Akuntansi;

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiv

9. Ayahanda Hanif Fauzi dan Ibunda Suciati yang telah mencurahkan seluruh cinta

kasih sayangnya, memberikan doa-doa terbaik untuk kesuksesan penulis, semangat,

dorongan moral, serta nasehat selalu diberikan yang terbaik;

10. Adikku tersayang Elvira Putri Nahdia yang telah membantu dan mendoakan demi

kesuksesan penulis.

11. Sahabat-sahabatku tercinta (Bobby Tri Guntoro, Zefanya Gabriela Valencia, Intan

Diah Pratiwi, Andrevi Fauzan Alif, Ekaning Pratiwi) yang selalu memberikan doa-

doa terbaik, dorongan semangat, motivasi, serta nasehat demi kesuksesan penulis;

12. Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) periode 2013,

2014, dan 2015 yang telah memberikan pengalaman yang berharga dan berkesan;

13. Keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi yang

telah menjadi kawah candradimuka dalam memberikan proses dan menempa mental;

14. Sahabat-sahabat Accounting Adventure I dan II yang selalu memberikan semangat

dan doanya untuk kesuksesan penulis;

15. Sahabat-sahabat KKN PPM 05 yang memberikan doa dan dukungan untuk

kesuksesan penulis;

16. Sahabat-sahabat Jurusan Akuntansi Angkatan 2013;

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena

itu penulis mohon kritik dan saran demi kemajuan penulis berikutnya dan semoga skripsi

ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jember, 30 Januari 2017

Penulis

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. ii

HALAMAN MOTTO ................................................................................. iii

HALAMAN PERNYATAAN ..................................................................... iv

HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ................................................... v

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... vi

ABSTRAK .................................................................................................. vii

ABSTRACT ................................................................................................ viii

RINGKASAN ............................................................................................. ix

PRAKATA .................................................................................................. xiii

DAFTAR ISI ............................................................................................... xv

DAFTAR TABEL ....................................................................................... xviii

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xix

BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

1.2 Fokus Penelitian ....................................................................... 4

1.3 Rumusan Masalah .................................................................... 4

1.4 Tujuan Penelitian ..................................................................... 4

1.5 Manfaat Penelitian ................................................................... 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 6

2.1 Sistem Pengelolaan Keuangan ................................................. 6

2.1.1 Karakteristik atau Sifat Sistem ......................................... 6

2.1.2 Tugas dan Tujuan Pengelolaan Keuangan ........................ 7

2.1.2.1 Tugas Pengelolaan Keuangan ................................ 7

2.1.2.2 Tujuan Pengelolaan Keuangan .............................. 7

2.2 Manajemen Keuangan .............................................................. 8

2.2.1 Aktivitas Pembiayaan ...................................................... 8

a. Sumber Eksternal .......................................................... 8

b. Sumber Internal ............................................................ 9

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xvi

2.2.2 Aktivitas Investasi ........................................................... 9

2.2.3 Tanggung Jawab Manajemen Keuangan ........................... 9

2.2.4 Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan .......... 10

2.3 Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan ..................................... 11

2.3.1 Transparansi .................................................................... 11

2.3.2 Akuntabilitas ................................................................... 12

2.3.3 Efektivitas ....................................................................... 13

2.3.4 Efisiensi .......................................................................... 14

2.4 Manajemen Keuangan Pesantren .............................................. 14

2.4.1 Prinsip-Prinsip Pengelolaan Keuangan Pondok Pesantren. 14

2.4.2 Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Pondok Pesantren

(RAPBPP) ........................................................................ 15

2.4.2.1 Pengertian RAPBPP .............................................. 15

2.4.2.2 Langkah-Langkah Penyusunan dan Realisasi RAPBPP

......................................................................................... 16

2.4.2.3 Realisasi RAPBPP ................................................ 17

2.4.3 Pertanggungjawaban Keuangan Pondok Peasntren ........... 17

a. Prosedur Anggaran ....................................................... 18

b. Prosedur Akuntansi Keuangan ...................................... 20

1. Penerimaan atau Pemasukan ..................................... 20

2. Pengeluaran .............................................................. 21

3. Pembelanjaan ........................................................... 22

4. Prosedur Pemeriksaan dan Pengawasan .................... 22

2.5 Kerangka Berfikir .................................................................... 23

BAB III. METODE PENELITIAN ........................................................... 24

3.1 Jenis Penelitian ........................................................................ 24

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................... 24

3.3 Jenis dan Sumber Data ............................................................. 24

3.4 Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 24

1. Wawancara Tak Terstruktur ............................................... 24

2. Dokumentasi ...................................................................... 25

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xvii

3.5 Keabsahan Data ........................................................................ 25

3.6 Teknik Analisis Data ................................................................ 25

3.7 Tahapan Penelitian ................................................................... 27

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 28

4.1 Gambaran Umum Pesantren Luhur Al-Husna .......................... 28

4.1.1 Sejarah Singkat Pesantren Luhur Al-Husna .................. 28

4.1.2 Visi dan Misi Pesantren Luhur Al-Husna ...................... 29

4.1.3 Susunan Pengurus Pesantren Luhur Al-Husna .............. 30

4.1.4 Keadaan Fasilitas Pesantren Luhur Al-Husna ............... 31

4.1.5 Metode Pembelajaran di Pesantren Luhur Al-Husna ..... 32

4.1.6 Keadaan Santri Pesantren Luhur Al-Husna ................... 33

4.2 Hasil ....................................................................................... 36

4.2.1 Perencanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna........ 37

4.2.2 Pelaksanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna ........ 41

4.2.3 Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pesantren Luhur Al-

Husna ............................................................................ 47

4.3 Pembahasan ........................................................................... 52

4.3.1 Perencanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna........ 53

4.3.2 Pelaksanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna ........ 53

4.3.3 Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pesantren Luhur Al-

Husna ............................................................................ 56

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 57

5.1 Kesimpulan .............................................................................. 57

5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................ 59

5.3 Saran ........................................................................................ 59

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 60

LAMPIRAN ................................................................................................ 62

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xviii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Rekapitulasi Data Ruang Penunjang ........................................................... 27

Tabel 4.2 Tempat Asal dan Jumlah Santri .................................................................. 29

Tabel 4.3 Perencanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna ................................... 39

Tabel 4.4 Pelaksanaan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna .................................... 42

Tabel 4.5 Sistem Akuntansi Pesantren Luhur Al-Husna ............................................ 48

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan ............................. 10

Gambar 2.2 Kerangka Berfikir ...................................................................... 20

Gambar 3.1 Model Analisis Data Miles dan Huberman ................................ 22

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian .................................................................... 23

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pesantren Luhur Al-Husna ......................... 27

Gambar 4.2 Sistem Pelaporan Keuangan Pesantren Luhur Al-Husna ............ 37

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pondok Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

Pendidikan ini pada awalnya merupakan pendidikan agama Islam yang dimulai sejak

munculnya masyarakat Islam pada abad ke-13. Beberapa abad kemudian, muncul tempat

pengajian yang merupakan tempat warga atau masyarakat yang ingin mengkaji agama

Islam. Kemudian, dengan disediakannya tempat menginap bagi masyarakat yang ingin

mengkaji agama Islam, maka, tempat pengajian tersebut disebut sebagai Pesantren. Suatu

Pondok Pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang

santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri

yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah

kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya

itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat

dipahami dan dimengerti oleh santri. (Wahjoetomo:1997:65)

Menurut Ziemek (1986:100-101), kata pondok berasal dari funduq (Arab) yang

berarti ruang tidur atau wisma sederhana, karena pondok memang merupakan tempat

penampungan sederhana bagi para pelajar yang jauh dari tempat asalnya. Sedangkan kata

pesantren berasal dari santri yang diimbuhi awalan pe- dan akhiran –an yang berarti

menunjukkan tempat, maka artinya adalah “tempat para santri”. Pesantren merupakan

model lembaga pendidikan Islam pertama yang mendukung kelangsungan sistem

pendidikan nasional. Secara historis, Pesantren tidak saja mengandung makna keislaman,

tetapi juga keaslian Indonesia. Menurut Fadjar (2004:21), pesantren merupakan lembaga

pendidikan Islam yang memiliki watak indegenous (pribumi) yang ada sejak kekuasaan

Hindu-Budha dan menemukan formulasinya yang jelas ketika Islam berusaha

mengadaptasikan (mengislamkan)-nya.

Bentuk pesantren yang terbesar luas di indonesia ini mengandung unsur-unsur

sebagai berikut: Kyai sebagai pendiri, pelaksana dan guru, pelajar (santri) yang secara

pribadi langsung diajar berdasarkan naskah-naskah Arab klasik tentang pengajaran,

faham dan akidah ke islaman. Di sini Kyai dan santri tinggal bersama-sama untuk masa

yang lama, membentuk suatu komunitas pengajar dan belajar, yaitu Pesantren bersifat

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

2

asrama (tempat pendidikan dengan pemondokan dan makan). Meskipun setiap pesantren

mempunyai ciri-ciri dan penamaan tersendiri, hal itu tidaklah berarti bahwa lembaga-

lembaga pesantren tersebut benar-benar berbeda satu sama lain, sebab antara yang satu

dengan yang lain masih saling kait-mengait. Sistem yang digunakan pada suatu pesantren

juga diterapkan di pesantren lain, dan sebaliknya.

Karena itu, sebenarnya sangat amat sulit untuk menentukan dan menggolongkan

lembaga-lembaga pesantren ke dalam tipologi tertentu, misalnya: pesantren salaf dan

khalaf atau pesantren tradisional dan modern. Menurut Wahjoetomo (1997:83-87) dalam

buku perguruan tinggi pesantren, pesantren salaf adalah lembaga pesantren yang

mempertahankan pengajaran kitab-kitab islam klasik (salaf) sebagai inti pendidikan.

Sedangkan pesantren khalaf adalah lembaga pesantren yang memasukkan pelajaran

umum dalam kurikulum madrasah yang di kembangkan, atau pesantren yang

menyelenggarakan tipe sekolah-sekolah umum seperti SMP, SMU, dan bahkan

perguruan tinggi dalam lingkunganya.

Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan mengembangkan

kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan,

berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkidmat kepada masyarakat dengan

jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat tetap rasul, yaitu menjadi pelayan masyarakat

sebagaimana kepribadian Nabi Muhammad SAW (mengikuti sunna Nabi), mampu

berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau

menegakkan Islam dan kejayaan umat di tengah-tengah masyarakat (‘Izz al- Islam wa al-

Muslimin) dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian manusia,

menurut Mujamil (2007:4)

Menerapkan sistem manajemen di Pesantren bukanlah hal yang mudah. Walaupun

sebagian besar orang memandang bahwa Pesantren adalah sebuah lembaga yang kuno,

namun ketika coba di kelola menjadi sebuah lembaga yang profesional. Selama ini,

banyak pihak yang menengarai bahwa salah satu kelemahan lembaga pendidikan islam,

termasuk Pesantren adalah bidang manajemen. Manajemen Pesantren pada umunya

bersifat tertutup, terpusat dan kekeluargaan. Lebih-lebih jika menyangkut persoalan

keuangan, hanya kyai dan keluarganyalah yang boleh mengetahuinya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

3

Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah pengelolaan

keuangan. Dalam suatu lembaga, termasuk pesantren, pengelolaannya kurang baik. Kita

menyadari bahwa banyak di Pesantren masalah keuangan selalu menjadi kendala dalam

melakukan aktivitas Pesantren, baik yang berkaitan dengan anggaran, akuntansi, penataan

administrasi, alokasi serta kebutuhan pengembangan Pesantren maupun dalam proses

aktivitas keseharian Pesantren. Tidak sedikitpun Pesantren yang banyak memiliki sumber

daya yang baik manusia maupun alamnya tidak dapat tertata dengan rapi, dan tidak

sedikit pula proses pendidikan Pesantren berjalan lambat karena kesalahan dalam

penataan manajemen keuangannya.Walaupun sebenarnya Pesantren dari dahulu sejak

awal berdirinya memang merupakan lembaga yang mandiri dalam penataan

manajemennya. Namun, alangkah baiknya jika Pesantren bisa mengadopsi penataan

manajemen yang bisa membawa kemaslahatan umat.

Seiring dengan perkembangan zaman termasuk di dalamnya pemikiran manusia,

pesantren pun mulai menampakkan kedinamisannya. Pesantren tidak hanya fokus dalam

pengajaran pengetahuan secara umum. Sudah banyak pesantren yang menyediakan dan

menaungi lembaga pendidikan formal (ataupun non formal) mulai dari tingkat TK hingga

tingkat Perguruan Tinggi, meski tidak sedikit pula pesantren yang mempertahankan corak

asalnya, yakni fokus pada pembelajaran pengetahuan keagmaan. Bahkan ada pula

pesantren yang punya badan usaha sebagai wadah pembelajaran sekaligus perputaran

dana.

Salah satu lembaga pendidikan Pondok Pesantren yang akan peneliti jadikan

objek penelitian pada skripsi ini adalah Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya, masalah

yang ada di Pesantren tersebut ialah pengelolaan keuangan apakah sudah berjalan dengan

efektif ataupun efisisien yang dilakukan oleh manajemen keuangan. Peneliti mencoba

meneliti dan menjadikan objek sebagai studi dalam perencanaan, pelaksanaan, serta

sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pesantren. Pesantren tersebut para santrinya

dari kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, lokasinya strategis

di Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kelemahannya ialah letak Pondok Pesantren

berkontaminasi atau bersinanggungan dengan adanya berbagai budaya-budaya di

Ibukota.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

4

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjelaskan bahwa Pondok Pesantren

harus melakukan sinergi perubahan yang signifikan dalam kemaslahatan umum untuk

pelaksanaan keuangan, perencanaan keuangan, sistem akuntansi dan pelaporan keuangan.

Adapun judul yang dipilih adalah

“ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DI PONDOK

PESANTREN TERHADAP PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN (STUDI

KASUS PADA PESANTREN LUHUR AL-HUSNA SURABAYA)”.

1.2 Fokus Penelitian

1. Perencanaan keuangan Pesantren difokuskan pada rekapitulasi penyusunan

anggaran di Pesantren.

2. Pelaksanaan keuangan Pesantren difokuskan terhadap pelaksanaan dan

mekanisme pertanggungjawaban kegiatan Pesantren.

3. Akuntansi dan pelaporan keuangan Pesantren difokuskan pada sisten informasi

keuangan Pesantren yang bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan

informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pendahuluan diatas, yang menjadi fokus permasalahan pada

penelitian ini adalah:

1. Bagaimana perencanaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna dan apakah

sudah berjalan dengan cara efektif dan efisien?

2. Bagaimana pelaksanaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna dan apakah

sudah berjalan dengan cara efektif dan efisien?

3. Bagaimana sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di Pesantren Luhur Al-

Husna?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka penelitian ini bertujuan

untuk:

1. Untuk memahami lebih mendalam mengenai perencanaan keuangan di Pesantren

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

5

Luhur Al-Husna.

2. Untuk memahami lebih mendalam mengenai pelaksanaan keuangan di Pesantren

Luhur Al-Husna.

3. Untuk memahami lebih mendalam mengenai sistem akuntansi dan pelaporan

keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak,

antara lain:

a. Manfaat Teoritis

1. Bagi Penulis

Penelitian ini dapat menambah wawasan, informasi, dan pengetahuan yang lebih

mengenai perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan, sistem akuntansi dan

pelaporan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna.

2. Pengasuh atau Pengurus Pesantren

Penelitian ini diharapkan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan

guna membantu penyusunan kebijakan yang terkait di bidang perencanaan dan

penganggaran, pelaksanaan dan, sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di Pesantren

Luhur Al-Husna.

b. Manfaat Praktis

1. Manajemen Pondok

Sebagai alat evaluasi dan peningkatan kinerja di bidang perencanaan dan

penganggaran, pelaksanaan dan, sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di Pesantren

Luhur Al-Husna.

2. Peneliti Selanjutya

Penelitian ini dapat memberi referensi dan menembah wawasan serta informasi

mengenai perencanaan, pelaksanaan dan, sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di

Pesantren Luhur Al-Husna.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Pengelolaan Keuangan

Menurut Manama, 2010 sistem merupakan sebuah struktur konseptual yang

tersusun dari berbagai fungsi yang saling berkaitan dan bekerja sebagai satu kesatuan

dalam mencapai hasil yang diharapkan secara efektif dan efisien. Pengelolaan keuangan

merupakan suatu rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis yang terdiri dari

perencanan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban serta

pengawasan terhadap keuangan. (Halim, 2007)

Jadi, menurut saya sistem pengelolaan keuangan merupakan sebuah struktur

konseptual yang tersusun secara sistematis yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,

penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban serta pengawasan terhadap keuangan

untuk mencapai hasil yang diharapkan secara efektif dan efisien.

2.1.1 Karateristik atau Sifat Sistem

Ada beberapa karaketristik atau sifat dari sistem (Putra dan Subiyakto, 2006),

yaitu:

a. Komponen

Komponen mutlak diperlukan karena merupakan bagian dari sistem.

b. Batasan Sistem

Sistem yang dibangun perlu ada batasan yang jelas agar tujuan dari sistem dapat

tercapai. Apabila batasan sistem tidak jelas maka tujuan yang akan dicapai tidak

jelas dan tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

c. Lingkungan Di Luar dan Di Dalam Sistem

Lingkungan sistem sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kinerja sistem yang

dibangun, bila tidak dijaga bisa mempengaruhi sistem.

d. Antar Muka

Antar muka diperlukan untuk menghubungkan sistem dengan sub sistem

pembentuknya.

e. Input

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

7

Data mentah yang sudah didapat perlu diinputkan kedalam penyimpanan data

yang sudah disiapkan. input data diperlukan karena bisa saja data mentah yang

diperoleh masih berupa data cetakan atau tulisan tangan, sehingga pelru

diinputkan melalui komputer.

f. Output

Suatu sistem tidak bisa dikatakan selesai dibuat bila tidak ada hasil baik berupa

file atau cetakan yang diharapkan.

g. Proses

Suatu sistem bisa dikatakan telah melakukan aktivitasnya bila terjadi proses yang

mengubah input menjadi output yang diharapkan.

h. Tujuan

Sistem tanpa tujuan pasti akan menjadi sia-sia.

2.1.2 Tugas dan Tujuan Pengelolaan Keuangan

Menurut E Mulyasa (2002), dengan dilakukannya setiap tahapan dalam

pengelolaan keuangan maka tugas dan tujuan dari pelaksanaan pengelolaan keuangan

sebagai berikut:

2.1.2.1 Tugas Pengelolaan keuangan

a. Manajemen unutk perencanaan perkiraan.

b. Manajemen memusatkan perhatian pada keputusan investasi dan pembiayaannya.

c. Menajemen kerjasama dengan pihak lain.

d. Penggunaan keuangan dan mencari sumber dananya.

2.1.2.2 Tujuan Pengelolaan Keuangan

1. Mengoptimalkan segala perencanaan kegiatan yang akan dilakukan dalam kurun

waktu tertentu.

2. Meminimalisasi terjadinya pembekangkan pengeluaran dana yang tidak

diinginkan di kemudian hari dalam pelaksanaan sebuah proyek perencanaan.

3. Mencapai target perencanaan dengan lebih efisien karena adanya ketersediaan

dana yang cukup serta telah direncanakan dan dapat dialokasikan dengan

maksimal.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

8

4. Menghindari terjadinya penyimpangan terhadap alokasi dana yang ada dengan

cara pemisahan tiap-tiap otoritas dalam pengelolaan keuangan. Contohnya:

pemisahan bagian pencatatan keuangan dengan bagian pengawasan keuangan.

5. Memperlancar segala kegiatan yang terjadi di instansi/organaisasi karena adanya

transparansi terhadap keuangan yang dimiliki.

6. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat karena didukung oleh siklus keuangan

yang berjalan dengan baik dan terencana.

2.2 Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam

suatu perusahaan ataupun lembaga pendidikan, yang mempelajari tentang penggunaan

dana, memperoleh dana dan pembagian hasil operasi perusahaan. Pengeryian manajemen

keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya

mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan dana serta

pengelolaan terhadap aktiva (Rahmini, 2011).

Manajemen keuangan didefinisikan sebagai manajemen data, baik yang berkaitan

dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif dan efisien

maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara

efisien (Sartono, 2001).

2.2.1 Aktivitas Pembiayaan

Aktivitas Pembiayaan adalah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk

mencari sumber modal (sumber eksternal dan internal) untuk membiayai kegiatan bisnis.

Aktivitas pembiayaan meliputi dua sumber, yaitu sumber eksternal dan internal

(Rahmini, 2011).

a. Sumber Eksternal

1. Modal pemilik atau modal sendiri (owner capital atau owner equity) atau modal

saham (capital stock) yang terdiri dari saham istimewa (preferred stock) dan

saham biasa (common stock)

2. Hutang (debt): hutang jangka pendek (short-term debt) dan hutang jangka panjang

(long-term debt)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

9

3. Lain-lain, misalnya hibah

b. Sumber Internal

1. Laba ditahan (retained earning)

2. Penyusutan, amortisasi, dan deplesi (depreciation, amortization, and depletion);

dan

3. Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.

2.2.2 Aktivitas Investasi

Menurut Haming dan Basalamah(2003), aktivitas investasi pengeluaran pada saat

sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva

keuangan mempunyai tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di

masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan juga investasi merupakan aktivitas yang

berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk

mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan dengan barang modal tersebut akan

dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.

Investasi dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Adanya pembelian jenis-jenis barang modal contohnya peralatan produksi dan

juga mesin-mesin untuk membangun beragam jenis perusahaan maupun industri.

2. Adanya pengeluaran untuk dapat membangun tempat tinggal, pabrik dan juga

bangunan kantor maupun bangunan penunjang lainnya.

3. Adanya peningkatan nilai dalam persediaan barang-barang yang masih belum

terjual, yang kemudian di akhir tahun terjadi penghitungan pendatapan nasional.

2.2.3 Tanggung Jawab Manajemen Keuangan

Menurut Riyanto (2001:4), Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai

keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dan

menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut. Tugas pokok antara lain meliputi

keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu

perusahaan, dengan demikian tugas manajemen keuangan adalah merencanakan untuk

memaksimumkan nilai perusahaan. Ada 3 fungsi utama dalam manajemen keuangan

diantaranya:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

10

1. Keputusan Investasi

Merupakan keputusan terhadap aktiva apa yang di kelola oleh perusahaan.

Keputusan investasi ini merupakan keputusan paling penting diantara ketiga

fungsi lainnya. Hal ini karena keputusan investasi akan berpengaruh secara

langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk

waktu-waktu berikutnya.

2. Keputusan pemenuhan kebutuhan dana

Keputusan ini bersangkutan dengan penentuan sumber dana yang akan digunakan,

penentuan pertimbangan pembelanjaan yang terbaik atau penentuan struktur

modal yang optimal.

3. Keputusan Dividen

Keputusan mengenai dividen bersangkutan dengan penentuan presentase dari

keuntungan netto yang akan dibayarkan sebagai “cash dividend”, penentuan

“stock dividend” pembelian kembali saham. Keputusan mengenai dividen ini

sangat erat kaitannya dengan keputusan pemenuhan kebutuhan dana.

2.2.4 Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan

Dalam dunia bisnis, ada beberapa pihak yang memerlukan laporan keuangan,

yaitu pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan. Pihak internal

perusahaan adalah para manager pada semua tingkat. Laporan keuangan tersebut

dijadikan alat untuk mengambil keputusan rutin dan keputusan khusus. Keputusan rutin

meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan kegiatan operasi dan keputusan

khusus meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan investasi jangka

panjang. Misalnya mendirikan pabrik baru, memproduksi pabrik baru, mendirikan anak

perusahaan, riset pemasaran, dan sebagainya.

Pihak eksternal yang membutuhkan laporan keuangan, serikat buruh, dan

sebagainya. Mereka mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam menggunakan

informasi laporan keuangan. Pemegang saham untuk menilai investasi, kantor pajak

untuk menentukan besarnya pajak penghasilan, pasar modal untuk memperkirakan harga

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

11

saham, serikat buruh untuk memperkirakan bonus yang akan diterimanya.

(Salamah:2010)

Gambar 2.1 pihak yang memerlukan laporan keuagan

2.3 Prinisp-prinsip Manajemen Keuangan

Berikut adalah penjelasan masing-masing prinsip Manajemen Keuangan tersebut:

2.3.1 Transparansi

Transparansi adalah keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang diambil

oleh pemerintah. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam

mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan lembaga

pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan

pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang

berkepentingan untuk mengetahuinya (Darma:2007). Transparansi sangat dibutuhkan dan

diwajibkan untuk dilakukan di dalam institusi atau setiap lembaga publik yang memiliki

kepentingan terhadap orang banyak, hal itu perlu dilakukan sebagai bentuk pengawasan

awal terhadap setiap tindakan yang telah/akan diambil di dalam institusi tersebut.

Menurut para ahli, Ada 2 aspek transparansi dan tujuannya adalah sebagai

berikut:

1. Transparansi Keuangan.

Laporan keuangan:

1. Neraca

2. Laba-rugi

3. Arus kas

4.

Pihak luar:

1. Pemegang saham

2. Direktorat pajak

3. Lembaga keuangan

4. Serikat buruh

Pihak dalam:

1. Laba jangka pendek

2. Investasi jangka panjang

3. Kebijakan harga

4. Bauran produk

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

12

Transparansi ini merupakan salah satu yang menjadi hal yang sangat penting

dilakukan di dalam sebuah institusi/lembaga publik karena keuangan merupakan

sektor paling riskan yang mungkin akan diselewengkan. Transparansi keuangan

dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menghindari terjadinya korupsi.

2. Menjaga kerpercayaan antara pihak-pihak yang bersangkutan ataupun

berkepentingan di dalam sebuah istitus/lembaga.

2. Transparansi Manajemen.

Transparasni ini dilakukan untuk menjaga siklus kerja yang sehat di dalam sebuah

institusi/lembaga publik dengan tujuan sebagai berikut:

1. Mencegah terjadinya nepotisme.

2. Meminimalisir adanya tenaga kerja/bidang yang tidak potensial di dalam

institusi tersebut.

2.3.2 Akuntabilitas

Dalam Mardiasmo (2009:20), akuntabilitas publik diartikan kewajiban pihak

pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, melaporkan, dan

mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada

pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta

pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas dalam manajemen keuangan institusi

pendidikan berarti pertanggungjawaban penggunaan dana sekolah yang sesuai dengan

perencanaaan yang telah ditetapkan. berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan

peraturan yang berlaku, maka pihak sekolah akan membelanjakan dana tersebut secara

bertanggung jawab.

Akuntabilitas dapat dibedakan atas beberapa jenis, dalam buku Raba (2006:37)

mengemukakan 3 jenis akuntabilitas, yaitu;

1. Akuntabilitas Hukum dan Peraturan adalah akuntabilitas yang terkait dengan jaminan

adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang diisyaratkan dalam

penggunaan sumber dana publik.

2. Akuntabilitas Proses adalah akuntabilitas yang terakait dengan prosedur yang

digunakan dalam melaksanakan tugas apakah sudah cukup baik.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

13

3. Akuntabilitas Program adalah akuntabilitas yang terkait dengan perimbangan apakah

tujuan yang ditetapkan dapat dicapai dengan baik.

Selain jenis-jenis tersebut, akuntabilitas kinerja harus juga menyajikan penjelasan

tentang deviasi antara realisasi kegiatan dengan rencana serta keberhasilan dan kegagalan

dalam pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan

akuntabilitas ini , diperlukan pula perhatian dan komitmen yang kuat dari atasan langsung

instansi memberikan akuntabilitasnya, lembaga perwakilan dan lembaga pengawasan,

untuk mengevaluasi akuntabilitas kinerja instansi yang bersangkutan.

2.3.3 Efektivitas

Efektivitas seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Sartono (2001) yang menyatakan efektivitas lebih mendalam lagi, karena sebenarnya

efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitas hasil yang

dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi

prinsip efektivitas jika kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk

membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkuitan dan

kualitatif outcome-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Aspek-aspek efektivitas berdasarkan pendapat Muasaroh (2010:13), efektivitas

dapat dijelaskan bahwa efektivitas suatu program dapat dilihat dari aspek-aspek antara

lain:

1. Aspek tugas atau fungsi, yaitu lembaga dikatakan efektivitas jika melaksanakan tugas

atau fungsinya, begitu juga suatu program pembelajaran akan efektif jika tugas dan

fungsinya dapat dilaksanakan dengan baik peserta didik belajar dengan baik.

2. Aspek rencana atau program, yang dimaksud dengan rencana atau program disini

adalah rencana pembelajran yang terprogram, jika seluruh rencana dapat dilaksanakan

maka rencana atau program dikatakan efektif.

3. Aspek ketentuan dan peraturan, efektivitas suatu program juga dapat dilihat dari

berfungsi atau tidaknya aturan yang telah dibuat dalam rangka menjaga

berlangsungnya proses kegiatannya. Aspek ini mencakup aturan-aturan baik yang

berhubungan dengan guru maupun yang berhubugan dengan peserta didik, jika aturan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

14

ini dilaksanakan dengan baik berarti ketentuan atau aturan telah berlaku secara

efektif.

4. Aspek tujuan atau kondisi ideal, suatu program kegiatan dikatakan efektif dari sudut

hasil jika tujuan atau kondisi ideal program tersebut dapat dicapai.

2.3.4 Efisiensi

Sartono (2001) berpendapat bahwa, yang berarti bahwa efisiensi adalah

perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (output).

Berger dan Mester (1997), mengungkapkan ada 3 konsep efisiensi:

1. Cost Efficiency, mengukur tingkat kedekatan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh

suatu bank dengan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh bank terbaik (best practice

bank) untuk menghasilkan jumlah ourput yang sama dalam kondisi yang sama.

2. Standart Profit Efficiency, mengukur seberapa dekat sebuah bank kepada tingkat

maksimum profit yang mungkin dihasilkan pada tingkat tertentu harga-harga input

dan output.

3. Alternative Profit Efficiency, merupakan pengembangan terbaru yang cukup menarik

dalam analisa efisiensi. Konsep efisiensi ini mengukur seberapa dekat suatu bank

kepada perolehan profit maskimum dengan tingkat output tertentu, bukan tingkat

harga dari output.

2.4 Manajemen Keuangan Pesantren

2.4.1 Prinsip-Prinsip Pengelolaan Keuangan Pondok Pesantren

Menurut Sulthon dan Khusnurdilo (2006:261), Penggunaan anggaran dan

keuangan, dari sumber manapun, apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat

perlu didasarkan prinsip-prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut:

1. Hemat, tidak mewah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang

disyaratkan.

2. Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana atau program kegiatan.

3. Terbuka dan transparan, dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga

tersebut perlu dicatat dan dipertanggungjawabkan serta disertai bukti

penggunaannya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

15

2.4.2 Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Pondok Pesantren (RAPBPP)

Implementasi prinsip-prinsip keuangan pada pendidikan, khususnya di lingkungan

pondok pesantren, dan keserasian antara pendidikan dalam keluarga, sekolah, dan

masyarakat, maka untuk sumber dana sekolah dan pesantren itu tidak hanya diperoleh

dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau penyandang dana tetap saja, melainkan

dari sumber dana dari ketiga komponen diatas.

Oleh karena itu, di pesantren sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua

santri yang implementasinya dilakukan dengan membentuk komite atau majelis

pesantren. Komite atau majlis tersebut beranggotakan wakil wali santri, tokoh

masyarakat, pengelola, wakil pemerintah, dan wakil ilmuan/ulama diluar pesantren dan

dapat juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industri. Selanjutnya pihak pesantren

bersama komite atau majelis pesantren pada setiap awal tahun anggaran perlu bersama-

sama merumuskan RAPBPP sebagai acuan bagi pengelola pesantren dalam

melaksanakan manajemen keuangan yang baik. (Sulthon dan Khusnurdilo, 2006:262)

2.4.2.1 Pengertian RAPBPP

Anggaran adalah rencana yang diformulasikan dalam bentuk rupiah dalam jangka

waktu atau periode tertentu serta alokasi sumber-sumber kepada setiap bagian kegiatan.

Anggaran memiliki peran penting dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi

kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. Maka, mencatat anggaran serta melaporkan

relaisasinya sehingga dapat dibandingkan selisih antara anggaran dengan pelaksanaan

serta melakukan tindak lanjut untuk perbaikan.

Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanjaa Pesantren (RAPBP), yaitu:

a. Rencana sumber atau target penerimaan/pendapatan dalam satu tahun yang

bersangkutan, termasuk di dalamnya sumber-sumber keuangan dari:

1. Kontribusi santri

2. Sumbangan dari individu atau organisasi

3. Sumbangan dari pemerintah (Bila Ada)

4. Dari hasil usaha pesantren

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

16

b. Rencana penggunaan keuangan dalam satu satun yang bersangkutan. Semua

penggunaan keuangan pesantren dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan

dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik juga. Penggunaan

keuangan pesantren tersebut menyangkut seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan

kebutuhan pengelolaan pesantren, termasuk dana operasional harian, pengembangan

sarana dan prasarana pesantren, untuk honorium/gaji/infaq semua petugas/pelaksana

di pesantren. (Shulton Masyhud dan Khusnurdilo, 2003:188)

2.4.2.2 Langkah-langkah Penyusunan dan Realisasi RAPBPP

Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBPP adalah harus

menerapkan prinsip anggaran berimbang, artinya rencana pendapatan dan pengeluaran

harus berimbang, diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. Dengan anggran

berimbang tersebut, maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan kokoh dalam hal

keuangan. Oleh karena itu, sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada

bendaharawan pesantren, dalam rangka untuk mempertanggungjawabkan keuangan.

Menurut Shulton Masyhud dan Khusnurdilo (2003:189), Penyusunan RAPBPP

hendaknya mengikuti langkah sebagai berikut:

a. Mengintervensi rencana yang akan dilaksanakan.

b. Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya.

c. Menentukan program kerja dan rincian program.

d. Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program.

e. Menghitung dana yang dibutuhkan.

f. Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana.

Rencana tersebut setelah dibahas dengan pengurus dan komite atau majelis

pesantren, maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja pondok

pesantren (APBPP). Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana

anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang

telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana

sebelumnya.

Dalam setiap anggaran yang disusun untuk kegiatan-kegiatan dilingkungan pondok

pesantren, paling tidak harus memuat 6 hal atau informasi sebagai berikut:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

17

a. Informasi rencana kegiatan: sasaran, uraian rencana kegiatan, penanggung jawab,

rencana baru atau lanjutan.

b. Uraian kegiatan program, program kerja, rincian program.

c. Informasi kebutuhan: barang/jasa yang dibutuhkan, volume kebutuhan.

d. Dana kebutuhan harga satuan, jumlah biaya yang dibutuhkan untuk seluruh volume

kebutuhan.

e. Jumlah anggaran: jumlah anggaran untuk masing-masing rincian program, program,

rencana kegiatan, dan total anggaran untuk seluruh rencana kegiatan.

f. Sumber dana: total sumber dana, masing-masing sumber dana yang mendukung

pembiayaan program.

2.4.2.3 Realisasi RAPBPP

Dalam pelaksanaan kegiatan, jumlah yang direalisasikan dapat tidak sesuai

dengan rencana anggarannya, bisa kurang atau lebih dari jumlah yang telah dianggarkan.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, yakni:

a. Adanya efisiensi atau inefisiensi pengeluaran

b. Terjadinya penghematan atau pemborosan

c. Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan yang telah diprogramkan

d. Adanya perubahan harga yang tidak terantisipasi, dan

e. Penyusunan anggaran yang kurang tepat

2.4.3 Pertanggungjawaban Keuangan Pondok Pesantren

“Katakanlah: apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan

bagi segala sesuatu dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatnnya

kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

18

orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberikannya

kepadamu apa yang kamu perselisihkan”. (QS.Al-An’am;164)

Menurut Sulthon dan Khusnurdilo (2006:267-268) Semua pengeluaran keuangan

pondok pesantren dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. Hal tersebut

merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. Namun demikian, prinsip

transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung

tinggi. Dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut yang perlu diperhatikan oleh

bendaharawan adalah bahwa pada setiap akhir tahun anggaran, bendahara harus membuat

laporan keuangan kepada komite atau majlis pesantren untuk dicocokan dengan

RAPBPP. Laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada

(kuitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan) serta neraca keuanagan.

Selain buku neraca keuangan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan, ada

juga beberapa buku lain yang penting bagi bendaharawan pondok pesantren, yaitu:

1. Buku kas umum

2. Buku persekot uang muka

3. Daftar potongan-potongan

4. Daftar gaji/honorium

5. Buku tabungan

6. Buku Syahriah/kontribusi santri; dan

7. Buku catatan lain-lain yang tidak termasuk diatas, seperti catatan pengeluaran

insidentil.

Buku-buku tersebut perlu diadakan, agar manajemen keuangan pondok pesantren

dapat berjalan dengan baik, transparan, memudahkan dilakukan pengawasan terhadap

penggunaan anggaran yang ditetapkan, serta tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah.

Menurut Imam Syafi’I (2012) dalam artikelnya tentang manajemen keuangan

pendidikan pondok pesantren dalam penyelenggaraan pondok pesantren, pembentukan

pendidikan pesantren yang ideal meliputi:

a. Prosedur Anggaran

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

19

Prosedur anggaran merupakan suatu langkah perencanaan yang fundamental, jadi

Anggaran atau budget adalah sebagai suatu rencana operasi dari suatu kegiatan atau

proyek yang mengandung perincian pengeluaran biaya untuk periode tertentu dan dalam

jangka waktu tertentu. Adapun fungsi penganggaran adalah proyeksi kegiatan finansial

yang diperlukan guna mencapai tujuan yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi

(perusahaan, yayasan, atau pondok pesantren, dll).

Kegiatan di atas meliputi empat fase kegiatan pokok prosedur penganggaran

keuangan, sebagai berikut:

1. Perencanaan anggaran, merupakan kegiatan mengidentifikasi tujuan, menentukan

prioritas, menjabarkan tujuan ke dalam operasional yang terukur, serta adanya

analisis yang terarah dalam pencapaian tujuan, serta membuat rekomendasi alternatif

untuk mencapai sasaran.

2. Persiapan anggaran, merupakan adanya kesesuaian anggaran yang telah ada dengan

segala bentuk kegiatan pesantren, baik pendistribusian, program pengajaran yang

akan dicanangkan serta adanya inventarisasi kelengkapan peralatan dan bahan-bahan

yang tersedia.

3. Pengelolaan pelaksana anggaran, prosedur yang harus di terapkan dalam pelaksana

anggaran adalah adanya pembukuan yang jelas dan teratur, pembelanjaan dan

transaksi yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ada. Perhitungan yang

jelas dan terencana, pengawasan prosedur kerja susuai dengan ketentuan yang

berlaku, melakukan serta membuat laporan keuangan sebagai bentuk

pertanggungjawaban keuangan terhadap lembaga.

4. Menilai pelaksana anggaran, dari semua anggaran yang telah dibuat dan

diaplikasikan ke taraf pendidikan praktis, perlu adanya evaluasi sebagai rekomendasi

untuk perbaikan manajemen dan anggaran yang akan datang. (Mulyana, 2003:199)

Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat tentu bisa saja

menerima sumber dana dari berbagai sumber, hal lain sejalan dengan Undang-Undang

Sisdiknas Pasal 55 ayat 3 yang berbunyi, Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis

masyarakat dapat bersumber dari penyelenggara, masyarakat, pemerintah, pemerintah

daerah dan/atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

20

Menurut Rahmini (2011:155), suatu hal yang perlu diperhatikan dalam

penganggaran keuangan adalah menerapkan prinsip anggaran berimbang, artinya antara

pendapatan dan pengeluaran harus berimbang dan diupayakan tidak terjadi anggaran

pendapatan minus.

b. Prosedur Akuntansi Keuangan

Kata akuntansi berasal dari kata bahasa inggris to account yang berarti

memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi sangat erat kaitannya

dengan informasi keuangan. Akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu

definisi dari sudut pandang pemakai jasa akuntansi dan dari proses kegiatannya. Dari

sudut pandang dalam pemakainnya adalah suatu disiplin ilmu yang menyediakan

informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi

kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Pada proses kegiatan merupakan proses pencatatan,

penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu

organisasi. Dalam sebuah organisasi menentukan untuk membutuhkan pengelola

keuangan yang dapat memastikan program kerja atau operasional dari aspek pendanaan,

tidak terkecuali Pesantren. Pesantren memerlukan dan yang cukup untuk menjalankan

sejumah kegiatan operasional dalam periode yang ditentukan. Dana yang dimiliki

Pesantren harus diatur dan dicatat sedemikian rupa agar jelas arus masuk dan keluranya

keuangan yang telah dianggarkan, termasuk kepatuhan penggunaannya. (Indra Bastian,

2006)

Dalam melakukan akuntansi keuangan, Pesantren perlu adanya untuk

menegakkan prinsip-prinsip keadlian, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik.

Selanjutnya pembahasan mengenai akuntansi keuangan ini meliputi:

1. Penerimaan atau Pemasukan

Pemasukkan keuangan Pesantren dari berbagai sumber perlu adanya dilakukan

pembukuan prosedur berdasarkan yang telah disepakati bersama, baik dalam segi konsep

teoritis maupun peraturan pemerintah. Sumbangan dana yang masuk ke Pesantren bisa

kita klasifikasi sebagai dana langsung dan dana tidak langsung.

Dana tidak langsung adalah dana yang berupa perbandingan waktu pengelolaan

atau pengurus dan santri dalam menggunakan setiap waktunya di Pesantren, seperti

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

21

penyesuaian waktu belajar mendidik ketika di bandingkan dengan ketika pengelola dan

santri dalam meggunakan untuk bekerja, dan hidup kebutuahan sehari-hari. Dana ini

memang sulit sekali dihitung karena tidak ada catatan resminya, namun dalam

perencanaan ini turut dihitung. Dana langsung adalah dana yang di peroleh dari beberapa

sumber yang sah.

2. Pengeluaran

Menurut Nanang (2000:26), alokasi dana yang dikeluarkan untuk sehari-hari

Pesantren harus pula diatur secermat mungkin. Ada beberapa klasifikasi dalam

pengeluaran dana yang di pakai secara umum di lembaga-lembaga Pesantren, yaitu:

a. Dana pembangunan, pengeluaran dana yang diatur dan dapat digunakan untuk

pembangunan dan pembenahan sarana Pesantren, dana ini di sesuaikan dengan

kebutuhan dan jumlah pengelola da santri yang ada di Pesantren tersebut.

b. Dana rutin, merupakan dana yang digunakan untuk biaya operasional satu tahun

anggaran. Dana rutin penggunaannya meliputi pelaksanaan program kerja,

pembayaran gaji, serta pemeliharaa dan perawatan sarana prasarana Pesantren.

Untuk menghitung dana rutin yang dikelola pesantren harus menghitung total cost

atau nilai unit cost yang dibutuhkan setiap santri. Nilai unit cost merupakan nilai satuan

biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pelayanan terhadap seseorang santri setiap

tahun dalam satu jenjang pendidikan.

Berdasarkan akuntansi keuangan di Pesantren, ada beberapa hal yang harus di

perhatikan oleh bendaharawan pesantren:

a. Membuat laporan keuangan kepada Pesantren dan komite Pesantren untuk di

cocokan dengan rancangan anggaran Pesantren.

b. Menyertakan bukti-bukti laporan keuangan, termasuk bukti pembayaran pajak

bila ada.

c. Kwitansi atau bukti-bukti pembelian dan penerimaan berupa tanda tangan

penerima atau bukti pengeluaran yang lain.

Hal-hal yang perlu di persiapkan oleh bendaharawan Pesantren meliputi:

a. Buku kas umum

b. Buku persekot atau uang muka

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

22

c. Daftar potongan-potongan

d. Daftar honorium

e. Buku iuran atau kontribusi santri

f. Buku catatan untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga (Rahmini,

2011:157)

3. Pembelanjaan

Pembelanjaan dalam arti luas, yaitu keseluruhan aktivitas yang bersangkutan

dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana

tersebut. Sedangkan dalam prinsip manajemen adalah dalam memperoleh maupun dalam

menggunakannya atau mengalokasikan dana harus didasarkan pada pertimbangan

efisiensi dan efektivitas.

Dalam kesimpulan diatas, pembelanjaan mempunyai fungsi sebagai penggunaan

dana atau pengalokasian dana. Maksudnya bahwa dalam setiap rupiah dana yang

tertanam harus dapat dugunakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat

keuntungan investasi. Fungsi penggunaan dana meliputi perencanaan dan pengendalian

penggunaan aktiva baik dalam aktiva lancr dan aktiva tetap. (Riyanto, 2006:4)

Aktiva tetap ialah aktiva yang berubah menjadi kas memerlukan waktu lebih dari

satu tahun dan merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva relatif permanen. Aktiva

tetap ini disebut juga aktiva berwujud (tabgible asset) karena ada secara fisik. Aktiva ini

dimiliki dan digunakan oleh organisasi serta tidak untuk dijual karena sebagai bagian dari

operasional normal. Sedangkan aktiva lancar adalah aktiva yang aktiva yang secara

normal berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau kurang seperti dana

pemasukkan yang ada baik donatur atau usaha pondok pesantren, dan manajer keuangan

harus mengambil keputusan investasi (investment decision), fungsi pemenuhan

kebutuhan dana, atau fungsi pendanaan (financing; obtaining of funds) (op cit.: hal 7)

4. Prosedur Pemeriksaan dan Pengawasan

Menurut Nanang (2000:101), prosedur pemeriksaaan dan pengawasan merupakan

proses dasar yang secara esensial tetap diperlukan meskipun bagaimanapun rumit dan

luasnya cakupan dalam suatu organisasi, sedangkan metode yang di gunakan adalah:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

23

a. Penentuan standar

Merupakan batasan-batasan mengenai keberhasilan dan kegagalan suatu kegiatan.

Seperti adanya kegiatan yang dapat direncanakan terlaksana 90% dari

keseluruhannya maka apabila sama atau lebih dari 90% maka dikatakan sesuai

dengan standar. Sebalinya, apabila kurang dari 90% maka dianngap tidak sesuai

dengan standar.

b. Pengukuran

Dalam hal ini pemimpin tidak boleh percaya begitu saja kepada bawahannya

karena dikuartikan laporan yang ada tidak sesuai dengan realita. Dua cara dalam

pengukuran. Pertama, teknik tes dapat dilakukan untuk mengetahui aspek yang

nyata terjadi. Misalkan: ditanya tentang kejadian yang riil terjadi dilapangan.

Kedua, teknik non tes yang dapat digunakan untuk mengetahui keseluruhan aspek

yang tidak lagi dijangkau oleh teknik tes. Seperti halnya, bagaimana kinerja para

pengelola maupun anggota Pesantren kemudian dapat disesuaikan dengan

evaluasi yang mendasar dari para anggota lainnya. Dan hasilnya akan digunakan

untuk umpan balik (feedback) berupa revisi ataupun modifikasi.

2.5 Kerangka Berfikir

Gambar 2.2 Kerangka Berfikir

Pengelolaan Keuangan

Pesantren

Misi, Tujuan Jangka

Panjang dan Pendek,

Program, Layanan,

aktivitas, target, anggaran

Perencanaan Sistem Akuntansi dan

Pelaporan

Pelaksanaan

Pemasukkan dan

Pengeluaran

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

24

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Untuk menemukan analisis sistem pengelolaan keuangan di pondok pesantren

terhadap penguatan manajemen keuagan, dengan unsur-unsur pokok yang harus

ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,

maka digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif pada hakekatnya ialah

mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha

memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya (Nasution, 1988:5).

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Pesantren Luhur Al-Husna yang beralamat di Jl.

Jemurwonosari Gg. Masjid No.42 Wonocolo Surabaya. Adapun waktu pelaksanaannya

mulai dari tanggal 5-8 Desember 2016.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan sekunder. Data

primer berupa transaksi pengelolaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna. Sedangkan

data sekunder berupa data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data

primer yang berupa transaksi pengelolaan keuangan diperoleh dari pengasuh Pesantren

Luhur Al-Husna. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan hasil

pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Cara atau teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Wawancara Tak Terstruktur (unstructured interview)

Menurut Sugiyono (2014), Wawancara tak terstruktur adalah wawancara yang

bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun

secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawanara yang

digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Dalam

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

25

wawancara tidak struktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan

diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang akan diceritakan

oleh responden.

2. Dokumentasi

Menurut Sugiyono (2014), dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah

berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari

seseorang.

3.5 Keabsahan Data

Validitas dalam penelitian kualitatif adalah kepercayaan dari data yang diperoleh

dan analisis yang dilakukan peneliti secara akurat mempresentasikan dunia sosial di

lapangan. Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif meliputi credibility (validitas

internal) dengan cara triangulasi, transferability (validitas eksternal), dependability

(reliabilitas) dan conformability (objektifitas) (Sugiyono, 2014).

Pada penelitian ini, akan digunakan cara triangulasi dalam pengujian data.

Menurut Moleong (2014) triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek

penelitian. Dalam penelitian ini digunakan triangulasi sumber guna menguji keabsahan

datanya. Ini berarti bahwa pengecekan keabsahan atau validitas data dilakukan dengan

menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari

sumber yang berbeda. Peneliti menggunakan wawancara tak terstruktur dan dokumentasi

untuk sumber data yang sama secara serempak.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang

diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan

sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan

membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain

(Sugiyono, 2014:89).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

26

Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan data kualitatif hasil wawancara

dan catatan lapangan. Setelah data-data ini diperoleh peneliti, maka akan dilakukan

analisis data menggunakan pendekatan deskriptif, di mana peneliti mengdeskripsikan arti

data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak

mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu. Adapun tahapan-tahapan analisis data

dalam penelitian ini sesuai dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman

(1992) dalam Sugiyono (2010:91), yaitu sebagai berikut:

a. Pengumpulan data, yaitu peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya

sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di laapangan.

b. Reduksi data, yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian.

Reduksi data merupakan sebuah bentuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan

yang tidak perlu dan mengorganisir data-data yang telah direduksi memberikan

gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti

untuk mencarinya sewaktu-waktu diperlukan.

c. Penyajian data, yaitu sekumpulan informasi yang tersusun yang memungkinkan

adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data merupakan

analisis dalam bentuk matrik, network atau grafis sehingga dapat dikuasai.

d. Pengambilan keputusan atau verifikasi, berarti bahwa setelah data disajiakan, maka

dilakuakan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk itu diusahakan mencari pola,

model, tema, hubungan, persamaan dan sebagainya. Jadi, dari data tersebut berusaha

diambil kesimpulan. Verifikasi dapat dilakuakan dengan keputusan yang didasarkan

pada reduksi data dan penyajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang

diangkat dalam penelitian.

Gambar 3.1 Model Analisis Data Miles dan Huberman

Data display Data collection

Data reduction

Conclusion

drawing/verifying

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

27

3.7 Tahapan Penelitian

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian

Mulai

Rumusan Masalah

Pengumpulan data

wawancara Dokumentasi

Data

Analisis Data

Hasil dan Pembahasan

kesimpulan

selesai

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

57

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian terhadap Manajemen Keuangan Pesantren Luhur

Al-Husna yang telah penulis lakukan maka dapat hasil sebagaimana yang akan dijelaskan

sebagai berikut:

1. Di dalam perencanaan keuangan Pesantren Luhur Al-Husna menggunakan dengan

cara sistem Top Down, artinya perencanaan yang dilakukan oleh pihak Pimpinan

Pesantren sebagai pemberi gagasan awal serta yang dominan lebih aktif dalam

mengatur program kegiatan Pesantren yang berawal dari perencanaan hingga proses

evaluasi khususnya mengenai keuangannya, dimana peran bawahannya atau pihak

pengurus tidak begitu berpengaruh. Kesimpulannya, bawahan atau pihak pengurus

menjadi pasif merasa tidak berkepentingan dan tidak mempunyai tanggung jawab,

hanya saja perannya sebagai penerima keputusan atau hasilnya. Sarannya, dalam

membuat perencanaan dan penganggaran keuangan Pesantren Luhur Al-Husna

sebaiknya melibatkan pihak terkait (Badan Pengasuh dan Bendahara Pesantren)

dalam membuat rencana anggaran yang akan ditentukan, agar terjadi transparansi

keuangan dalam manajemen keuangan Pesantren Luhur Al-Husna, serta target tujuan

pengelolaan keuangan bisa tercapai dengan baik.. Segala bentuk kegiatan di dalam

maupun di luar Pesantren tidak terlepas satu sama lainnya, misalnya seperti kegiatan

belajar kitab ataupun muqoddimah, itu juga tidak terlepas dari rangkaian kegiatan

pesantren lainnya, seperti kegiatan di dalam pesantren, di musholla, di luar pesantren,

dan kebutuhan dapur umum dan lain-lainnya. Dalam kegiatan perencanaan keuangan

di Pesantren Luhur Al-Husna melakukan tiga kegiatan yaitu: Perumusan tujuan,

Memilih program, serta Identifikasi dan pengerahan sumber daya yang ada.

2. Dalam pelaksanaan keuangan Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna merupakan

otorisator penuh terhadap pengeluaran keuangan. Setiap dana yang keluar harus

disetujui Kyai Pesantren Luhur Al-Husna, proses pelaksanaan keuangan untuk

melakukan setiap kegiatan yang telah tercantum dalam anggaran harus membuat

proposal kegiatan beserta rincian dana yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut,

setelah disetujui oleh salah satu anggota pengasuh pesantren baru kemudian Kyai

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

58

Pesantren Luhur Al-Husna mengeluarkan uang sesuai dengan yang ada di proposal.

Setiap selesai melaksanakan kegiatan baik bulanan maupun tahunan yang telah

dilakukan langkah selanjuntnya adalah membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Membuat LPJ merupakan suatu keharusan bagi setiap bagian yang ada di lingkungan

Pesantren Luhur Al-Husna, setiap LPJ masing-masing bagian tersebut akan diaudit

oleh pihak internal pesantren, dan hasilnya kemudian diserahkan kepada Pengasuh

Pesantren Luhur Al-Husna. Proses lainnya, santri harus wajib membayar setiap tiga

bulan sekali yang telah ditentukan oleh Pesantren Luhur Al-Husna untuk proses

belajar mengajar di Pesantren. Santri-santri tidak diperbolehkan menyimpan uang

sendiri, santri harus membayar sesuai rincian yang sudah ditentukan oleh Pesantren

Luhur Al-husna, sehingga kebutuhan santri sudah disediakan oleh Pesantren, seperti

halnya makan dan minum, serta makanan ringan pada saat ada kegiatan. Santri hanya

mendapatkan kartu makan sebagai alat pembayaran, sehingga apabila santri pada saat

makan yang disediakan pesantren hanya dengan menggunakan kartu tersebut sebagai

alat bukti pembayaran. Sedangkan untuk operasional pribadi, santri hanya boleh

memegang uangnya sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Pesantren Luhur Al-Husna

tidak membatasi orang kaya maupun orang miskin. Intinya sesuai persyaratan ‘siapa

saja yang pingin nyantri’ di Pesantren Luhur Al-Husna dan anehnya lagi ada orang

yang tidak punya apa-apa (miskin) bilang ke Kyai Pesantren Luhur Al-Husna,

bilangnya melainkan minta dispensasi dan dispensasinya tidak semerta-merta di

potong berapa persen, bahkan beliau (Abah) menjawab ‘sudah, orang itu tidak usah

bayar’ dan bahkan kekeruangan beliau (Abah) tidak tahu data lapangan, hanya saja di

Pesantren Luhur Al-Husna sekerdar datang, solat, ngaji, dan lain-lain. Tetapi tidak

tahu yang ada kekurangan uang di Pesantrren, sehingga bawahannya yang

memikirkan ‘bagaimana caranya di Pesantren sudah terpenuhi’, melainkan keputusan

terakhir ada pada Kyai Pesantren Luhur Al-Husna.

3. Dalam sistem akuntansi dan pelaporan keuangan, pertanggungjawaban keuangan di

Pesantren Luhur Al-Husna dalam bentuk laporan keuangan yang berupa penerimaan

kas dan pengeluaran kas. Bendahara Pesantren melaporkan setiap laporan kegiatan

yang menyangkut keuangan dari setiap kegiatan dan bagian yang dilakukan di luar

kegiatan Pesantren kepada Pengasuh Pesantren. Oleh karena itu, bahwa sistem dan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

59

pelaporan keuangan untuk pertanggungjawaban keperluan kegiatan pesantren, sarana

dan prasarana, dan lain-lain telah terlaksana dengan baik, karena melaporkan

keuangan secara transparansi.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki keterbatsan antara lain:

1. Faktor subjektifitas peneliti dalam memberikan penjelasan dalam penelitian.

2. Objek peneltian kurang terbuka dalam memberikan informasi, sehingga ada beberapa

informasi yang kurang lengkap.

5.3 Saran

Dari seluruh hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang

sekiranya menjadi penting yang dikemukakan, diantaranya yaitu:

1. Dalam membuat perencanaan dan penganggaran keuangan Pesantren Luhur Al-Husna

sebaiknya melibatkan pihak terkait (Badan Pengasuh dan Bendahara Pesantren)

dalam membuat anggaran penerimaan dan pengeluaran pesantren agar terjadi

transparansi keuangan dalam manajemen keuangan Pesantren Luhur Al-Husna, serta

tujuan pengelolaan keuangan pesantren telah tercapai dengan baik.

2. Dalam pelaksanaan keuangan sebaiknya Pesantren Luhur Al-Husna melaksanakannya

sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang sudah ada dalam penganggaran pesantren, serta

Pengasuh juga harus memerhatikan kondisi lapangan maupun keuangan Pesantren

Luhur Al-Husna.

3. Pesantren Luhur Al-Husna sebaiknya membuat laporan keuangan setiap bulannya

agar dapat dilaporkan kepada orang tua santri dan pihak Pengurus Pesantren harus

lebih transparan dengan sesuai sumber dananya yang akan di pertanggungjawabkan

kepada pihak Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna dan laporan keuangannya harus

menerapkan PSAK No.45.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

60

DAFTAR PUSTAKA

A malik, fadjar. 2004. Sintesa Antara Perguruan Tinggi Dengan Pesantren. Malang:

UIN Malang Press.

Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.

Bambang, Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat,

Cetakan Ketujuh. Yogyakarta. BPPFE Yogyakarta.

Bambang, Riyanto. 2006. Dasar-Dasar Pemebelanjaan Perusahaan. Jakarta: Bumi

Aksara.

Berger, Allan N, L. J. Mester. 1997. Inside the Black Box: What Explains Differences

In The Efficiens of Financial Institution. Journal of Banking and Finance.

Darma, Surya. 2007. Manajemen Keuangan Institusi, Direktorat Tenaga Pendidikan,

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendididkan,

Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Dhofier, Zamakhsyari. 1985. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup

Kyai. Jakarta: LP3ES

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi

Revisi. Jakarta: Salemba Empat.

Imam Syafi’i. 2012. Manajemen Keuangan Pendidikan Pesantren

John Mc. Manama. 2010. Design dan Perencanaan Sistem Informasi. Jakarta:

Luxima.

Lihat PBNU. 1996. Hasil-Hasil Muktamar Nahdhatul Ulama ke-29. Jakarta: Lajnahn

Ta’alif Wa Annsyr.

Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: ANDI.

Moleong, Lexy J. 2014. Metode Penelitian Kualitatif.Edisi Refisi.Bandung : PT.

Remaja Rosdakarya.

Muasaroh. 2010. Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Terhadap

Peningkatan Minat Baca Siswa SMA Negeri 1 Kendal. Tesis. Yogyakarta:

Universitas Sunan Kalijaga.

Murdin Haming dan Salim Basalamah. 2003. Studi Kelayakan Investasi: Proyek dan

Bisnis. Jakarta: PPM.

Mulyana. 2003. Menjadi Kepala Sekolah Professional. Bandung: Remaja Rosda

Karya.

Nanang, Fatah. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda

Karya.

Nasution. 1988. Metode Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Putra, Syopiansyah Jaya dan Subiyakto. 2006. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta:

UIN Jakarta Press.

Qomar, Mujamil. 2007. Pesantren Dari Transformasi Metodologi Menuju

Demokratisasi Industri. Jakarta: Erlangga.

Raba, Manggaukang. 2006. Akuntabilitas Konsep dan Implementasi. Malang: UMM

Press.

Rahmidi Hadi, Parno. 2011. Manajemen Keuangan Konsep, Teori, dan Praktiknya di

Sekolah dan Pondok Pesantren. Purwokerto: STAIN Press.

Ridwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Salamah, Ummu. 2010. Studi Mengenai Sistem Pengelolaan Keuangan Keuangan di

Pondok Pesantren. Jakarta: UINSYAH Press.

Sulthon dan Khusnurdilo. 2006. Manajemen Pondok Pesantren dalam Perspektif

Global. Yogyakarta: LaksBang.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

61

Shulton Masyhud dan Khusnurdilo. 2003. Manajemen Pondok Pesantren. Jakarta:

Diva Pistaka. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta.

Sartono, Agus. 2011. Manajemen Keuagan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPEF-

Yogyakarta.

Wahjoetomo. 1997. Perguruan Tinggi Pesantren. Jakarta: Gema Insani Press.

Ziemak, Manfred. 1986. Pesantren Dalam Perubahan Sosial. Jakarta: Perhimpunan

Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).

Sumber Website:

(http://tarbiyahku.wordpress.com/manajemen-keuangan-pesantren) diakses pada 29

Mei 2016.

(http://ahsinrifqy.blogspot.co.id/2016/06/makalah-manajemen-keuangan-pondok-

pesantren.html) diakses pada 6 Desember 2016, 08.30 WIB

(http://www.nugresik.or.id/?=330) diakses pada selasa, 27 Desember 2016, 7.30 WIB)

(http://literaturbook.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-efektivitas-dan-landasan.html)

diakses pada 21 Januari 2017, 10.33 WIB

(http://bany-banysastra.blogspot.co.id/2012/08/pengertian-efisiensi.html) diakses pada

21 Januari 2017, 10.36 WIB

www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-transparansi-menurut-para-ahli/

diakses pada 22 januari 2017, 09.50 WIB

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

62

LAMPIRAN

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

63

Daftar Lampiran:

1. Profil Pesantren Luhur Al-Husna

2. Profil Pengasuh/Pendiri Pesantren Luhur Al-Husna

3. Struktur Organisasi Pesantren Luhur Al-Husna

4. Daftar Pertanyaan Saat Wawancara

5. Dokumentasi

6. Surat Keterangan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

64

Lampiran 1:

Profil Pesantren Luhur Al-Husna

1. Nama Pesantren : Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya

2. Nama Pengasuh Pesantren : Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si

3. Tahun Berdiri : 2000 – Sampai sekarang

4. Alamat :

5. Telepon : (031) 8473005

6. E-Mail : [email protected]

7. Kode Pos : 60237

Jln. Jemur Wonosari Gg. Masjid No.42, Wonocolo

Surabaya, Jawa Timur

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

65

Lampiran 2:

Profil Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna

Nama : Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si

Tempat, Tanggal Lahir : Tulungagung, 1 Januari 1956

Pendidikan Dasar dan Menengah

Tahun 1968 : Lulus SD Negeri di Tulungagung

Tahun 1968 : Lulus MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama)

Tulungagung

Tahun 1974 : Lulus PGAN 6 Tahun di Tulungagung

Tahun 1974 : Lulus dari MTs. Salafiyah Pondok “Panggung” Tulungagung

- Pondok Pesantren “Al-Hikmah” Purwoasri Kediri

- Pondok Pesantren “Al-Ishlah” Bandar Kidul Kediri

- Pondok Pesantren “Bahaudin” Ngelom Taman Sidoarjo

Pendidikan Tinggi

Tahun 1978 : Sarjana Muda (BA) Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya

Tahun 1984 : Sarjana (Drs.) Jurusan Sastera Arab Fak. Adab IAIN SA Surabaya

Tahun 1988 : Dip.TAL LIPIA Al-Su’udy Jakarta

Tahun 1999 : Magister Sains Ilmu Sosial-Politik PPS Univ.Airlangga Surabaya

Tahun 2006 : Doktor Ilmu Sosial-Politik PPS Univ. Airlangga Surabaya

Tahun 2009 : Guru Besar Sosiologi IAIN SA Surabaya

Pengalaman Organisasi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

66

1. Ketua Ranting IPNU Ds. Ketanon Tulungagung 1972 – 1973

2. Ketua OSIS PGAN Tulungagung 1973 – 1974

3. Ketua Rayon PMII Fak. Adab IAIN SA Surabaya 1975 – 1976

4. Sekretaris GP Ansor Ancab Taman Sidoarjo 1975 – 1978

5. Ketua Umum Senat Mahasiswa Fak. Adab IAIN SA Surabaya 1976 – 1977

6. Sekretaris PMII Cab. Surabaya 1977 – 1978

7. Ketua Umum Dewan Mahasiswa IAIN SA Surabaya 1979 – 1981

8. Wakil Sekretaris PMII Koorcab. Jatim 1982 – 1984

9. Ketua Umum PMII Koorcab. Jatim 1984 – 1986

10. Ketua Umum Himpunan Pedagang Pasar Sidoarjo 1983 – 1989

11. Ketua LP. Ma’arif NU Cab. Sidoarjo 1983 – 1989

12. Wakil Katib Syuriyah NU Cab. Sidoarjo 1989 - 1994

13. Wakil Ketua GP Ansor Wilayah Jatim 1987 – 1991

14. Ketua LDNU Wilayah Jatim 1987 – 1992

15. Katib Syuriyah PWNU Jatim 1992 - 1997

16. Wakil Ketua PWNU Jatim 1997 – 1999

17. Ketua PWNU Jatim 1999 – 2008

18. Koordinator FLA (Forum Lintas Agama dan Etnis) Jawa Timur

19. Anggota DPR RI masa bakti 2009 - 2014

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

67

Lampiran 3:

Struktur Organisasi Pesantren Luhur Al-Husna

Susunan Pengurus Pesantren Luhur Al-Husna

Pendiri:

Ketua : Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M. Si

Anggota : Hj. May Yetti

Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum

dr. Ahmad Fahmi

Ahmad Maududi, S.Hi., M.Hi

Badan Pengurus:

Ketua Umum : Ahmad Faik Hadi

Sekertaris Umum : Muhammad Hamdan Yuwafik

Bendahara I : M. Fahrudin Nur

Bendahara II : Ahmad Izzan Muqoddasi

Anggota : Wahyu Hidayatullah

Roisul Umam Hamzah

Maulana Akbar Syah

Muhammad Khoirun Anas

Badan Pendiri

Ketua

Ketua Umum

Badan

Penasehat

Sekertaris

Umum

Bendahara I

Bendahara II

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

68

Penasehat : Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M. Si

Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum

Ahmad Maududi, S.Hi., M.Hi

Ustadz Fathul Kodir, M.Hi

Ustadz Nur Ismail, S.Hum

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

69

Lampiran 4:

Daftar Pertanyaan Saat Wawancara

1. Bagaimana perencanaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna?

2. Bagaimana pelaksanaan keuangan di Pesantren Luhur Al-Husna?

3. Bagaimana sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di Pesantren Luhur Al-

Husna?

4. Apakah ada bantuan dari Pemerintah?

5. Apakah ada bantuan dari Masyarakat?

6. Media akuntansi berupa apa pada saat pelaporan keuangan?

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

70

Lampiran 5:

Dokumentasi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

71

Foto saat wawancara

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

72

Lampiran 6:

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember


Recommended