+ All documents
Home > Documents > SURAT PENCATATAN - Repository Universitas Jember

SURAT PENCATATAN - Repository Universitas Jember

Date post: 21-Feb-2023
Category:
Upload: khangminh22
View: 0 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
17
a.n. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTUR JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., ACCS. NIP. 196611181994031001 REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SURAT PENCATATAN CIPTAAN Dalam rangka pelindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dengan ini menerangkan: Nomor dan tanggal permohonan : EC00202052956, 25 November 2020 Pencipta Nama : Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D, Hanny Rasni., S.Kp., M.Kep dkk Alamat : Jalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember, Jember, JAWA TIMUR, 68111 Kewarganegaraan : Indonesia Pemegang Hak Cipta Nama : Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D, Hanny Rasni., S.Kp., M.Kep dkk Alamat : Jalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember, Jember, JAWA TIMUR, 68111 Kewarganegaraan : Indonesia Jenis Ciptaan : Karya Ilmiah Judul Ciptaan : MODEL HOME HEALTH CARE FOR CARING OF FAMILY TO PREVENT COVID-19 Tanggal dan tempat diumumkan untuk pertama kali di wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia : 25 November 2020, di Jember Jangka waktu pelindungan : Berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya. Nomor pencatatan : 000220995 adalah benar berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Pemohon. Surat Pencatatan Hak Cipta atau produk Hak terkait ini sesuai dengan Pasal 72 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Transcript

a.n. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

DIREKTUR JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL

Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., ACCS.

NIP. 196611181994031001

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

SURAT PENCATATAN

CIPTAANDalam rangka pelindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014

tentang Hak Cipta, dengan ini menerangkan:

Nomor dan tanggal permohonan : EC00202052956, 25 November 2020

Pencipta

Nama :Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D, Hanny Rasni.,

S.Kp., M.Kep dkk

Alamat : Jalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember, Jember, JAWA TIMUR,

68111

Kewarganegaraan : Indonesia

Pemegang Hak Cipta

Nama :Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D, Hanny Rasni.,

S.Kp., M.Kep dkk

Alamat : Jalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember, Jember, JAWA TIMUR,

68111

Kewarganegaraan : Indonesia

Jenis Ciptaan : Karya Ilmiah

Judul Ciptaan : MODEL HOME HEALTH CARE FOR CARING OF FAMILY TO PREVENT

COVID-19

Tanggal dan tempat diumumkan untuk pertama kali di

wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia

: 25 November 2020, di Jember

Jangka waktu pelindungan : Berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung selama 70 (tujuh puluh)

tahun setelah Pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari

tahun berikutnya.

Nomor pencatatan : 000220995

adalah benar berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Pemohon.

Surat Pencatatan Hak Cipta atau produk Hak terkait ini sesuai dengan Pasal 72 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

LAMPIRAN PENCIPTA

No Nama Alamat

1Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep.,

Sp.Kep.Kom., Ph.DJalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember

2 Hanny Rasni., S.Kp., M.Kep Perum Bumi Tegal Besar BA-28, Jember

3Latifa Aini Susumaningrum, M.Kep.,

Sp.KomJln. Jawa 2B No. 29 Jember

4 Ns. Rismawan Adi Yunanto, M.Kep Jalan Slamet Riyadi Perumahan Green Pesona Patrang Blok B-24 Jember

5 Ns. Fitrio Deviantony, S.Kep., M.Kep Jalan Mohammad Serudji No. 82 Jember

6 Ns. Eka Afdi Septiyono, M.Kep Dusun Krajan, Janit, Candipuro Lumajang

LAMPIRAN PEMEGANG

No Nama Alamat

1Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep.,

Sp.Kep.Kom., Ph.DJalan Nangka VI/77 RT 002 RW 010 Patrang, Jember

2 Hanny Rasni., S.Kp., M.Kep Perum Bumi Tegal Besar BA-28, Jember

3Latifa Aini Susumaningrum, M.Kep.,

Sp.KomJln. Jawa 2B No. 29 Jember

4 Ns. Rismawan Adi Yunanto, M.Kep Jalan Slamet Riyadi Perumahan Green Pesona Patrang Blok B-24 Jember

5 Ns. Fitrio Deviantony, S.Kep., M.Kep Jalan Mohammad Serudji No. 82 Jember

6 Ns. Eka Afdi Septiyono, M.Kep Dusun Krajan, Janit, Candipuro Lumajang

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

MODEL HOME HEALTH CARE FOR CARING OF FAMILY TO PREVENT COVID-19

2020

Ns. Tantut Susanto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D Hanny Rasni, S.Kp., M.Kep

Latifa Aini Susumaningrum, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep.

Ns. Fitrio Deviantony, S.Kep., M.Kep Ns. Eka Afdi Septiyono, S.Kep., M. Kep

UNIVERSITAS JEMBER | NOVEMBER 2020

1 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat-

Nyalah kami dapat menyelesaikan penulisan model yang berjudul “Model Home Health Care

for Caring of Family to Prevent COVID-19”.

Model ini merupakan hasil Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Tahun

ke-2 yang didanai dari DRPM Kemenristek-Dikti Tahun 2020 dengan fokus COVID-19.

Dalam model ini kami memaparkan terkait bagaimana model perawatan kesehatan keluarga di

rumah untuk mencegah COVID-19.

Model home health care sebagai suatu metode alternatif yang kami kembangkan dalam

pemberian asuhan keperawatan pada keluarga selama masa pandemic COVID-19. Model ini

dapat diterapkan dalam tataran pelayanan komunitas dengan melibatkan seluruh aspek yang

dimulai dari Dinas Kesehatan (Department of Health), Puskesmas (Public Health Services),

Rumah Sakit (Hospital), dan hingga ke Komunitas (Community). Keluarga yang berada di

komunitas menjadi subyek model ini dengan pemberdayaan Posyandu (Integrated Health Care

Center), Kader Kesehatan (Voluntary Health Services), dan Klinik Perawatan Kesehatan di

masyarakat (Clinic Health Nursing).

Dalam penyusunan model ini, kami mengucapan terima kasih untuk kerja sama para tim

peneliti dosen yang telah bekerja sama dalam menuangkan ide dan hasil penelitiannya. Tidak

lupa kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari mahasiswa program Profesi Ners

Fakultas Keperawatan Universitas Jember yang tergabung dalam kelompok riset (KeRis)

Caring for Risk and Vulnerable Population in Community yang membantu pada penyusunan

model ini. Selanjutkan kami mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan

Pengabdian (LP2M) Universitas Jember atas fasilitasi kegiatan penelitian PTUPT Tahun 2020

serta DRPM Kemenristek-Dikti atas pendanaan PTUPT Tahun 2020.

Kami berharap model ini dapat menjadi sebagai model praktik layanan keperawatan kelaurga

ataupun dalam pengebangan kelimuan keperawatan keluarga di komunitas untuk dalam

menekan angka COVID-19 di berbasis keluarga. Kami menyadari di dalam penyusunan model

ini kami masih memiliki kekurangan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun dari

2 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

pembaca khususnya para praktisi dan peneliti di bidang perawatan kesehatan komunitas sangat

kami butuhkan agar penyusunan model ini bisa lebih baik lagi.

Akhir kata kami berharap untuk model ini bisa bermanfaat untuk pendidik, praktisi, dan

mahasiswa yang mempelajari keperawatan keluarga agar digunakan sebagai acuan layanan

asuhan keperawatan keluarga di komunitas.

Jember, November 2020

Tim Penulis

3 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

DAFTAR ISI

PRAKATA ................................................................................................................................. 1

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 3

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................. 4

1. Pendahuluan .................................................................................................................... 5

2. Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19 ... 6

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 11

4 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19 ................................................................................................ 2

Gambar 2 Gambar 2. Langkah Asuhan Keperawatan Keluarga dengan COVID-19 .. 9

5 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

MODEL HOME HEALTH CARE FOR CARING OF FAMILY TO PREVENT

COVID-19

1. Pendahuluan

Untuk mencegah penyebaran meluas COVID-19 diterapkan program physical

distancing, dimana perlunya menjaga jarak antar individu. COVID-19 menyebar terutama

di antara orang-orang yang berada dalam kontak dekat (dalam jarak sekitar 6 kaki) untuk

waktu yang lama (WHO, 2020). Kondisi pandemic COVID-19 menjadi stressor bagi

keutuhan sistem keluarga. Keluarga memerlukan adaptasi dalam pencapaian tugas

perkembangan keluarga yang optimal dengan menjaga status kesehatan dan

kesejahteraannya untuk mencapai kualitas hidup keluarga (Susanto, 2012). Keluarga perlu

melakukan penguatan struktur keluarga dan memfungsionalisasi fungsi keluarga untuk

memfasilitasi pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, sosial, kultural, spiritual, dan

perkembangan bagi setiap anggota keluarga (Susanto et al., 2018). Perawat keluarga dapat

memfasilitasi pemenuhan kebutuhan keluarga selama masa pandemic COVID-19,

sehingga keluarga mampu mempertahankan keutuhan sistem keluarga melalui pemberian

asuhan keperawatan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan home health care dalam

memfasilitasi keluarga untuk memperkuat garis pertahanan keluarga sebagai sistem dalam

beradaptasi selama pandemic COVID-19.

Kami menawarkan model home health care sebagai metode alternatif dalam

pemberian asuhan keperawatan pada keluarga selama masa pandemic COVID-19. Model

ini dikembangkan dengan mengadaptasi model sistem dari Betty Neuman (penguatan tiga

garis pertahanan keluarga melalui prevensi primer, sekunder, dan tersier) (Smith & Parker,

2015), model proses keperawatan (pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan, dan

evaluasi keperawatan) (Lynda Juall Carpenito-Moyet, 2009), dan model manajemen

pelayanan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan) (Jones, 2007)

yang dilaksanakan di tatanan Puskesmas. Ketiga model tersebut diintegrasikan sebagai

suatu bentuk “Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of

COVID-19”.

6 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

2. Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

Gambar 1. Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

Keluarga sebagai unit sistem dari pandangan Betty Neuman, maka keluarga memiliki beberapa

kebutuhan inti dalam kehidupan keluarga, yaitu kebutuhan fisik, psikologis, sosial, kultural,

spiritual, dan perkembangan (Smith & Parker, 2015). Kebutuhan fisik dalam penelitian ini,

kami mengidentifikasi terkait dengan tanda-tanda vital sebagai status kesehatan keluarga

(seperti tekanan darah, nadi, suhu, dan indeks masa tubuh), aktivitas fisik (Craig et al., 2003),

dan kebutuhan tidur (Setyowati & Chung, 2020). Kebutuhan psikologis diidentifikasi melalui

mekanisme koping keluarga (Rafiyah, Suttharangsee, & Sangchan, 2011). Kebutuhan social

7 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

diidentifikasi melalui kesepian dalam keluarga (Nurdiani, 2019). Untuk kebutuhan kultural

keluarga diidentifikasi melalui pemenuhan kebutuhan fungsi social keluarga (Smilkstein G,

1978). Kebutuhan spiritual, kami identifikasi dengan pengalaman keseharian spiritual keluarga

(Krebs, Carey, & Weinberger, 2007). Sedangkan kebutuhan perkembangan keluarga dapat

dilihat dalam pencapaian tugas perkembangan keluarga terkait ditemukan tidaknya masalah

kasus COVID-19 dalam keluarga.

Kami memandang keluarga sebagai suatu sistem berdasarkan konsep Betty Neuman yang

dikelilingi oleh suatu garis pertahanan sebagai suatu bentuk mekanisme pertahanan (Smith &

Parker, 2015) terhadap stressor COVID-19. Garis pertahanan keluarga terdiri dari tiga garis

pertahanan, yaitu garis pertahanan fleksibel, normal, dan resisten (Smith & Parker, 2015).

Lingkaran pertama berupa flexible line of defense merupakan garis pertahanan terluar dari

keluarga untuk menahan stressor COVID-19. Bentuk intervensi keperawatan keluarga yang

dapat digunakan berupa prevensi primer. Lingkaran kedua berupa normal line of defense

sebagai pertahanan keluarga paparan stressor dengan mengutamakan intervensi keluarga

berupa prevensi sekunder. Garis pertahanan inti yang terdalam berupa lines of resistance

sebagai mekanisme pertahanan terhadap kebutuhan pokok keluarga dengan mengutamakan

tindakan prevensi tersier.

Stressor sistem keluarga selama masa pandemic COVID-19 dapat mempengaruhi tiga garis

pertahanan keluarga dapat berupa factor fisik (seperti factor risiko pribadi dan risiko paparan

faktor COVID-19), factor psikososial (seperti stress dan adaptasi keluarga), faktor gaya hidup

(sperti pemenuhan nutrisi, istirahat tidur, dan aktivitas fisik), factor ekonomi (seperti pekerjaan

dan paparan di tempat kerja), factor kejadian hidup (seperti ditemukannya kasus COVID-19 di

daerah tempat tinggal keluarga ataupun di tempat kerja dari anggota keluarga) (Allender,

Rector, & D.Warner, 2010). Faktor-faktor tersebut sebagai suatu factor risiko yang dapat

mempengaruhi keutuhan dari garis pertahanan fleksibel, normal, dan resisten pada keluarga

suatu sistem, sehingga diperlukan suatu tindakan pencegahan untuk memperkuat garis

pertahanan keluarga (Smith & Parker, 2015).

Penguatan garis pertahanan sistem keluarga dioptimalkan melalui tindakan pencegahan untuk

memenuhi kebutuhan keluarga dan mengurangi paparan factor rsisiko keluarga (Smith &

Parker, 2015), (Allender et al., 2010). Prevensi primer dilakukan untuk memperkuat garis

pertahanan fleksibel. Tindakan prevensi primer untuk mencegah paparan COVID-19 dapat

8 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

berupa melakukan gerakan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari

keramaian) dan pemenuhan kebutuhan dalam memperkuat imunitas tubuh (nutrisi, istirahat,

dan aktivitas fisik yang cukup) (Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2020; Direktorat

Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 2020; Gugus Tugas Covid 19, 2020).

Prevensi sekunder dapat dilakukan mellaui kegiatan skrining dan deteksi dini terkait COVID-

19 melalui pengenalan tanda dan gejala COVID-19 dan melakukan tes jika memiliki tanda dan

gejala agar diagnosis dini dapat ditegakkan secara cepat (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

Prevensi tersier dapat dilakukan dengan melakukan physical distancing dengan menjaga jarak

2 meter ditempat umum dan keramaian, melakukan isolasi mandiri jika hasil test menunjukkan

reaktivitas (dengan ataupun tanpa gejala) (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2020).

Ketiga prevensi tersebut dapat difasilitasi dengan pemberian asuhana keperawatan keluarga

dengan home health care management pada keluarga.

Asuhan keperawatan keluarga pada COVID-19 diberikan dengan pendekatan lima langkah

proses keperawatan (Allender et al., 2010). Pengkajian pada keluarga terkait dengan COVID-

19 dapat dilakukan dengan identifikasi paparan factor risiko COVID-19 pada keluarga dan

kebutuhan-kebutuhan inti yang dibutuhkan oleh keluarga selama masa pandemic COVID-19.

Dari hasil pengkajian tersebut, dapat ditegakkan diagnosis keperawatan keluarga, baik pada

masalah actual, risiko ataupun kesejahteraan dari keluarga. Perencanaan keperawatan keluarga

dapat disusun untuk mengatasi permasalahan keluarga dengan penekanan pada prevensi primer,

sekunder, dan tersier untuk memperkuat tiga garis pertahanan keluarga sebagai suatu sistem.

Tindakan keperawatan keluarga dapat dilakukan melalui fasilitasi tindakan mandiri

keperawatan dan terapi keluarga. Evaluasi keperawatan keluarga dapat dilakukan untuk

mengidentifikasi capaian kesehatan dan kemandirian keluarga (Kementerian Kesehatan, 2006)

dalam pencegahan masalah COVID-19, seperti pada gambar 2 berikut ini:

9 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

Gambar 2. Langkah Asuhan Keperawatan Keluarga dengan COVID-19

Tingkat capaian kesehatan dan kemandirian keluarga dalam pencegahan COVID-19 dapat

diidentifikasi melalui tingkat self-efficcay dari keluarga. Sifat COVID-19 yang merupakan

suatu ancaman diharapkan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat untuk dapat

mengambil perilaku pencegahan dan pembentukan mental yang sehat, sehingga masyarakat

10 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

mengambil langkah dalam pencegahan diri dari ancaman tersebut (Mukhtar, 2020). Sementara

itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman langsung terhadap suatu wabah atau

kejadian luar biasa akan meningkatkan efikasi diri, yang pada gilirannya mengarah pada

keterlibatan dalam tindakan pencegahan (De Zwart et al., 2009). Selain itu, penelitian

menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan elemen penting dalam mempromosikan niat dan

perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (Sheeran et al., 2016). Lebih lanjut, self-efficacy

mampu meningkatkan perilaku kesehatan dan kualitas hidup.

Kualitas hidup keluarga diartikan sebagai pandangan dinamis kesejahteraan keluarga baik

secara kolektif maupun subyektif oleh setiap anggota yang mana kebutuhan individu dan

keluarga saling berinteraksi satu sama lain (Schalock, 2008 dalam Hartono, 2013). Kualitas

hidup keluarga memiliki beragam aspek (Turnbull et al., 2004), meliputi interaksi keluarga,

pengasuhan, kesejahteraan emosional, kesejahteraan fisik, dan dukungan (Michalos, 2016;

Samuel et al., 2012). Kualitas hidup keluarga merupakan suatu keadaan dimana kebutuhan

keluarga terpenuhi dan anggota keluarga menikmati hidup mereka sebagai keluarga dan

memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang penting bagi mereka (Park et al., 2003).

Kualitas hidup keluarga selama masa pandemic COVID-19 perlu terus dipertahankan dalam

menjaga stabilitas keutuhan keluarga dalam menjaga kesehatannya. Pemenuhan kualitas hidup

keluarga selama masa pandemic COVID-19 dapat difasilitasi melalui kunjungan rumah dengan

asuhan keperawatan keluarga. Perawatan kunjungan rumah dengan pendekatan proses

keperawatan tersebut diperlukan suatu manajemen yang baik oleh Puskesmas, sehingga

pelayanan yang diberikan pada keluarga dapat secara holistic dan komprehensif.

Manajemen pelayanan kesehatan home health care (H2C) selama masa pandemic COVID-

19 dapat dikoordinasikan oleh Puskesmas melalui program perawatan kesehatan masyarakat

(Perkesmas). Puskesmas dapat merencanakan (planning) terkait layanan H2C sebagai program

layanan kunjungan rumah untuk pelaksanaan program Perkesmas sebagai bentuk kegiatan

pelayanan diluar Gedung Puskesmas. Pengorganisasian (organaizing) kegiatan H2C dapat

dibentuk melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sebagai

bentuk pembinaan keluarga yang berisiko atau rentan terhadap masalah kesehatan COVID-19.

Proses pelaksanaan (actuating) kegiatan H2C dapat dilaksanakan bersama antara perawat

penanggung jawab wilayah dengan kader kesehatan setempat dalam melakukan kunjungan

rumah melalui kegiatan konseling dari pint uke pintu (KOPIPU). Lebih lanjut, pengendalian

(controlling) keberlangsungan dan keberlanjutan kegiatan H2C dapat dievaluasi dengan tingkat

kemandirian keluarga dalam bidang kesehatan dalam pencapaian program perawatan

kesehatan masyarakat untk pengendalian penyakit menular COVID-19.

11 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

DAFTAR PUSTAKA

Allender, J. A., Rector, C., & D.Warner, K. (2010). Community Health Nursing Promoting

and Protecting the Public’s Health (7th ed.). New York: Lippincot William & Wilkins.

Craig, C. L., Marshall, A. L., Sjöström, M., Bauman, A. E., Booth, M. L., Ainsworth, B. E.,

… Oja, P. (2003). International physical activity questionnaire: 12-Country reliability

and validity. Medicine and Science in Sports and Exercise, 35(8), 1381–1395.

https://doi.org/10.1249/01.MSS.0000078924.61453.FB

De Zwart, O., Veldhuijzen, I. K., Elam, G., Aro, A. R., Abraham, T., Bishop, G. D., … Brug,

J. (2009). Perceived threat, risk perception, and efficacy beliefs related to SARS and

other (emerging) infectious diseases: Results of an international survey. International

Journal of Behavioral Medicine, 16(1), 30–40. https://doi.org/10.1007/s12529-008-

9008-2

Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2020). Penggunaan Alat Pelindungan Wabah

COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2020). Pedoman Pencegahan

dan Pengendalian COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Gugus Tugas Covid 19. (2020). Rekomendasi Standar Penggunaan APD Untuk

Penaganagan COVID-19 di Indonesia. Jakarta: Gugus Tugas Percepatan Penaganan

COVID-19.

Jones, R. A. P. (2007). Nursing Leadership and Management: Theories, Processes and

Practice. The Journal of Continuing Education in Nursing. Philadelphia: FA Davis

Company. https://doi.org/10.3928/00220124-20080701-10

Kementerian Kesehatan. (2006). KMK No. 279 tentang Pedoman Penyelengaraan Upaya

Keperwatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://doi.org/10.33654/math.v4i3.272

Krebs, E. E., Carey, T. S., & Weinberger, M. (2007). Accuracy of the pain numeric rating

scale as a screening test in primary care. Journal of General Internal Medicine, 22(10),

1453–1458. https://doi.org/10.1007/s11606-007-0321-2

Lynda Juall Carpenito-Moyet. (2009). Nursing Care Plans and Documentation (5th ed.).

Philadelphia: Lippincot William & Wilkins. https://doi.org/10.2307/3460338

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri

dalam Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19), Kementerian Kesehatan §

12 | Model Home Health Care Management for Caring Family to Prevent of COVID-19

(2020). Jakarta.

Mukhtar, S. (2020). Mental health and emotional impact of COVID-19: Applying Health

Belief Model for medical staff to general public of Pakistan. Brain, Behavior, and

Immunity, 87(April), 28–29. https://doi.org/10.1016/j.bbi.2020.04.012

Nurdiani, A. F. (2019). Uji Validitas Konstruk Ucla Loneliness Scale Version 3. JP3I (Jurnal

Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia), 2(8), 499–504.

https://doi.org/10.15408/jp3i.v2i8.10779

Rafiyah, I., Suttharangsee, W., & Sangchan, H. (2011). Social Support and Coping of

Indonesian Family Caregivers Caring for Persons with Schizophrenia. Nurse Media:

Journal of Nursing, 1(2), 159–168. https://doi.org/10.14710/nmjn.v1i2.979

Setyowati, A., & Chung, M. H. (2020). Validity and reliability of the Indonesian version of

the Pittsburgh Sleep Quality Index in adolescents. International Journal of Nursing

Practice, (August 2019), 1–7. https://doi.org/10.1111/ijn.12856

Sheeran, P., Maki, A., Montanaro, E., Bryan, A., Klein, W. M. P., Miles, E., & Rothman, A.

J. (2016). Supplemental Material for The Impact of Changing Attitudes, Norms, and

Self-Efficacy on Health-Related Intentions and Behavior: A Meta-Analysis. Health

Psychology, 35(11), 1178–1188. https://doi.org/10.1037/hea0000387.supp

Smilkstein G. (1978). The Family APGAR: A proposal for family function test and its use by

physicians. Journal of Family Practice, 6(6), 1231–1239.

Smith, M. C., & Parker, M. E. (2015). Nursing Theories & Nursing Practice (4th ed.).

Philadelphia: FA Davis Company.

Susanto, T. (2012). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Aplikasi Teori pada Praktik Asuhan

Keperawatan Keluarga (1st ed.). Jakarta: Trans Info Media.

Susanto, T., Arisandi, D., Kumakura, R., Oda, A., Koike, M., Tsuda, A., … Sugama, J.

(2018). Development and Testing of the Family Structure and Family Functions Scale

for Parents Providing Adolescent Reproductive Health Based on the Friedman Family

Assessment Model. Journal of Nursing Measurement, 26(2), 1–20.

WHO. (2020). 2019 Novel Coronavirus (2019‑nCoV): Strategic Preparedness and Response

Plan. Geneva: WHO.


Recommended