+ All documents
Home > Documents > Syafira Nur Hayati - Universitas Jember

Syafira Nur Hayati - Universitas Jember

Date post: 27-Apr-2023
Category:
Upload: khangminh22
View: 1 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
112
EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS JEMBER SKRIPSI Oleh Syafira Nur Hayati NIM 142210101001 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER 2018 Digital Repository Universitas Jember Digital Repository Universitas Jember
Transcript

i

EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA

KESEHATAN DAN NON KESEHATANDI UNIVERSITAS JEMBER

SKRIPSI

Oleh

Syafira Nur Hayati NIM 142210101001

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER

2018

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

i

EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA

KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS JEMBER

SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu

syarat untuk menyelesaikan program Sarjana Farmasi (S1)

dan mencapai gelar Sarjana Farmasi

Oleh

Syafira Nur Hayati NIM 142210101001

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER

2018

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

1. Ayah Drs. Mochamad Dullah, Ibu dr. Dwika Rahayu, dan Kakak Syafrida

Nur Rochma, S.Ked yang tercinta;

2. Para guru sejak Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah dan para

dosen di Perguruan Tinggi;

3. Almamater tercinta, Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iii

MOTO

Allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya. (terjemahan Surat Al-Baqarah ayat 286)*)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka

mengubah keadaan diri mereka sendiri. (terjemahan Surat Ar-Ra’d ayat 11)*)

* Departemen Agama Republik Indonesia. 2007. Syaamil Al-Qur’an Terjemah Per-Kata. Bandung: CV Haekal Media Centre.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

iv

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Syafira Nur Hayati

NIM : 142210101001

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Evaluasi

Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa

Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember” adalah benar-benar hasil

karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah

diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung

jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus

dijunjung tinggi.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan

dan paksaan dari pihak mana pun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika

ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 21 Mei 2018

Yang menyatakan,

Syafira Nur Hayati

NIM 1422101011001

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

v

SKRIPSI

EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA

KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS JEMBER

Oleh

Syafira Nur Hayati NIM 142210101001

Pembimbing

Dosen Pembimbing Utama : Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc., Apt.

Dosen Pembimbing Anggota : Antonius Nugraha W. P., S.Farm., Apt., M.P.H.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

vii

RINGKASAN

Evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember; Syafira Nur Hayati; 142210101001; 2018; 131 halaman; Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit

infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan intensitas penggunaannya yang relatif tinggi di kalangan masyarakat. Kesalahan dalam penggunaan antibiotik dapat terjadi jika digunakan tanpa mengetahui aturan pakai yang benar. Peningkatan penggunaan antibiotik juga dapat menimbulkan peningkatan kejadian resistensi antibiotik. Hal ini menjadi ancaman di dunia kesehatan karena dapat meningkatkan potensi resistennya suatu antibiotik.

Pengawasan terhadap penggunaan antibiotik sangat penting untuk dilakukan sebagai usaha untuk mengendalikan munculnya kejadian resistensi antibiotik. Salah satu kondisi yang mendukung terjadinya resistensi antibiotik adalah masyarakat masih bisa secara bebas mendapatkan antibiotik di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Perilaku masyarakat ketika mengonsumsi antibiotik dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap masyarakat tersebut dalam menggunakan antibiotik. Pengetahuan dan sikap merupakan penyusun terbentuknya suatu perilaku dan tiga komponen ini saling berhubungan dalam menentukan bagaimana seseorang menggunakan antibiotik.

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu atau belajar, dan secara resmi tercatat sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas. Mahasiswa merupakan calon ilmuwan muda yang sedang belajar suatu disiplin ilmu pengetahuan agar dapat menjadi seorang ahli yang profesional dan tekun dalam pengembangan ilmu di kemudian hari. Mahasiswa di Universitas Jember tergolong menjadi dua golongan, yaitu mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Mahasiswa kesehatan di Universitas Jember terdiri dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu Keperawatan, sedangkan mahasiswa non kesehatan di Universitas Jember terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember, perbedaan sikap dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember, dan perbedaan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

viii

perilaku dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional (non experimental) dengan pendekatan secara cross-sectional. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 676 mahasiswa yang terdiri dari 338 mahasiswa kesehatan dan 338 mahasiswa non kesehatan. Sampel diambil menggunakan metode proportional convenience sampling dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang terdiri dari 22 butir pertanyaan yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitas. Kuesioner menggunakan skala skoring likert empat skala dari ‘sangat tidak setuju’ hingga

‘sangat setuju’. Analisis data yang dilakukan yaitu teknik deskriptif dan teknik inferensial menggunakan uji Chi-square dan uji t tidak berpasangan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata pengetahuan dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (7,7604 ± 1,53262) dan mahasiswa non kesehatan (6,8047 ± 1,92061) di Universitas Jember, terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata sikap dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (3,5237 ± 1,20374) dan mahasiswa non kesehatan (2,2604 ± 1,17981) di Universitas Jember, dan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata perilaku dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (6,0799 ± 1,60567) dan mahasiswa non kesehatan (4,7745 ± 1,54964) di Universitas Jember.

Pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan baik pada rerata pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

ix

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada

Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember”. Skripsi ini

disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Fakultas

Farmasi (S1) dan mencapai gelar Sarjana Farmasi.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena

itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Allah SWT, atas izin dan pertolongan-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi untuk mencapai gelar sarjana;

2. Ibu Lestyo Wulandari, S.Si., Apt., M.Farm. selaku dekan Fakultas Farmasi

Universitas Jember atas persetujuannya untuk memulai skripsi ini;

3. Ibu Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc., Apt. selaku Dosen Pembimbing

Utama dan Bapak Antonius Nugraha W. P., S.Farm., Apt., M.P.H. selaku

Dosen Pembimbing Anggota yang telah bersedia meluangkan waktu untuk

memberikan bimbingan, perhatian, dan waktunya dalam menyelesaikan

skripsi ini;

4. Ibu Diana Holidah, S.F., M.Farm., Apt. selaku Dosen Penguji I dan Ibu

Fransiska Maria C., S.Farm., M.Farm., Apt. selaku Dosen Penguji II yang

telah memberi saran dan kritik dalam skripsi ini;

5. Bapak Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D. selaku Dosen

Pembimbing Akademik yang telah membimbing penulis selama masa

perkuliahan;

6. Ayah Drs. Mochamad Dullah dan Ibu dr. Dwika Rahayu, yang telah

memberi banyak dukungan dan doa. Semoga ini menjadi langkah awal

untuk meraih kesuksesan mendatang;

7. Kakak Syafrida Nur Rochma, S.Ked, yang selalu memberikan doa,

dukungan, motivasi, inspirasi, dan hiburan selama mengerjakan skripsi;

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

x

8. Para sahabat anjay (Fitri Valentina, Novita Tansha, Monica Cinuradha,

Tiara Ismihayati, dan Laili Wafa), yang memberikan motivasi, semangat,

dan menemani penulis dalam perjuangan mengerjakan skripsi ini;

9. Hilma Imaniar, sebagai rekan satu tim bidang Farmasi Komunitas yang

memberikan bantuan, semangat, dan motivasi selama mengerjakan skripsi

ini;

10. Teman-teman satu kampus dari setiap fakultas (Julia, Fio, Nadia, Windi,

Puji, Vella, Huuril, Ain, Vivin, Nia, Raden, Adel, dan Dewi) yang

menemani penulis pada saat mencari subjek penelitian dalam skripsi ini;

11. Teman-teman Fakultas Farmasi angkatan 2014 (Pharmagen), yang

menemani penulis selama perkuliahan dan dalam proses mengerjakan

skripsi ini;

12. Teman-teman Kos Eyang (Andita, Nadhifa, Azizah, Aisya, Bacis, Nanda,

Nia, Bella, Putri, Nada, Della, Dila, dan Farda) yang memberikan semangat

selama mengerjakan skripsi ini;

13. Teman-teman KKN UMD 23 (Nikmah, Wulan, Nimas, Ririn, Mbak Badi,

Geri, Donni, Mas Yoga, dan Andila) yang memberikan motivasi dalam

mengerjakan skripsi ini;

14. Semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung berperan membantu

menyelesaikan skripsi ini;

Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi

kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat

bermanfaat.

Jember, 21 Mei 2018

Syafira Nur Hayati

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. ii

HALAMAN MOTO .................................................................................... iii

HALAMAN PERNYATAAN ..................................................................... iv

HALAMAN PEMBIMBINGAN ................................................................ v

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... vi

RINGKASAN .............................................................................................. vii

PRAKATA ................................................................................................... ix

DAFTAR ISI ................................................................................................ xi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xiv

DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi

BAB 1. PENDAHULUAN ......................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................... 3

1.3 Tujuan Penelitian ................................................................ 3

1.4 Manfaat Penelitian .............................................................. 4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 5

2.1 Pengetahuan ......................................................................... 5

2.1.1 Pengertian Pengetahuan ............................................... 5

2.1.2 Sumber Pengetahuan .................................................... 5

2.1.3 Tingkat Pengetahuan .................................................... 7

2.1.4 Pengukuran Pengetahuan ............................................. 8

2.2 Sikap ..................................................................................... 8

2.2.1 Pengertian Sikap .......................................................... 8

2.2.2 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Sikap ..................... 9

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xii

2.2.3 Tingkat Sikap ............................................................... 10

2.2.4 Pengukuran Sikap ........................................................ 11

2.3 Perilaku ................................................................................ 11

2.3.1 Pengertian Perilaku ...................................................... 11

2.3.2 Determinan Perilaku .................................................... 12

2.3.3 Bentuk Perilaku ............................................................ 13

2.3.4 Pengukuran Perilaku .................................................... 13

2.4 Antibiotik .............................................................................. 13

2.4.1 Pengertian Antibiotik ................................................... 13

2.4.2 Penggolongan Antibiotik ............................................. 14

2.4.3 Penggunaan Antibiotik ................................................. 18

2.4.4 Resistensi Antibiotik .................................................... 20

2.5 Mahasiswa ............................................................................ 21

2.6 Kuesioner .............................................................................. 22

BAB 3. METODE PENELITIAN ............................................................. 25

3.1 Jenis Penelitian .................................................................... 25

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ........................................... 25

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ......................................... 25

3.3.1 Populasi Penelitian ....................................................... 25

3.3.2 Sampel Penelitian ......................................................... 25

3.3.3 Metode Pengambilan Sampel ....................................... 27

3.4 Definisi Operasional ............................................................ 28

3.5 Etika Penelitian .................................................................... 29

3.6 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ...................... 29

3.7 Teknik Pengolahan Data ..................................................... 31

3.8 Teknik Analisis Data ........................................................... 31

3.9 Alur Penelitian ..................................................................... 33

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 34

4.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................. 34

4.2 Karakteristik Responden .................................................... 34

4.3 Profil Penggunaan Antibiotik oleh Responden ................. 39

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiii

4.4 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik ................................. 41

4.5 Sikap Penggunaan Antibiotik ............................................. 44

4.6 Perilaku Penggunaan Antibiotik ......................................... 47

4.7 Perbedaan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku

Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan

dan Non Kesehatan di Universitas Jember ....................... 50

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 53

5.1 Kesimpulan .......................................................................... 53

5.2 Saran ..................................................................................... 53

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 54

LAMPIRAN ................................................................................................. 61

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

3.1 Diagram alur penelitian ......................................................................... 33

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Skala pengukuran sikap menggunakan model Likert ............................ 11

2.2 Jumlah mahasiswa aktif Universitas Jember Tahun akademik

2017/2018 .............................................................................................. 22

3.1 Jumlah sampel untuk mahasiswa kesehatan .......................................... 27

3.2 Jumlah sampel untuk mahasiswa non kesehatan ................................... 28

4.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin .............................. 35

4.2 Karakteristik responden berdasarkan semester (angkatan) .................... 35

4.3 Karakteristik responden berdasarkan usia ............................................. 36

4.4 Karakteristik responden berdasarkan fakultas ....................................... 37

4.5 Karakteristik responden berdasarkan latar belakang keluarga

yang bekerja di bidang kesehatan .......................................................... 38

4.6 Karakteristik responden berdasarkan jenis tenaga kesehatan dari

anggota keluarga .................................................................................... 38

4.7 Penggunaan antibiotik dan obat lain yang dianggap antibiotik

dalam satu tahun terakhir oleh responden ............................................. 39

4.8 Frekuensi penggunaan antibiotik dalam satu tahun terakhir oleh

responden ............................................................................................... 40

4.9 Pengetahuan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas

Jember dalam menggunakan antibiotik ................................................. 42

4.10 Sikap mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas

Jember dalam menggunakan antibiotik ................................................. 45

4.11 Perilaku mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas

Jember dalam menggunakan antibiotik ................................................. 48

4.12 Perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik

pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas Jember ....... 50

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

A. Surat Izin Permohonan Data .................................................................. 61

B. Surat Izin Penelitian ............................................................................... 62

C. Daftar Pertanyaan dalam Kuesioner Penelitian Hasil Terjemahan ........ 63

D. Lembar Kuesioner untuk Uji Reliabilitas .............................................. 65

E. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner ............................................................ 70

F. Lembar Persetujuan Penelitian (Informed Consent) .............................. 77

G. Kuesioner Penelitian .............................................................................. 78

H. Jenis Obat yang Digunakan dalam Satu Tahun Terakhir oleh

Responden .............................................................................................. 83

I. Dokumentasi Penelitian ......................................................................... 86

J. Hasil Analisis Penelitian ........................................................................ 90

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit

infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan intensitas penggunaannya yang

relatif tinggi di kalangan masyarakat. Kesalahan dalam penggunaan antibiotik

dapat terjadi jika digunakan tanpa mengetahui aturan pakai yang benar

(Kemenkes RI, 2011a). Peningkatan penggunaan antibiotik juga dapat

menimbulkan peningkatan kejadian resistensi antibiotik (Katarnida dkk., 2014).

Hal ini menjadi ancaman di dunia kesehatan karena dapat meningkatkan potensi

resistennya suatu antibiotik (Kemenkes RI, 2011a).

Resistensi diartikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri

dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal (Utami, 2011).

Resistensi terhadap antibiotik bukan lagi menjadi masalah yang baru di dunia

kesehatan dan tetap menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan baik di kalangan

peneliti maupun tenaga kesehatan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi

peningkatan kejadian resistensi antibiotik sebenarnya sudah ada, namun belum

memberikan hasil yang optimal hingga saat ini. Penggunaan antibiotik yang tidak

bijak dan tidak bertanggung jawab ternyata juga dapat menyebabkan resistennya

suatu antibiotik (Gyssens, 2001; Nordberg dkk., 2004; Utami, 2011), sehingga

dibutuhkan pendekatan kepada pasien sebagai pengguna antibiotik untuk

mengetahui tingkat pengetahuan mereka dalam menggunakan antibiotik.

Pengkajian mengenai resistensi antibiotik pernah dilakukan melalui studi

Antimicrobial Resistance in Indonesia: Prevalence and Prevention (AMRIN)

sebagai hasil kerja sama antara Indonesia dengan Belanda. Studi AMRIN

bertujuan untuk mengefisienkan standardisasi penilaian resistensi antimikroba,

pola penggunaan antibiotik, tindakan pengendalian infeksi, dan pelaksanaan

intervensi di rumah sakit (Hadi dkk., 2008). Dari penelitian tersebut dilakukan uji

resistensi terhadap beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus dan

Escherichia coli serta disimpulkan bahwa antibiotik telah resisten terhadap bakteri

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

2

tersebut (Duerink dkk., 2007). Pendataan yang juga pernah dilakukan oleh WHO

menyebutkan bahwa tercatat beberapa patogen yang telah resisten terhadap jenis

antibiotik tertentu seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia yang telah

resisten terhadap generasi ketiga sefalosporin, dan Staphylococcus aureus yang

telah resisten terhadap metisilin (MRSA (Methicillin Resistent Staphylococcus

aureus)) (WHO, 2014).

Pengawasan terhadap penggunaan antibiotik sangat penting untuk dilakukan

sebagai usaha untuk mengendalikan munculnya kejadian resistensi antibiotik

(Kemenkes RI, 2005). Salah satu kondisi yang mendukung terjadinya resistensi

antibiotik adalah masyarakat masih bisa secara bebas mendapatkan antibiotik di

apotek tanpa menggunakan resep dokter. Menurut WHO pada tahun 1997 dari

100% total populasi global, mencapai 75% antibiotik diresepkan secara tidak tepat

(WHO, 1998).

Perilaku masyarakat ketika mengonsumsi antibiotik dipengaruhi oleh

pengetahuan dan sikap masyarakat tersebut dalam menggunakan antibiotik

(Notoatmodjo, 2010). Pengetahuan dan sikap merupakan penyusun terbentuknya

suatu perilaku dan tiga komponen ini saling berhubungan dalam menentukan

bagaimana seseorang menggunakan antibiotik. Hasil penelitian yang pernah

dilakukan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tahun 2014

dengan meninjau tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik

pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan menunjukkan bahwa tingkat

pengetahuan mahasiswa kesehatan lebih tinggi (95,3%) daripada mahasiswa non

kesehatan (23%) dalam menggunakan antibiotik, sikap mahasiswa kesehatan lebih

baik (85,8%) daripada mahasiswa non kesehatan (58%) dalam menggunakan

antibiotik, dan perilaku mahasiswa kesehatan lebih baik (100%) daripada

mahasiswa non kesehatan (33%) dalam menggunakan antibiotik, sehingga

disimpulkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam

menggunakan antibiotik oleh mahasiswa kesehatan di UMS tergolong baik,

sedangkan rata-rata nilai pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam menggunakan

antibiotik oleh mahasiswa non kesehatan tergolong cukup (Fatmawati, 2014).

Penelitian lain yang pernah dilakukan di Universitas Sumatera Utara pada tahun

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

3

2010 yang mengkaji tingkat pengetahuan mengenai antibiotik dan penggunaannya

di kalangan mahasiswa non medis menunjukkan hasil bahwa sebagian besar dari

responden tergolong baik (77,1% dari responden berpengetahuan baik, 18,4% dari

responden berpengetahuan sedang, dan 4,5% dari responden berpengetahuan

kurang) (Pulungan, 2010).

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti berminat untuk melakukan

penelitian serupa terkait dengan evaluasi pengetahuan, sikap, dan perilaku

terhadap penggunaan antibiotik pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di

Universitas Jember.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut:

a. Bagaimanakah perbedaan pengetahuan dalam menggunakan antibiotik antara

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember?

b. Bagaimanakah perbedaan sikap dalam menggunakan antibiotik antara

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember?

c. Bagaimanakah perbedaan perilaku dalam menggunakan antibiotik antara

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

a. Mengetahui perbedaan pengetahuan dalam menggunakan antibiotik antara

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember.

b. Mengetahui perbedaan sikap dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa

kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember.

c. Mengetahui perbedaan perilaku dalam menggunakan antibiotik antara

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

4

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat penelitian ini adalah

sebagai berikut:

a. Bagi peneliti

Dapat mengetahui bagaimana perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku

dalam menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan

di Universitas Jember dan dapat memberikan informasi mengenai penggunaan

antibiotik yang benar kepada mahasiswa tersebut.

b. Bagi Mahasiswa Universitas Jember

Mahasiswa kesehatan maupun non kesehatan mendapat wawasan dan

pengetahuan yang benar dalam menggunakan antibiotik agar lebih bijak dan

rasional dalam penggunaannya, sehingga dapat dipraktikkan dengan benar.

c. Bagi Universitas Jember

Penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan literatur bagi perpustakaan

dan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa (khususnya mahasiswa Fakultas

Farmasi Universitas Jember) untuk menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

5

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang

terhadap objek melalui indra yang dimiliki (mata, hidung, telinga, dan sebagainya)

yang dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi seseorang terhadap objek

tersebut (Notoatmodjo, 2005). Pengetahuan muncul setelah seseorang melakukan

pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan data dapat dilakukan

melalui pancaindra manusia, yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman,

rasa, dan raba. Pengetahuan sendiri merupakan domain yang sangat penting dalam

membentuk tindakan seseorang (over behavior) (Notoatmodjo, 2007).

Pengetahuan mempunyai tiga kriteria, yaitu adanya suatu sistem gagasan dalam

pikiran, penyesuaian antara gagasan dengan benda-benda sebenarnya, dan adanya

keyakinan tentang penyesuaian (Praja, 2003).

2.1.2 Sumber Pengetahuan

Menurut Louis Q. Kattsof dalam Praja (2003), terdapat lima macam sumber

untuk mendapatkan pengetahuan, yaitu:

a. Empiris yang melahirkan aliran empirisme

Sumber pengetahuan berdasarkan empiris berarti pemahaman yang

bersumberkan dari pengalaman, baik pengalaman lahiriah yang menyangkut

dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia.

Menurut Thomas Hobbes dalam Praja (2003), pengalaman merupakan awal

dari segala pengetahuan tentang asas-asas yang diperoleh dan diteguhkan.

Pengalaman juga diartikan sebagai keseluruhan atau pengamatan total yang

disimpan dalam ingatan atau digabungkan dengan suatu pengharapan bahwa

masa depan akan sesuai dengan apa yang telah diamati pada masa lalu.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

6

b. Rasio yang melahirkan aliran rasionalisme

Sumber pengetahuan berdasarkan pada rasionalisme berarti sumber

pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat manusia. Rasionalisme tidak

mengingkari nilai pengalaman, namun pengalaman merupakan perangsang

bagi pikiran dan pelengkap bagi akal.

Menurut Descartes dalam Praja (2003), sumber pengetahuan berdasarkan

pada rasio yang di dalamnya terdapat ide-ide, sehingga seseorang dapat

membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas di luar rasio.

Dalam memperbarui ilmu pengetahuan, diperlukan metode yang baik agar

tidak terjadi kesimpangsiuran dan ketidakpastian dalam pemikiran, oleh karena

itu Descartes dalam karyanya Anaximenes Discourse on Methode menjelaskan

bahwa perlu memerhatikan empat hal, antara lain:

1) Tidak menerima segala sesuatu sebagai kebenaran kecuali jika sesuatu

tersebut dilihat sungguh-sungguh jelas dan tegas (clearly and distinctly),

sehingga tidak terdapat suatu keraguan dalam pemikiran.

2) Memecahkan setiap kesulitan atau masalah, sehingga tidak terdapat

keraguan dalam pemikiran.

3) Membimbing atau mengontrol pikiran dengan teratur dan bertahap, yaitu

memulai dari yang paling sederhana dan mudah diketahui, hingga yang

paling sulit dan kompleks.

4) Melakukan proses pencarian dan pemeriksaan hal-hal sulit dengan dibuat

perhitungan yang sempurna serta pertimbangan-pertimbangan yang

menyeluruh (Praja, 2003).

c. Fenomena yang melahirkan aliran fenomenologi

Sumber pengetahuan berdasarkan pada fenomenologi berarti sumber

pengetahuan didasarkan pada sesuatu yang tampak. Pengalaman didapatkan

dari sesuatu yang tampak, sehingga merangsang alat indrawi manusia dan

diterima oleh akal sehat manusia dalam bentuk pengalaman, kemudian disusun

secara sistematis melalui penalaran (Immanuel Kant dalam Praja, 2003).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

7

d. Intuisi yang melahirkan aliran intuisionisme

Sumber pengetahuan berdasarkan intuisionisme berarti sumber

pengetahuan yang didapatkan tergantung dari suatu sudut pandang atau

kerangka acuan ketika menghadapi sesuatu (melalui penafsiran dan analisis).

Pengetahuan didapatkan secara lengkap melalui intuisi dengan tidak

mengingkari pengalaman indrawi (Henry Bergson dalam Praja, 2003).

e. Metode ilmiah

Sumber pengetahuan berdasarkan pada metode ilmiah berarti

menggabungkan antara aliran empirisme (pengalaman) dengan rasionalisme

(akal) sebagai pendekatan bersama dengan menambahkan suatu cara baru

untuk menilai penyelesaian-penyelesaian yang disarankan. Metode ilmiah

menggunakan pengalaman dan akal disertai dengan sebuah unsur baru, yaitu

hipotesis. Hipotesis adalah usulan penyelesaian yang berupa saran dan bersifat

sementara, sehingga membutuhkan verifikasi. Metode ilmiah dijalankan

dengan mengikuti prosedur-prosedur tententu, sehingga didapatkan jawaban

atas pertanyaan (Praja, 2003).

2.1.3 Tingkat Pengetahuan

Menurut Krathwohl (2002), terdapat enam tingkatan dalam pengetahuan,

yaitu:

a. Mengingat (remember) yaitu mengambil suatu materi pengetahuan yang

disimpan dalam memori jangka panjang. Mengingat (remember) memiliki

parameter bahwa seseorang harus bisa mengenali (recognizing) dan mengingat

kembali (recall).

b. Memahami (understand) yaitu dapat menentukan maksud dari pesan tertentu,

baik yang berasal dari lisan, tulisan, maupun komunikasi melalui grafis.

Memahami (understand) terdiri dari menginterpretasikan (interpreting),

mencontohkan (exemplifying), mengklasifikasikan (classifying), meringkas

(summarizing), menyimpulkan (inferring), membandingkan (comparing), dan

menjelaskan (explaining).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

8

c. Menerapkan (apply) yaitu menggunakan pengetahuan yang didapatkan untuk

diterapkan pada situasi tertentu. Menerapkan (apply) terdiri dari mengeksekusi

(executing) dan menerapkan (implementing).

d. Analisis (analysis) yaitu memecahkan suatu permasalahan ke bagian

penyusunnya dan mendeteksi hubungan bagian-bagian penyusun tersebut

secara keseluruhan. Analisis (analysis) dapat dilihat dari kemampuan

seseorang dalam membedakan (differentiating), mengatur (organizing), dan

menghubungkan (attributing).

e. Evaluasi (evaluate) yaitu membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar

tertentu. Evaluasi (evaluate) terdiri dari memeriksa (checking) dan mengkritik

(critiquing).

f. Menciptakan (create) yaitu meletakkan elemen bersama-sama untuk

membentuk kesatuan yang utuh. Menciptakan (create) terdiri dari

menghasilkan (generating), merencanakan (planning), dan memproduksi

(producing) (Krathwohl, 2002).

2.1.4 Pengukuran Pengetahuan

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau

menggunakan angket/kuesioner yang menanyakan tentang isi materi yang ingin

diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin

diketahui atau diukur dapat disesuaikan dengan parameter tingkat pengetahuan

yang telah ada (Notoatmodjo, 2007). Indikator pengetahuan adalah besarnya

persentase pemahaman responden tentang variabel-variabel atau komponen-

komponen pengetahuan tentang materi pengetahuan (Notoatmodjo, 2005).

2.2 Sikap

2.2.1 Pengertian Sikap

Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang

terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap tidak dapat langsung dilihat, tetapi

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

9

hanya dapat ditafsirkan (Notoatmodjo, 2007). Sikap adalah kesiapan atau

kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan dalam motif

tertentu (Newcomb dalam Notoatmodjo, 2007). Sikap merupakan kecenderungan

dalam berpikir, berpersepsi, dan bertindak (Notoatmodjo, 2010).

Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi

merupakan predisposisi dari tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan reaksi

tertutup dan merupakan reaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu

penghayatan terhadap objek. Sikap adalah penilaian atau pendapat seseorang

terhadap stimulus atau objek. Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek,

proses selanjutnya adalah menilai atau bersikap terhadap stimulus atau objek

tersebut (Notoatmodjo, 2007). Sikap mempunyai tiga komponen pokok yang

secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Komponen-

komponen tersebut yaitu:

a. Kepercayaan (keyakinan), ide, dan konsep terhadap suatu objek.

b. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek.

c. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) (Allport dalam Notoatmodjo,

2007).

2.2.2 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Sikap

Terdapat dua jenis faktor yang memegang peran dalam memengaruhi sikap

seseorang, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (Gerungan, 2004).

a. Faktor instrinsik

Faktor intrinsik merupakan faktor internal di dalam diri seseorang, yaitu

kemampuan selektivitasnya dan daya pilihnya dalam menerima dan mengolah

pengaruh-pengaruh oleh motif dan sikap lain yang telah terdapat dalam diri

pribadi seseorang (Gerungan, 2004). Kemampuan pengamatan dan

penangkapan manusia melibatkan suatu proses pilihan diantara seluruh

rangsangan yang objektif dari luar tergantung dari pilihan yang dipilih

seseorang. Pilihan berhubungan dengan motif dan attitude yang bekerja di

dalam diri pada waktu tersebut, sehingga bisa mengarahkan minat perhatian

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

10

seseorang terhadap objek tertentu. Selektivitas dalam pengamatan berlangsung

secara otomatis karena individu tidak dapat memerhatikan semua rangsangan

yang datang dari lingkungannya dengan taraf perhatian yang sama.

b. Faktor eksternal

Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang dapat memengaruhi sikap

seseorang dari luar, sehingga dapat mengubah attitude atau membentuk

attitude yang baru. Faktor eksternal antara lain sifat, isi pandangan baru yang

ingin diberikan, siapa yang mengemukakan, siapa yang menyokong pandangan

tersebut, cara penyampaian pandangan, dan situasi bagaimana attitude tersebut

diperbincangkan (situasi interaksi kelompok dan situasi orang sendirian)

(Gerungan, 2004).

2.2.3 Tingkat Sikap

Sikap terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu:

a. Menerima (receiving)

Menerima diartikan bahwa subjek mau dan memerhatikan stimulus yang

diberikan objek.

b. Merespons (responding)

Merespons diartikan bahwa seseorang mau memberikan jawaban apabila

ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Adanya usaha

untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan terlepas

dari pekerjaan itu benar atau salah menandakan bahwa seseorang menerima ide

tersebut.

c. Menghargai (valuing)

Menghargai diindikasikan dengan adanya sikap mengajak orang lain

untuk mengerjakan sesuatu atau kegiatan untuk mendiskusikan suatu masalah.

d. Bertanggung jawab (responsible)

Bertanggung jawab merupakan tingkatan sikap yang paling tinggi, yang

mana seseorang menerima atau bertanggung jawab atas segala sesuatu yang

telah dipilihnya dengan segala risiko (Notoatmodjo, 2007).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

11

2.2.4 Pengukuran Sikap

Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Secara langsung dapat dinyatakan melalui pendapat atau pernyataan responden

yang dimintai bagaimana sikapnya terhadap suatu objek masalah (Notoatmodjo,

2007). Pengukuran sikap untuk penelitian administrasi, pendidikan, dan sosial

dapat dilakukan dengan menggunakan empat macam skala, yaitu skala Likert,

skala Guttman, semantic deferential dan rating scale (Sugiyono, 2015).

Pengukuran skala sikap yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala model

Likert, model ini merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena.

Fenomena sosial disini telah ditetapkan oleh peneliti sebagai variabel penelitian.

Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian

dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat

berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban dari setiap item pada skala

pengukuran ini mempunyai gradasi dari yang sangat positif sampai yang sangat

negatif dengan pemberian skor (untuk analisis kuantitatif).

Tabel 2.1 Skala pengukuran sikap menggunakan model Likert

No. Skala Pengukuran Skor

1. Sangat tidak setuju/sangat negatif 1 2. Tidak setuju/negatif 2 3. Setuju/positif 3 4. Sangat setuju/sangat positif 4

2.3 Perilaku

2.3.1 Pengertian Perilaku

Perilaku adalah respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan

dari luar) yang terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme,

kemudian organisme tersebut merespons (Skiner, 1938 dalam Notoatmodjo,

2007). Perilaku manusia merupakan semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik

yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati secara langsung

oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2007).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

12

Perilaku adalah hasil antara stimulus (faktor eksternal) dengan respons

(faktor internal) dalam subjek atau orang yang berperilaku tersebut (Notoatmodjo,

2005). Perilaku diawali dengan adanya pengalaman-pengalaman seseorang dan

adanya faktor-faktor dari luar (lingkungan) baik fisik maupun non-fisik, kemudian

pengalaman dan lingkungan diketahui, dipersepsikan, diyakini, dan sebagainya.

Akibatnya akan menimbulkan motivasi, niat untuk bertindak, dan terjadi

perwujudan berupa perilaku (Notoatmodjo, 2007).

2.3.2 Determinan Perilaku

Determinan atau faktor-faktor yang memengaruhi suatu perilaku dari subjek

dapat berasal dari dalam maupun dari luar subjek. Faktor-faktor yang

memengaruhi mengapa seseorang berperilaku memiliki empat alasan pokok,

yaitu:

a. Pemikiran dan perasaan (thoughts and feeling) atau pertimbangan-

pertimbangan pribadi terhadap objek atau stimulus sebagai modal awal untuk

bertindak atau berperilaku.

b. Adanya acuan atau referensi dari seseorang atau pribadi yang dipercayai

(personnal references) yang mana perilaku seseorang didasarkan pada adanya

referensi dari luar (misalnya adanya tokoh masyarakat setempat).

c. Sumber daya (resources) yang tersedia sebagai pendukung untuk terjadinya

perilaku seseorang atau masyarakat.

d. Sosio budaya (culture) setempat yang biasanya sangat berpengaruh terhadap

terbentuknya perilaku seseorang (Notoatmodjo, 2005).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

13

2.3.3 Bentuk Perilaku

Menurut Notoatmodjo (2007), bentuk perilaku dapat dibedakan menjadi dua

macam berdasarkan bentuk respons terhadap stimulus, yaitu:

a. Perilaku tertutup (convert behavior)

Perilaku tertutup merupakan respons terhadap stimulus yang masih

belum dapat diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respons seseorang

masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan, dan

sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Bentuk “unobservable behavior”

atau “covert behavior” yang dapat diukur adalah pengetahuan dan sikap.

b. Perilaku terbuka (overt behavior)

Perilaku terbuka merupakan respons terhadap stimulus yang sudah

berupa tindakan atau praktik yang dapat diamati orang lain dari luar atau

“observable behavior”. Perilaku terbuka adalah tindakan nyata dalam bentuk

kegiatan atau dalam bentuk praktik (practice) (Notoatmodjo, 2007).

2.3.4 Pengukuran Perilaku

Pengukuran atau cara mengamati perilaku dapat dilakukan melalui dua cara,

yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pengukuran perilaku secara langsung

yaitu dengan melakukan pengamatan (observasi) tindakan subjek, sedangkan

secara tidak langsung menggunakan metode mengingat kembali (recall) melalui

pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian tentang apa yang

telah dilakukan berhubungan dengan objek tertentu (Notoatmodjo, 2007).

2.4 Antibiotik

2.4.1 Pengertian Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati

infeksi bakteri (WHO, 2017). Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh

suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi

mikroba jenis lain (Gunawan dkk., 2007).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

14

2.4.2 Penggolongan Antibiotik

Penggolongan antibiotik berdasarkan mekanisme kerjanya, antara lain:

a. Obat yang menghambat sintesis atau merusak dinding sel bakteri

1) Antibiotik Beta-Laktam

Antibiotik beta-laktam terdiri dari berbagai golongan obat yang

mempunyai struktur cincin beta-laktam, yaitu penisilin, sefalosporin,

monobaktam, karbapenem, dan inhibitor beta-laktamase. Obat-obat

antibiotik beta-laktam umumnya bersifat bakterisid dan sebagian besar

efektif terhadap organisme gram positif dan negatif. Antibiotik beta-laktam

mengganggu sintesis dinding sel bakteri dengan menghambat langkah

terakhir dalam sintesis peptidoglikan, yaitu heteropolimer yang memberikan

stabilitas mekanik pada dinding sel bakteri. Contoh: penisilin, sefalosporin,

monobaktam (beta-laktam monosiklik), karbapenem, inhibitor beta-

laktamase (asam klavulanat, sulbaktam, dan tazobaktam),

2) Basitrasin

Basitrasin adalah kelompok yang terdiri dari antibiotik polipeptida,

yang utama adalah basitrasin A. Berbagai kokus dan basil gram positif,

Neisseria, Haemophilus influenza, dan Treponema pallidum sensitif

terhadap obat ini. Basitrasin tersedia dalam bentuk salep mata dan kulit,

serta bedak untuk topikal. Basitrasin jarang menyebabkan hipersensitivitas.

Pada beberapa sediaan, sering dikombinasi dengan neomisin dan/atau

polimiksin. Basitrasin bersifat nefrotoksik bila memasuki sirkulasi sistemik.

3) Vankomisin

Vankomisin merupakan antibiotik lini ketiga yang terutama aktif

terhadap bakteri gram positif. Vankomisin hanya diindikasikan untuk

infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus yang resisten terhadap

metisilin (MRSA). Semua basil gram negatif dan mikobakteria resisten

terhadap vankomisin. Vankomisin diberikan secara intravena dengan waktu

paruh sekitar 6 jam. Efek sampingnya adalah reaksi hipersensitivitas,

demam, flushing, hipotensi (pada infus cepat), gangguan pendengaran, dan

nefrotoksisitas pada dosis tinggi.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

15

b. Obat yang memodifikasi atau menghambat sintesis protein

1) Aminoglikosid

Spektrum aktivitas obat golongan ini menghambat bakteri aerob gram

negatif. Obat ini mempunyai indeks terapi sempit dengan toksisitas serius

pada ginjal dan pendengaran, khususnya pada pasien anak dan usia lanjut.

Obat golongan ini memiliki efek samping seperti toksisitas pada ginjal,

ototoksisitas (auditorik maupun vestibular), dan blokade neuromuskular

(lebih jarang).

2) Tetrasiklin

Antibiotik yang termasuk ke dalam golongan ini adalah tetrasiklin,

doksisiklin, oksitetrasiklin, minosiklin, dan klortetrasiklin. Antibiotik

golongan ini mempunyai spektrum luas dan dapat menghambat berbagai

bakteri gram positif, gram negatif, baik yang bersifat aerob maupun

anaerob, serta mikroorganisme lain seperti ricketsia, mikoplasma, klamidia,

dan beberapa spesies mikobakteria.

3) Kloramfenikol

Kloramfenikol adalah antibiotik berspektrum luas, menghambat

bakteri gram positif, gram negatif, aerob, anaerob, klamidia, ricketsia, dan

mikoplasma. Kloramfenikol mencegah sintesis protein dengan berikatan

pada subunit ribosom 50s.

4) Makrolida

Makrolida aktif terhadap bakteri gram positif, dapat menghambat

beberapa Enterococcus dan basil gram positif. Sebagian besar gram negatif

aerob resisten terhadap makrolida, namun azitromisin dapat menghambat

salmonela. Azitromisin dan klaritromisin dapat menghambat Haemophilus

influenzae, tetapi azitromisin yang mempunyai aktivitas terbesar. Keduanya

juga aktif terhadap Helicobacter pylori. Makrolida memengaruhi sintesis

protein bakteri dengan cara berikatan dengan subunit 50s ribosom bakteri,

sehingga menghambat translokasi peptida. Contoh: eritromisin, azitromisin,

klaritromisin, dan roksitromisin.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

16

5) Klindamisin

Klindamisin menghambat sebagian besar kokus gram positif dan

sebagian besar bakteri anaerob, tetapi tidak bisa menghambat bakteri gram

negatif aerob seperti haemophilus, mikoplasma, dan klamidia.

6) Mupirosin

Mupirosin merupakan obat topikal yang menghambat bakteri gram

positif dan beberapa gram negatif.

7) Spektinomisin

Obat antibiotik ini dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk

infeksi gonokokus bila obat lini pertama tidak dapat digunakan. Obat ini

tidak efektif untuk infeksi gonore faring.

c. Obat antimetabolit yang menghambat enzim-enzim esensial dalam

metabolisme folat. Contohnya adalah sulfonamid dan trimetoprim. Sulfonamid

bersifat bakteriostatik, sedangkan trimetoprim yang dikombinasikan dengan

sulfametoksazol mampu menghambat sebagian besar patogen saluran kemih,

kecuali Pseudomonas aeruginosa dan Neisseria sp.. Kombinasi ini

menghambat Staphylococcus aureus, Staphylococcus koagulase negatif,

Streptococcus hemoliticus, Haemophilus influenzae, Neisseria sp., bakteri

gram negatif aerob (Escherichia coli dan Klebsiella sp.), Enterobacter,

Salmonella, Shigella, Yersinia, dan Pneumocystis carinii.

d. Obat yang memengaruhi sintesis atau metabolisme asam nukleat

1) Kuinolon

a) Asam nalidiksat menghambat sebagian besar Enterobacteriaceae.

b) Fluorokuinolon meliputi norfloksasin, siprofloksasin, ofloksasin,

moksifloksasin, pefloksasin, levofloksasin, dan lain-lain. Fluorokuinolon

bisa digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh Gonokokus, Shigella,

Escherichia coli, Salmonella, Haemophilus, Moraxella catarrhalis,

Enterobacteriaceae, dan Pseudomonas aeruginosa.

2) Nitrofuran

Nitrofuran meliputi nitrofurantoin, furazolidin, dan nitrofurazon.

Nitrofuran bisa menghambat gram positif dan negatif, termasuk Escherichia

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

17

coli, Staphylococcus sp., Klebsiella sp., Enterococcus sp., Neisseria sp.,

Salmonella sp., Shigella sp., dan Proteus sp. (Kemenkes RI, 2011b).

Penggolongan antibiotik berdasarkan sifat mekanisme kerjanya, yaitu:

a. Bakterisid yaitu pemberian antibiotik pada dosis biasa dapat mematikan kuman

terhadap fase tumbuh misalnya penisilin, sefalosporin, polipeptida (polimiksin,

basitrasin), rifampisin, dan kuinolon. Selain itu, juga pada fase istirahat

misalnya aminoglikosida, nitrofurontoin, INH, dan kotrimoksazol. Antibiotik

yang bekerja pada saat kuman mengalami fase tumbuh akan kurang efektif

bekerja jika kuman sedang dalam fase istirahat (dan sebaliknya).

b. Bakteriosatatis yaitu dengan pemberian antibiotik pada dosis biasa dapat

menghentikan pertumbuhan dan perbanyakan kuman dengan sistem fagositosis

oleh limfosit. Misalnya sulfonamida, kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida, dan

linkomisin (Tjay dan Rahardja, 2007; Kemenkes RI, 2011b).

penggolongan ini tidak mutlak karena terdapat faktor lain yang memengaruhi

kerja suatu antibiotik, seperti faktor konsentrasi dosis antibiotik yang diberikan,

waktu, kepekaan kuman, dan daya tahan tubuh manusia (Tjay dan Rahardja,

2007).

Penggolongan antibiotik berdasarkan aktivitasnya dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Antibiotik narrow-spectrum yaitu antibiotik dengan aktivitas sempit. Obat ini

akan aktif pada beberapa jenis kuman saja, misalnya penisilin-G, penisilin-V,

eritromisin, klindamisin, kanamisin, dan asam fusidat yang hanya bekerja

terhadap kuman gram positif, sedangkan streptomisin, gentamisin, polimiksin-

B, dan asam nalidiksat yang bekerja terhadap kuman gram negatif saja.

b. Antibiotik broad-spectrum yaitu antibiotik yang memiliki aktivitas luas atau

dapat bekerja terhadap lebih banyak jenis kuman baik kuman gram negatif

maupun gram positif seperti sulfonamida, ampisilin, sefalosporin,

kloramfenikol, tetrasiklin, dan rifampisin (Tjay dan Rahardja, 2007).

Penggolongan antibiotik berdasarkan sifat farmakodinamik dalam aktivitas

bakterisidal dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

a. Time dependence (tergantung waktu) yaitu efek antibiotik dapat bekerja

maksimal jika kadar antibiotik dalam tubuh tetap dijaga agar berada diatas

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

18

MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Strategi terapi yang dapat

diberikan yaitu memaksimalkan paparan antibiotik dalam tubuh. Contoh

karbapenem, sefalosporin, eritromisin, linezolid, dan penisilin.

b. Concentration dependence (tergantung konsentrasi) yaitu peningkatan

kemampuan membunuh bakteri yang berbanding lurus dengan peningkatan

konsentrasi obat. Semakin tinggi kadar antibiotik yang diberikan, maka

semakin ekstensif dan cepat tingkat bakterisidalnya. Strategi terapi yang dapat

diberikan adalah memaksimalkan kadar obat. Contoh aminoglikosida,

fluorokuinolon, dan metronidazol.

c. Post antibiotic effect/PAE (efek persisten) adalah antibiotik yang memiliki sifat

campuran, yaitu memiliki sifat bakterisidal tergantung waktu dan efek persisten

yang sedang. Antibiotik yang termasuk dalam golongan ini dapat memberikan

efek meskipun konsentrasi antibiotik berada dibawah MIC. Strategi terapi yang

dapat diberikan adalah memaksimalkan kadar obat. Contoh azitromisin,

klindamisin, oksazolidinon, tetrasiklin, dan vankomisin (Kemenkes RI, 2011a).

2.4.3 Penggunaan Antibiotik

Penggunaan antibiotik harus memerhatikan waktu, frekuensi, dan lama

pemberian sesuai dengan keperluan terapi dan juga harus memerhatikan kondisi

pasien yang menderita suatu penyakit (Kemenkes RI, 2011a). Penggunaan

antibiotik harus sesuai dengan aturan pakainya, apabila telah mencapai batas

waktu penggunaan tertentu maka harus dihentikan.

Penggunaan antibiotik yang bijak dan secara tepat dapat menurunkan

potensi resistensinya suatu antibiotik dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan

cara menggunakan antibiotik sesuai dengan indikasi penyakit yang diderita dan

sesuai dengan aturan pakainya. Prinsip penggunaan antibiotik secara bijak diatur

dalam Permenkes RI Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011, yang meliputi:

a. Menggunakan antibiotik dengan spektrum sempit, pada indikasi yang ketat

dengan dosis yang adekuat, interval, dan lama pemberian yang tepat.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

19

b. Melakukan pembatasan penggunaan antibiotik dengan menerapkan

penggunaan antibiotik secara terbatas (restricted) dan penerapan kewenangan

dalam penggunaan antibiotik tertentu (reserved antibiotics).

c. Mengutamakan penggunaan antibiotik lini pertama.

d. Penggunaan antibiotik dimulai dengan menegakkan diagnosis penyakit infeksi,

menggunakan informasi klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium seperti

mikrobiologi, serologi, dan penunjang lainnya.

e. Antibiotik tidak diberikan pada penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus

atau penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limited).

f. Pemilihan jenis antibiotik berdasarkan pada informasi tentang spektrum kuman

penyebab infeksi dan pola kepekaan kuman terhadap antibiotik, hasil

pemeriksaan mikrobiologi atau perkiraan kuman penyebab infeksi, profil

farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik, melakukan de-eskalasi setelah

mempertimbangkan hasil mikrobiologi, keadaan klinis pasien, ketersediaan

obat, memerhatikan cost effective, dan keamanan.

Penerapan penggunaan antibiotik secara bijak dilakukan dengan beberapa

langkah sebagai berikut:

a. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap penggunaan antibiotik

secara bijak.

b. Meningkatkan ketersediaan dan mutu fasilitas penunjang dengan penguatan

pada laboratorium hematologi, imunologi, dan mikrobiologi atau laboratorium

lain yang berkaitan dengan penyakit infeksi.

c. Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten di bidang infeksi.

d. Mengembangkan sistem penanganan penyakit infeksi secara tim (team work).

e. Membentuk tim pengendali dan pemantau penggunaan antibiotik secara bijak

yang bersifat multi disiplin.

f. Memantau penggunaan antibiotik secara intensif dan berkesinambungan.

g. Menetapkan kebijakan dan pedoman penggunaan antibiotik secara lebih rinci

di tingkat nasional, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lain, dan

masyarakat (Kemenkes RI, 2011b).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

20

2.4.4 Resistensi Antibiotik

Dalam menggunakan antibiotik, terdapat beberapa faktor yang perlu

diperhatikan, seperti kemungkinan terjadinya resistensi mikroorganisme terhadap

antibiotik. Resistensi adalah kemampuan bakteri untuk menetralisir dan

melemahkan daya kerja antibiotik. Satuan resistensi dinyatakan dalam satuan

KHM (Kadar Hambat Minimal) atau Minimum Inhibitory Concentration (MIC)

yaitu kadar terendah antibiotik (mikrogram/ml) yang mampu menghambat

tumbuh dan berkembangnya bakteri. Apabila nilai KHM meningkat, maka

menunjukkan tahap awal adanya resistensi (Kemenkes RI, 2011b). Resistensi

dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu:

a. Merusak antibiotik dengan enzim yang diproduksi.

b. Mengubah reseptor titik tangkap antibiotik.

c. Mengubah fisika kimia target sasaran antibiotik pada sel bakteri.

d. Mengubah sifat dinding sel bakteri, sehingga antibiotik tidak dapat menembus

dinding sel.

e. Mekanisme transpor aktif dari sel, sehingga antibiotik yang masuk ke dalam sel

bakteri segera dikeluarkan dari dalam sel (Drlica & Perlin dalam Kemenkes RI,

2011b).

Peningkatan kejadian resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat terjadi

dengan melalui dua cara, yaitu mekanisme selection pressure (bakteri resisten

berbiak dengan berduplikasi setiap 20 – 30 menit) dan melalui plasmid

(disebarkan antar sekelompok kuman maupun dari satu orang ke orang lain).

Strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan resistensi bakteri

adalah jika untuk selection pressure dapat diatasi melalui penggunaan antibiotik

secara bijak (prudent use of antibiotics) dan jika untuk penyebaran bakteri resisten

melalui plasmid dapat diatasi dengan meningkatkan ketaatan terhadap prinsip-

prinsip kewaspadaan standar (universal precaution) (Kemenkes RI, 2011b).

Pendataan yang pernah dilakukan oleh WHO dengan mengikutsertakan 129

negara dari 194 negara anggota dari Wilayah Afrika, Amerika, Mediterania

Timur, Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat juga menyebutkan bahwa tercatat

beberapa patogen yang telah resisten terhadap jenis antibiotik tertentu seperti

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

21

Escherichia coli yang telah resisten terhadap generasi ketiga sefalosporin (44%)

dan floroquinolon (47%), Klebsiella pneumonia yang telah resisten terhadap

generasi ketiga sefalosporin (45%) dan karbapenem (37%), Staphylococcus

aureus yang telah resisten terhadap MRSA (Methicillin Resistent Staphylococcus

aureus) (44%), Streptococcus pneumonia yang telah resisten dan tidak peka

terhadap penisilin (35%), Nonthyphoidal salmonella yang telah resisten terhadap

floroquinolon (35%), dan Neisseria gonorrhoeae yang turun tingkat kepekaannya

terhadap generasi ketiga sefalosporin (22%) (WHO, 2014). Laporan WHO pada

tahun 2012 juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat 84.000 kasus

MDR-TB (Multidrug-resistant Tuberculosis) berasal dari India, Rusia, dan Afrika

Selatan sebagai penyumbang lebih dari setengah jumlah total kasus yang muncul.

Proporsi kasus MDR-TB di seluruh dunia menunjukkan bahwa wilayah dengan

level MDR-TB tertinggi berada di Eropa Timur dan Asia Tengah (WHO, 2014).

Pemerintah Indonesia sendiri telah membuat program pengendalian

resistensi antibiotik dengan tujuan menekan resistensi antibiotik, mencegah

toksisitas akibat penggunaan antibiotik, menurunkan biaya akibat penggunaan

antibiotik yang tidak bijak dan menurunkan risiko infeksi nosokomial. Upaya-

upaya ini dilakukan dengan tujuan tercapainya hasil terapi yang optimal pada

pasien dengan penyakit infeksi dan menurunkan risiko transmisi infeksi pada

pasien lain atau tenaga kesehatan (Kemenkes RI, 2011a).

2.5 Mahasiswa

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu atau

belajar, dan secara resmi tercatat sedang menjalani pendidikan pada salah satu

bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi,

institut, dan universitas (Hartaji, 2009). Mahasiswa merupakan calon ilmuwan

muda yang sedang belajar suatu disiplin ilmu pengetahuan agar dapat menjadi

seorang ahli yang profesional dan tekun dalam pengembangan ilmu di kemudian

hari (Dariyo, 2004).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

22

Mahasiswa di Universitas Jember tergolong menjadi dua golongan, yaitu

mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Mahasiswa kesehatan di Universitas

Jember terdiri dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran,

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu

Keperawatan, sedangkan mahasiswa non kesehatan di Universitas Jember terdiri

dari mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas

Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan

IPA, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.

Tabel 2.2 Jumlah mahasiswa aktif Universitas Jember Tahun Akademik

2017/2018

Jenis Mahasiswa Fakultas Jumlah

Mahasiswa Total

Kesehatan

Kedokteran Gigi 479

3.379 Kedokteran 408 Kesehatan Masyarakat 973 Farmasi 591 Ilmu Keperawatan 928

Non Kesehatan

Hukum 2.375

20.187

Ilmu Sosial dan Politik 1.571 Pertanian 2.261 Ekonomi dan Bisnis 3.284 Keguruan dan Ilmu Pendidikan

4.639

Ilmu Budaya 1.543 Teknologi Pertanian 1.218 Matematika dan IPA 1.028 Teknik 1.553 Ilmu Komputer 715

TOTAL MAHASISWA 23.566 (BAAK Universitas Jember, update: 1 Febuari 2018)

2.6 Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden atau berisikan laporan tentang pribadinya

atau hal-hal yang responden tersebut ketahui (Arikunto, 2006). Kuesioner atau

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

23

angket adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk metode angket atau

kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan

cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawab. Teknik pengumpulan data ini merupakan teknik yang efisien bagi

peneliti yang mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan mengetahui

apa yang bisa diharapkan dari responden (Sugiyono, 2015).

Kuesioner apabila dipandang dari cara menjawab, maka terdapat dua macam

kuesioner, yaitu kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka

merupakan kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk

menjawab pertanyaan menggunakan kalimatnya sendiri, sedangkan kuesioner

tertutup merupakan kuesioner yang telah menyediakan jawaban, sehingga

responden penelitian hanya langsung memilih dari jawaban yang telah tersedia

(Arikunto, 2006). Kuesioner apabila dipandang dari jawaban yang diberikan dapat

dibedakan menjadi dua macam, yaitu kuesioner langsung dan tidak langsung.

Kuesioner langsung berarti responden menjawab tentang dirinya sendiri,

sedangkan kuesioner tidak langsung berisikan kuesioner yang mana responden

menjawab tentang orang lain (Arikunto, 2006). Kuesioner apabila dipandang dari

bentuknya, maka dibedakan menjadi empat macam, yaitu kuesioner pilihan ganda

yang sama dengan kuesioner tertutup, kuesioner isian yang berarti sama dengan

kuesioner terbuka, check-list yang mana reponden tinggal memberikan tanda

check (√) pada kolom yang dipilih, dan rating scale atau skala bertingkat yang

akan menunjukkan tingakatan-tingkatan, misalnya dari sangat setuju sampai

sangat tidak setuju (Arikunto, 2006).

Menurut Uma Sekaran (1992) dalam Sugiyono (2015) mengemukakan

bahwa terdapat beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik

pengumpulan data, yaitu:

a. Prinsip penulisan angket menyangkut beberapa faktor seperti isi dan tujuan

pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, tipe, dan bentuk pertanyaan dalam

angket (pertanyaan tertutup terbuka-positif negatif), pertanyaan dalam angket

tidak mendua (double barreled), pertanyaan dalam angket tidak menanyakan

hal-hal yang sudah lupa, pertanyaan dalam angket tidak mengarah ke jawaban

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

24

yang baik saja atau ke jawaban yang jelek saja, pertanyaan dalam angket tidak

terlalu panjang, dan urutan pertanyaan yang dituliskan dalam angket dimulai

dari hal yang umum menuju ke hal yang spasifik, dari hal yang mudah menuju

ke hal sulit atau diacak.

b. Prinsip pengukuran dalam angket agar memperoleh data yang valid dan

reliabel, maka angket harus diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu.

c. Penampilan fisik angket (Sugiyono, 2015).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

25

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional (non

experimental) dengan pendekatan secara cross-sectional.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lingkungan Universitas Jember. Penelitian mulai

dilaksanakan pada bulan Februari 2018 hingga April 2018. Penelitian ini diawali

dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner, selanjutnya dilakukan

pembagian kuesioner kepada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan sebagai

subjek penelitian di masing-masing fakultas dan dilakukan analisis data.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kesehatan dan mahasiswa

non kesehatan Universitas Jember yang berada pada jenjang sarjana dan berstatus

aktif. Total jumlah mahasiwa di Universitas Jember yang berada pada jenjang

sarjana dan berstatus aktif tahun akademik 2017/2018 adalah 23.566 mahasiswa

dengan jumlah total mahasiswa kesehatan sebanyak 3.379 orang dan mahasiswa

non kesehatan sebanyak 20.187 orang (Biro Administrasi Akademik dan

Kemahasiswaan Universitas Jember, update: 1 Februari 2018).

3.3.2 Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan cara tertentu hingga dianggap

dapat mewakili populasinya. Peneliti memberikan batasan atau kriteria inklusi dan

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

26

eksklusi bagi subjek penelitian sebagai sampel penelitian, adapun kriterianya

adalah sebagai berikut:

a. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Dapat menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

2) Mengisi seluruh pertanyaan dalam kuesioner secara lengkap.

3) Jawaban dari responden dalam kuesioner tidak bersifat kontradiksi.

b. Kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Mahasiswa kesehatan maupun non kesehatan yang tidak mengisi seluruh

pertanyaan dalam kuesioner secara lengkap.

Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 676 mahasiswa

yang terdiri dari 338 mahasiswa kesehatan dan 338 mahasiswa non kesehetan.

Besar sampel didapatkan dengan menggunakan rumus dari Lemeshow dkk.

(1990).

Keterangan:

n : Besar sampel yang akan diteliti tiap kelompok

z1-α atau z1-β : Simpangan rata-rata distribusi normal standar pada derajat

kemaknaan 95%, yaitu 1,96

P : Rata-rata proporsi variabel (P = (P1+P2)/2 = 0,75)

P1 : Proporsi variabel dari kelompok pertama (P1 = 0,815)

P2 : Proporsi variabel dari kelompok kedua (P2 = 0,685)

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

27

3.3.3 Metode Pengambilan Sampel

Metode yang digunakan dalam mengambil sampel pada penelitian ini adalah

menggunakan metode proportional convenience sampling, yaitu dengan memilih

sampel penelitian dari suatu populasi berdasarkan kebetulan secara proporsional.

Distribusi ukuran sampel yang diambil ditentukan berdasarkan metode

alokasi proporsional dengan pertimbangan agar sampel yang diambil secara

proporsional dapat mewakili setiap sub-populasi. Dalam penelitian ini digunakan

rumus dari Nurhayati (2008) sebagai berikut:

Keterangan:

ni : Besar sampel yang akan diteliti untuk tiap kelompok

Ni : Total masing-masing kelompok

N : Besar populasi

n : Besar sampel

Tabel 3.1 Jumlah sampel untuk mahasiswa kesehatan

No. Fakultas Ni N n ni

1. Kedokteran Gigi 479 3.379 338 48 2. Kedokteran 408 3.379 338 41

3. Kesehatan Masyarakat

973 3.379 338 97

4. Farmasi 591 3.379 338 59 5. Ilmu Keperawatan 928 3.379 338 93

Total 3.379 338 ni: Besar sampel yang akan diteliti untuk tiap kelompok; Ni: Total masing-masing kelompok; N: Besar populasi; n: Besar sampel.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

28

Tabel 3.2 Jumlah sampel untuk mahasiswa non kesehatan No. Fakultas Ni N n ni 1. Hukum 2.375 20.187 338 40

2. Ilmu Sosial dan Politik

1.571 20.187 338 26

3. Pertanian 2.261 20.187 338 38 4. Ekonomi dan Bisnis 3.284 20.187 338 55

5. Keguruan dan Ilmu Pendidikan

4.639 20.187 338 78

6. Ilmu Budaya 1.543 20.187 338 26 7. Teknologi Pertanian 1.218 20.187 338 20

8. Matematika dan IPA

1.028 20.187 338 17

9. Teknik 1.553 20.187 338 26

10. Ilmu Komputer 715 20.187 338 12

Total 20.187 338 ni: Besar sampel yang akan diteliti untuk tiap kelompok; Ni: Total masing-masing kelompok; N: Besar populasi; n: Besar sampel.

3.4 Definisi Operasional

a. Pengetahuan adalah hasil tahu dari mahasiswa kesehatan dan non kesehatan

Universitas Jember mengenai penggunaan antibiotik.

b. Sikap adalah reaksi atau respons yang masih tertutup (tidak dapat langsung

dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan) dari mahasiswa kesehatan dan non

kesehatan Universitas Jember mengenai penggunaan antibiotik yang belum

merupakan suatu tindakan atau aktivitas.

c. Perilaku adalah respons atau reaksi mahasiswa kesehatan dan non kesehatan

Universitas Jember mengenai penggunaan antibiotik yang diwujudkan.

d. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi

bakteri.

e. Mahasiswa kesehatan Universitas Jember adalah mahasiswa yang belajar di

Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan

Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu Keperawatan.

f. Mahasiswa non kesehatan Universitas Jember adalah mahasiswa yang belajar

di Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian,

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

29

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan

IPA, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.

g. Kuesioner berisikan pertanyaan dan pernyataan mengenai evaluasi tingkat

pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait penggunaan antibiotik secara tertulis

yang digunakan untuk memperoleh informasi dari mahasiswa kesehatan dan

non kesehatan di Universitas Jember atau hal-hal yang mahasiswa tersebut

ketahui.

3.5 Etika Penelitian

Etika penelitian ini bertujuan untuk melindungi kerahasiaan data milik

responden. Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah menyiapkan formulir

persetujuan subjek (informed consent) kepada responden untuk diisi. Data hasil

penelitian dari responden akan dijaga selama penelitian dan tidak akan

menginvasi melebihi batas yang diperlukan dalam penelitian. Pada saat penyajian

data, identitas dalam kuesioner akan diubah menjadi bentuk huruf dan angka,

sedangkan kuesioner asli akan disimpan dan hanya diketahui oleh peneliti dan

juga dosen pembimbing.

3.6 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner

yang berisi pertanyaan dan pernyataan mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku

penggunaan antibiotik. Kuesioner yang digunakan diadaptasi, diterjemahkan, dan

dimodifikasi dari penelitian Khan dkk. (2013) (Lampiran C).

Sebelum kuesioner digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian,

kuesioner harus diuji coba terlebih dahulu kepada sejumlah subjek yang

mempunyai karakteristik yang sama dengan calon responden penelitian untuk

mengetahui keterandalan (keampuhan instrumen) dan ketepatan pelaksanaan.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

30

a. Uji validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan

atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih

mempunyai validitas yang tinggi. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan

valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan atau dapat mengungkap

data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pada penelitian ini, dilakukan uji

validitas menggunakan tes content validity (validitas isi) dan face validity

(validitas muka). Validitas isi (content validity) yaitu pengujian terhadap isi tes

dengan analisis rasional atau lewat professional judgement yang berarti isi

tidak hanya menunjukkan komprehensif melainkan juga memuat isi yang

relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur, sedangkan validitas muka

(face validity) merupakan tipe validitas isi yang didasarkan pada penilaian

terhadap format penelitian (appearance) tes. Parameter terpenuhinya validitas

muka adalah apabila penampilan tes telah meyakinkan dan dapat memberikan

kesan mampu mengungkapkan apa yang hendak diukur (Azwar, 1992 dan

Burns dkk., 2008). Metode ini dilakukan dengan memberikan kuesioner

disertai dengan pendampingan kepada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan

di lingkungan Universitas Jember sebanyak 30 orang (Umar, 2003).

b. Uji reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan uji yang dapat menunjukkan bahwa suatu

instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data

karena instrumen dinilai sudah baik dan dapat dipercaya, sehingga data yang

dihasilkan dapat dipercaya juga. Pada penelitian ini, uji reliabilitas dapat

dilakukan dengan melihat konsistensi internal penelitian dengan menggunakan

uji reliabilitas Cronbach Alpha, selanjutkan akan dibandingkan nilai reliabilitas

yang dihasilkan (Burns dkk., 2008). Suatu instrumen dinyatakan reliabel

apabila koefisien reliabilitas α berada pada rentang antara 0,70 hingga 0.90,

meskipun nilai α 0,6 dapat digunakan dalam suatu penelitian (Burns dkk.,

2008 dan Hair dkk., 2010).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

31

3.7 Teknik Pengolahan Data

Pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik diukur

menggunakan kuesioner yang terdiri dari 22 butir pernyataan dan pertanyaan yang

terdiri dari lima bagian, bagian pertama mengenai identitas responden berisi lima

pertanyaan, bagian kedua mengenai frekuensi penggunaan antibiotik berisi dua

pertanyaan, bagian ketiga mengenai pengetahuan penggunaan antibiotik berisi

sembilan pernyataan, bagian keempat mengenai sikap penggunaan antibiotik

berisi lima pernyataan, dan bagian kelima mengenai perilaku penggunaan

antibiotik berisi delapan pertanyaan.

Cara penilaian pada kuesioner dalam penelitian ini dilakukan dengan cara

skoring. Penilaian tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap penggunaan

antibiotik menggunakan skala skoring model Likert empat skala agar dapat diuji

menggunakan uji reliabilitas Cronbach Alpha pada saat pengujian reliabilitas

kueisioner. Skala skoring model Likert empat skala yang digunakan adalah

sebagai berikut:

a. Sangat setuju : 4

b. Setuju : 3

c. Tidak setuju : 2

d. Sangat tidak setuju : 1

3.8 Teknik Analisis Data

a. Teknik deskriptif

Pada penelitian ini, teknik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan

atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Data pengetahuan, sikap, dan

perilaku mengenai penggunaan antibiotik oleh mahasiswa kesehatan dan non

kesehatan di Universitas Jember disajikan dalam bentuk tabel distribusi

frekuensi dan persentase.

b. Teknik inferensial

Teknik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian.

Pada penelitian ini, data yang sudah didapatkan akan dianalisis secara statistik

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

32

menggunakan SPSS 16.0 (Statistical Package for the Social Science). Uji Chi-

square dan uji t tidak berpasangan digunakan untuk menguji apakah terdapat

perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam menggunakan

antibiotik antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas

Jember (Sugiyono, 2015 dan Kurniawan, 2016).

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

33

3.9 Alur Penelitian

Gambar 3.1 Diagram alur penelitian

Permohonan izin permintaan data

jumlah populasi mahasiswa

kesehatan dan non kesehatan

Permohonan izin penelitian

Kriteria inklusi

Kriteria eksklusi

Pengolahan dan analisis data

Penyajian data

Hasil dan pembahasan

Kesimpulan dan saran

Identifikasi masalah

Perumusan masalah

Penentuan sampel

Penyusunan instrumen penelitian

berupa kuesioner

Uji validasi dan reliabilitas kuesioner

Penyebaran dan pengisian kuesioner kepada mahasiswa kesehatan dan

non kesehatan

Permohonan izin permintaan data

jumlah populasi mahasiswa

kesehatan dan non kesehatan

Identifikasi masalah

Perumusan masalah

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

53

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut:

a. Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata pengetahuan dalam

menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (7,7604 ± 1,53262) dan

mahasiswa non kesehatan (6,8047 ± 1,92061) di Universitas Jember.

b. Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata sikap dalam

menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (3,5237 ± 1,20374) dan

mahasiswa non kesehatan (2,2604 ± 1,17981) di Universitas Jember.

c. Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) pada rerata perilaku dalam

menggunakan antibiotik antara mahasiswa kesehatan (6,0799 ± 1,60567) dan

mahasiswa non kesehatan (4,7745 ± 1,54964) di Universitas Jember.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan yang diperoleh, penulis menyarankan:

a. Perlu diadakannya kegiatan yang didukung dengan baik oleh fakultas atau

universitas seperti seminar, diskusi, atau penyuluhan yang berkaitan dengan

bidang kesehatan, terutama mengenai penggunaan antibiotik yang bertujuan

untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa di

Universitas Jember dalam menggunakan antibiotik yang baik dan benar.

b. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang

memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa dalam

menggunakan antibiotik. Selain itu, pada penelitian ini mungkin belum

mencerminkan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik pada

mahasiswa di Jember dan sekitarnya secara keseluruhan, sehingga disarankan

penelitian selanjutnya menggunakan populasi yang lebih besar yang mencakup

berbagai universitas di Jember.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

54

DAFTAR PUSTAKA

Alliance for the Prudent Use of Antibiotics. 2014. General Background: About Antibiotic Resistance. http://www.tufts.edu/med/apua/about_issue/about_antibioticres.shtml. [Diakses pada 17 April 2018].

Anand, A., R. Bharadwaj, dan S. Pol. 2017. Antibiotic associated diarrhea with special reference to Clostridium difficile. International Journal of Tropical Disease & Health. 24(4): 1–10.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Keenam. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. 1992. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. 2018. Data Mahasiswa Aktif Universitas Jember per Tanggal 1 Februari 2018. Jember: Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jember.

Borghi, A. A. dan M. S. A. Palma. 2014. Tetracycline: production, waste treatment and environmental impact assessment. Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences. 50(1): 25–40.

Bruce, A. dan K. Tim. 2005. Antibiotics for the Common Cold and Acute Purulent Rhinitis (Review). Hoboken: John Wiley & Sons.

Buke, C., M. H. Limoncu, S. Ermertcan, M. Ciceklioglu, M. Tuncel, T. Kose, dan S. Eren. 2005. Irrational use of antibiotics among university students. Journal of Infection. 51: 135-139.

Burns, K. E. A., M. Duffett, M. E. Kho, M. O. Meade, N. K. J. Adhikari, T. Sinuff, dan D. J. Cook. 2008. A guide for the design and conduct of self-adminstered surveys of clinicians. Canadian Medical Association Journal. 179(3): 245–252.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

55

Centers for Disease Control and Prevention. 2013. Antibiotic Resistance Threats in the United States 2013. https://www.cdc.gov/drugresistance/threat-report-2013/index.html. [Diakses pada 14 April 2018].

Dariyo, A. 2004. Pengetahuan tentang penelitian dan motivasi belajar pada mahasiswa. Jurnal Psikologi. 2(1): 44–48.

Davies, J. dan D. Davies. 2010. Origins and Evolution of Antibiotic Resistance. Microbiology and Molecular Biology Reviews. 74(3): 417–433.

Duerink, D. O., E. S. Lestari, U. Hadi, N. J. D. Nagelkerke, J. A. Severin, H. A. Verbrugh, M. Keuter, I. C. Gyssens, dan P. J. van den Broek. 2007. Determinants of carriage of resistant Escherichia coli in the Indonesian population inside and outside hospitals. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 60: 377–384.

Fatmawati, I. 2014. Tinjauan pengetahuan, sikap dan perilaku penggunaan antibiotik pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gerungan, W. A. 2004. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Gunawan, S. G., R. Setiabudy, Nafrialdi, dan Elysabeth. 2007. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Gupta, R. K., P. Singh, R. Rani, R. Kumari, B. Langer, dan R. Gupta. 2017. Antibiotic use: evaluating knowledge, attitude and practices among medical students in a sub Himalayan state. International Journal of Basic & Clinical Pharmacology. 6(10): 2516–2521.

Gyssens, I. C. 2001. Quality measures of antimicrobial drug use. International Journal of Antimicrobial Agents. 17: 9–19.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

56

Hadi, U., M. Keuter, H. van Asten, dan P. van den Broek. 2008. Optimizing antibiotic usage in adults admitted with fever by a multifaceted intervention in an Indonesian governmental hospital. Tropical Medicine and International Health. 13(7): 888–899.

Hair, J. F., W. C. Black, B. J. Babin, dan R. P. Anderson. 2010. Multivariate Data Analysis. Edisi Ketujuh. Pearson Prenstice Hall.

Hartaji, D. A. 2009. Motivasi berprestasi pada mahasiswa yang berkuliah dengan jurusan pilihan orang tua. Skripsi. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

Health Service Executive. 2017. Taking Antibiotic for Colds and Flu? There's No Point. https://www.hse.ie/eng/health/hl/hcaiamr/antibiotics/. [Diakses pada 08 April 2018].

Katarnida, S. S., D. Murniati, dan Y. Katar. 2014. Evaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta. Sari Pediatri. 15(6): 369–376.

Kaur, S. P., R. Rao, dan S. Nanda. 2011. Amoxicillin: a broad spectrum antibiotic. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(3): 30–

37.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Antimicrobial Resistance, Antibiotic Usage, and Infection Control: A Self Assessment Program for Indonesian Hospitals. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor Hk.03.05/III/142/2011. Pedoman Pelayanan Kefarmasian untuk Terapi Antibiotik. 19 Oktober 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. 01 Desember 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

57

Kementerian Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Mari Bersama Atasi Resistensi Antimikroba (AMR). http://www.depkes.go.id/article/view/16060800002/mari-bersama-atasi-resistensi-antimikroba-amr-.html. [Diakses pada 10 April 2018].

Khan, A., G. Banu, dan Reshma. K. K. 2013. Antibiotic resistance and usage - a survey on the knowledge, attitude, perceptions and practices among the medical students of a Southern Indian teaching hospital. Journal of Clinical and Diagnostic Research. 7(8): 1613–1616.

Krathwohl, D. R. 2002. A Revision of Bloom’s taxonomy: an overview. Theory Into Practice. 41(4): 212–218.

Kurniawan, A. W. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pandiva Buku.

Lemeshow, S., D. W. Hosmer Jr, J. Klar, dan S. K. Lwanga. 1990. Adequacy of Sample Size in Health Studies. England: World Health Organization.

Luthviatin, N. dkk. 2012. Dasar-dasar Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jember: Universitas Jember.

Mohrs, S. 2015. Factors Influencing The Use of Antibiotics and Knowledge about Antibiotic Resistance in Jakarta. Swedia: Uppsala University.

Negara, K. S. 2014. Analisis implementasi kebijakan penggunaan antibiotika rasional untuk mencegah resistensi antibiotika di RSUP Sanglah Denpasar: studi kasus infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia. 1(1): 42–50.

Nordberg, P., D. L. Monnet, dan O. Cars. 2004. Antibacterial Drug Resistance. Swedia: World Health Organization.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

58

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhayati. 2008. Studi perbandingan metode sampling antara simple random dengan stratified random. Jurnal Basis Data, ICT Researh Cente UNAS. 3(1): 18–32.

Praja, J. S. 2003. Aliran-aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Prenada Media.

Pulungan, S. 2010. Hubungan tingkat pengetahuan tentang antibiotik dan penggunaannya di kalangan mahasiswa non medis Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Ramadhani, L. K. 2016. Evaluasi pengetahuan tentang antibiotik pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Salvo, F., G. Polimeni, U. Moretti, A. Conforti, R. Leone, O. Leoni, D. Motola, G. Dusi, dan A. P. Caputi. 2007. Adverse drug reactions related to amoxicillin alone and in association with clavulanic acid: Data from spontaneous reporting in Italy. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 60(1): 121–126.

Scaioli, G., M. R. Gualano, R. Gili, S. Masucci, F. Bert, dan R. Siliquini. 2015. Antibiotic use: a cross-sectional survey assessing the knowledge, attitudes and practices amongst students of a school of medicine in Italy. PLoS ONE. 10(4): 1–12.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

59

Shevchuk, Y. M. 2010. Patient Self-Care. Kanada: Cannadian Pharmacists Assosiation.

Silalahi, E. S., Syarifuddin, dan M. Sudibyo. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pengetahuan tentang lingkungan pada Siswa tingkat SMP/MTsN dan SMA/MAN adiwiyata di Kota Labuhanbatu. Jurnal Pendidikan Biologi. 5(3): 146–153.

Sosa, A. de J., D. K. Byarugaba, C. F. Amabile-Cuevas, P. R. Hsueh, S. Kariuki, dan I. N. Okeke. 2010. Antimicrobial Resistance in Developing Countries. London: Springer.

Spellberg, B. dan D. N. Gilbert. 2014. The future of antibiotics and resistance: a tribute to a career of leadership by John Bartlett. Clinical Infectious Diseases. 59: 71–75.

Suaifan, G. A. R. Y., M. Shehadeh, D. A. Darwish, H. Al-Ijel, A. M. Yousef, dan R. M. Darwish. 2012. A cross-sectional study on knowledge, attitude and behavior related to antibiotic use and resistance among medical and non-medical university students in Jordan. African Journal of Pharmacy and Pharmacology. 6(10): 763–770.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tjay, T. H. dan K. Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi Keenam. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Triyono, E. A. 2013. Implementasi program pengendalian resistensi antibiotik dalam mendukung program patient safety. Cermin Dunia Kesehatan-208. 40(9): 674–678.

Ullah, F., S. A. Malik, J. Ahmed, F. Ullah, S. M. Shah, M. Ayaz, S. Hussain, dan L. Khatoon. 2013. Investigation of the genetic basis of tetracycline resistance in Staphylococcus aureus from Pakistan. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 11(6): 925–931.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

60

Umar, H. 2003. Metode Riset Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Utami, E. R. 2011. Antibiotika, resistensi, dan rasionalitas terapi. El-Hayah. 1(4): 191–198.

Ventola, C. Lee. 2015. The antibiotic resistance crisis. A Pear Reviewed Journal for Formulary Management. 40(4): 277–283.

Widayati, A., S. Suryawati, C. de Crespigny, dan J. E. Hiller. 2011. Self medication with antibiotic in Yogyakarta City Indonesia: a cross sectional population-based survey. BMC Research Notes. 4: 1–8.

World Health Organization. 1998. The World Health Report 1998: Live in the 21st Century A Vision for All. Switzerland: World Health Organization.

World Health Organization. 2014. Antimicrobial Resistance: Global Report on Surveillance. France: World Health Organization.

World Health Organization. 2016. Antimicrobial Resistance: A Manual for Developing National Action Plans. Swiss: World Health Organization.

World Health Organization. 2017. Antibiotic Resistance. http://www.who.int/csr/don/archive/year/2017/en/. [Diakses pada 17 April 2018].

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

61

LAMPIRAN A. Surat Izin Permohonan Data

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

62

LAMPIRAN B. Surat Izin Penelitian

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

63

LAMPIRAN C. Daftar Pertanyaan dalam Kuesioner Penelitian Hasil Terjemahan

Daftar pertanyaan kuesioner dari penelitian Khan dkk. (2013)

Daftar pertanyaan kuesioner yang digunakan dalam penelitian

Knowledge questions Pertanyaan mengenai pengetahuan 1.

Indiscriminate and Injudicious use of antibiotics can lead to:

1. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat menyebabkan:

a. Ineffective treatment. a. Terapi tidak efektif.

b. Increased A/E. b. Meningkatkan efek samping

obat. c. Exacerbation or Prolongation of

illness. c. Memperparah atau memperlama

penyakit. d. Emergence of bacterial

resistance. d. Munculnya resistensi antibiotik.

e. Additional burden of medical cost to the patient.

e. Menambah beban biaya medis untuk pasien.

2. If taken too often, antibiotics are less likely to work in the future.

2. Jika digunakan terlalu sering, antibiotik cenderung tidak bekerja di masa mendatang.

3. Antibiotic Resistance is: 3. Resistensi antibiotik adalah:

a. An important and serious public

health issue facing the World.

a.Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi dunia.

b. An important and serious public

health issue in our Country.

b.Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi negara kita.

c. An important and serious public

health issue in our Hospital

c.Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi rumah sakit kita.

Attitude questions Pertanyaan mengenai sikap

4. When I have a cold, I should take antibiotics to prevent getting a more serious illness.

4.

Ketika saya pilek, saya harus menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit menjadi lebih serius.

5. When I get fever, antibiotics help me to get better more quickly.

5. Ketika saya demam, antibiotik membantu saya sembuh lebih cepat.

6. Whenever I take an antibiotic, I contribute to the development of antibiotic resistance.

6.

Kapanpun saya menggunakan antibiotik, saya berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik.

7. Skipping one or two doses does not contribute to the development of antibiotic resistance.

7.

Melewatkan satu atau dua dosis tidak berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

64

8. Antibiotics are safe drugs, hence they can be commonly used.

8. Antibiotik merupakan obat yang aman, karenanya dapat secara umum digunakan.

Medication practice questions Pertanyaan mengenai perilaku/praktik 9.

The Doctor prescribes a course of antibiotic for you. After taking 2–3 doses you start feeling better.

9. Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2 - 3 dosis Anda mulai merasa lebih baik:

a. Do you stop taking the further treatment?

a. Apakah Anda berhenti melakukan perawatan lebih lanjut?

b. Do you save the remaining antibiotics for the next time you get sick?

b. Apakah Anda menyimpan sisa antibiotik untuk waktu selanjutnya ketika Anda sakit?

c. Do you discard the remaining, leftover medication?

c. Apakah Anda membuang obat sisa tersebut?

d. Do you give the leftover antibiotics to your friend or roommate if they get sick?

d. Apakah Anda memberikan sisa antibiotik kepada teman Anda ketika mereka sakit?

e. Do you complete the full course of treatment?

e. Apakah Anda menyelesaikan terapi secara lengkap?

10. Do you consult a doctor before starting an antibiotic?

10. Apakah Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan antibiotik?

11. Do you check the expiry date of the antibiotic before using it?

11. Apakah Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa antibiotik sebelum menggunakannya?

12. Do you prefer to take an antibiotic when you have cough and sore throat?

12.

Apakah Anda lebih memilih untuk menggunakan antibiotik ketika Anda batuk atau sakit tenggorokan?

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

65

LAMPIRAN D. Lembar Kuesioner untuk Uji Reliabilitas

LEMBAR KUESIONER

Judul: Evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember.

A. Identitas Responden

1. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

2. Tanggal lahir : - -

3. Semester / Angkatan :

4. Fakultas :

B. Pengetahuan tentang Penggunaan Antibiotik

Petunjuk pengisian: Pilih jawaban Anda jika sangat tidak setuju, tidak setuju,

setuju, atau sangat setuju dengan memberi tanda check list (√) pada kolom yang

tersedia.

5. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat

menyebabkan:

a. Terapi tidak efektif.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

b. Meningkatkan efek samping obat.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

c. Memperparah atau memperlama penyakit.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

66

d. Munculnya resistensi antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

e. Menambah beban biaya medis untuk pasien.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

6. Jika digunakan terlalu sering, antibiotik cenderung tidak bekerja di masa

mendatang.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

7. Bakteri adalah kuman yang menyebabkan pilek dan flu.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

8. Resistensi antibiotik adalah:

a. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang

sedang dihadapi dunia.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

b. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang

sedang dihadapi negara kita.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

67

c. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang saat

ini sedang dihadapi rumah sakit kita.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

C. Sikap Penggunaan Antibiotik

Petunjuk pengisian: Pilih jawaban Anda jika sangat tidak setuju, tidak setuju,

setuju, atau sangat setuju dengan memberi tanda check list (√) pada kolom yang

tersedia.

9. Ketika saya pilek, saya harus menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit

menjadi lebih serius.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

10. Ketika saya demam, antibiotik membantu saya sembuh lebih cepat.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

11. Kapanpun saya menggunakan antibiotik, saya berkontribusi dalam pengembangan

resistensi antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

12. Melewatkan satu atau dua dosis tidak berkontribusi dalam pengembangan resistensi

antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

68

13. Antibiotik merupakan obat yang aman, karenanya dapat secara umum digunakan.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

D. Perilaku Penggunaan Antibiotik

14. Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis

Anda mulai merasa lebih baik:

a. Apakah Anda berhenti melakukan perawatan lebih lanjut?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

b. Apakah Anda menyimpan sisa antibiotik untuk waktu selanjutnya ketika

Anda sakit?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

c. Apakah Anda membuang obat sisa tersebut?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

d. Apakah Anda memberikan sisa antibiotik kepada teman Anda ketika

mereka sakit?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

e. Apakah Anda menyelesaikan terapi secara lengkap?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

69

15. Apakah Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan

antibiotik?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

16. Apakah Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa antibiotik sebelum

menggunakannya?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

17. Apakah Anda lebih memilih untuk menggunakan antibiotik ketika Anda

batuk atau sakit tenggorokan?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

70

LAMPIRAN E. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner E.1 Rekapitulasi Jawaban Responden

No. KODE P1 P2 P3 P4 P5a P5b P5c P5d P5e P6 P7 P8a P8b P8c P9 P10 P11 P12 P13 P14a P14b P14c P14d P14e P15 P16 P17

1. K1 2 12.11.1996 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 1 2 3 3 1 4 1 4 1 3 3 4 1

2. K2 2 24.06.1998 2 3 3 2 3 4 3 4 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 3 3 3 2

3. K3 2 08.08.1998 2 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 1 3 3 3 2

4. K4 2 17.08.1999 1 5 4 3 3 4 3 4 2 4 3 3 1 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 4 2

5. K5 2 27.10.1995 4 4 4 3 4 4 3 4 1 3 3 4 1 1 3 2 3 1 2 1 2 4 4 4 2

6. K6 2 23.12.1999 1 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 1 3 3 2 1 1 1 2 2 3 3 3 1

7. K7 2 21.12.1998 1 1 4 4 4 4 4 4 1 4 4 3 2 3 3 2 1 2 2 3 2 3 3 4 3

8. K8 2 05.03.1998 2 4 4 4 4 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 1 1 2 1 4 3 2 1

9. K9 2 25.05.1998 2 5 1 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2

10. K10 2 05.10.1995 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 1 1 4 3 3 1 1 4 1 4 4 4 1

11. K11 2 15.04.1997 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3

12. K12 2 01.11.1996 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2

13. K13 2 04.06.1996 4 4 3 2 3 4 2 3 3 2 4 3 2 2 2 1 1 1 1 2 1 4 2 3 2

14. K14 2 09.01.1996 4 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 4 2 2 3 2 2 2 1 3 1 3 2 3 2

15. K16 2 05.01.1996 4 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 1 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 1

16. NK1 2 02.12.1996 3 13 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 4 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2

17. NK2 2 01.08.1997 3 10 3 2 3 4 3 4 1 2 3 3 2 3 2 2 1 2 2 2 1 3 4 2 1

18. NK3 2 12.09.1995 4 4 3 4 3 4 4 4 1 3 3 3 2 3 3 1 1 1 1 4 1 4 4 4 4

19. NK4 2 29.07.1995 4 9 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 4 3

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

71

No. KODE P1 P2 P3 P4 P5a P5b P5c P5d P5e P6 P7 P8a P8b P8c P9 P10 P11 P12 P13 P14a P14b P14c P14d P14e P15 P16 P17

20. NK5 2 06.03.1999 1 8 3 3 3 4 4 4 1 3 4 3 1 2 3 1 2 1 3 2 2 4 3 3 3

21. NK6 2 02.10.1995 4 14 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2

22. NK7 2 19.04.1999 1 10 4 3 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 4 4 2

23. NK8 2 02.04.1996 4 6 3 2 4 3 3 4 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 1 3 1 3 4 4 3

24. NK9 2 29.11.1997 3 12 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 2

25. NK10 2 26.02.1996 3 10 4 4 3 4 3 3 1 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 4 2

26. NK11 2 14.10.1995 4 8 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2

27. NK12 2 25.07.1998 3 12 4 4 3 4 4 4 1 4 4 4 2 2 4 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2

28. NK13 2 21.10.1995 4 12 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 2

29. NK14 2 21.10.1996 2 7 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2

30. NK15 2 05.01.1999 1 9 2 2 1 2 2 3 2 2 3 1 2 3 3 2 1 3 2 2 2 2 1 2 3

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

72

E.2 Keterangan Kode pada Uji Reliabilitas K= Kesehatan; NK= Non Kesehatan P1= Pertanyaan nomor 1 (Jenis kelamin)

1= Laki-laki; 2= Perempuan

P2= Pertanyaan nomor 2 (Tanggal lahir)

P3= Pertanyaan nomor 3 (Semester / Angkatan)

1= 2/2017; 2= 4/2016; 3= 6/2015; 4= 8/2014; 5= 10/2013; 6= 12/2012; 7= 14/2011

P4= Pertanyaan nomor 4 (Fakultas)

1= Kedokteran Gigi; 2= Kedokteran; 3= Kesehatan Masyarakat; 4= Farmasi; 5= Keperawatan; 6= Hukum; 7= Ilmu Sosial dan Politik; 8= Pertanian; 9= Ekonomi dan Bisnis; 10= Keguruan dan Ilmu Pendidikan; 11= Ilmu Budaya; 12= Teknologi Pertanian; 13= Matematika dan IPA; 14= Teknik; 15= Ilmu Komputer

P5a= Pertanyaan nomor 5 bagian a (Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat menyebabkan terapi tidak efektif)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P5b= Pertanyaan nomor 5 bagian b (Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat meningkatkan efek samping obat)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P5c= Pertanyaan nomor 5 bagian c (Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat memperparah atau memperlama penyakit)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P5d= Pertanyaan nomor 5 bagian d (Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat menyebabkan munculnya resistensi antibiotik)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P5e= Pertanyaan nomor 5 bagian e (Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat menambah beban biaya medis untuk pasien)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P6= Pertanyaan nomor 6 (Jika digunakan terlalu sering, antibiotik cenderung tidak bekerja di masa mendatang)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P7= Pertanyaan nomor 7 1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

73

(Bakteri adalah kuman yang menyebabkan pilek dan flu)

setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P8a= Pertanyaan nomor 8 bagian a (Resistensi antibiotik adalah sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi dunia)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P8b= Pertanyaan nomor 8 bagian b (Resistensi antibiotik adalah Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi negara kita)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P8c= Pertanyaan nomor 8 bagian c (Resistensi antibiotik adalah Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang saat ini sedang dihadapi rumah sakit kita)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P9= Pertanyaan nomor 9 (Ketika saya pilek, saya harus menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit menjadi lebih serius)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P10= Pertanyaan nomor 10 (Ketika saya demam, antibiotik membantu saya sembuh lebih cepat)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P11= Pertanyaan nomor 11 (Kapanpun saya menggunakan antibiotik, saya berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P12= Pertanyaan nomor 12 (Melewatkan satu atau dua dosis tidak berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P13= Pertanyaan nomor 13 (Antibiotik merupakan obat yang aman, karenanya dapat secara umum digunakan)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P14a= Pertanyaan nomor 14 bagian a (Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis Anda mulai merasa lebih baik, maka apakah Anda berhenti melakukan perawatan lebih lanjut?)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P14b= Pertanyaan nomor 14 bagian b (Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

74

Anda mulai merasa lebih baik, maka apakah Anda menyimpan sisa antibiotik untuk waktu selanjutnya ketika Anda sakit?) P14c= Pertanyaan nomor 14 bagian c (Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis Anda mulai merasa lebih baik, maka apakah Anda membuang obat sisa tersebut?

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P14d= Pertanyaan nomor 14 bagian d (Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis Anda mulai merasa lebih baik, maka apakah Anda memberikan sisa antibiotik kepada teman Anda ketika mereka sakit?

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P14e= Pertanyaan nomor 14 bagian e (Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis Anda mulai merasa lebih baik, maka apakah Anda menyelesaikan terapi secara lengkap?

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P15= Pertanyaan nomor 15 (Apakah Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan antibiotik?)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P16= Pertanyaan nomor 16 (Apakah Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa antibiotik sebelum menggunakannya?)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

P17= Pertanyaan nomor 17 (Apakah Anda lebih memilih untuk menggunakan antibiotik ketika Anda batuk atau sakit tenggorokan?)

1= Sangat tidak setuju; 2= Tidak setuju; 3= Setuju; 4= Sangat setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

75

E.3 Hasil Uji Reliabilitas 23 Butir Pertanyaan mengenai Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.646 23

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

a.apakah anda berhenti melakukan perawatan lebih lanjut?

58.2333 31.082 -.196 .684

b.apakah anda menyimpan sisa antibiotik untuk waktu selanjutnya ketika anda sakit?

58.4000 29.490 -.013 .662

c.apakah anda membuang sisa obat? 57.9000 25.817 .487 .605

d.apakah anda memberikan sisa antibiotik kepada teman anda ketika mereka sakit?

58.5667 30.668 -.156 .672

e.apakah anda menyelesaikan terapi secara lengkap?

57.3333 28.920 .101 .647

apakah anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan antibiotik?

57.3333 26.782 .359 .620

apakah anda memeriksa tanggal kedaluwarsa antibiotik sebelum menggunakannya?

57.1333 25.154 .639 .590

apakah anda lebih memilih untuk menggunakan antibiotik ketika anda batuk atau sakit tenggorokan?

58.3000 30.355 -.115 .671

a.terapi tidak efektif 57.1000 25.610 .554 .599

b.meningkatkan efek samping obat 57.3667 24.861 .615 .588

c.memperparah atau memperlama penyakit 57.4667 27.706 .234 .634

d.munculnya resistensi antibiotik 56.9000 26.990 .446 .616

e.menambah beban biaya medis untuk pasien 57.3000 26.769 .473 .613

jika digunakan terlalu sering, antibiotik cenderung tidak bekerja di masa mendatang

57.1000 27.266 .233 .634

bakteri adalah kuman yang menyebabkan pilek dan flu 58.3667 31.482 -.237 .690

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

76

a.sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi dunia

57.5000 24.741 .646 .585

b.sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi negara kita

57.3667 27.344 .294 .627

c.sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang sedang dihadapi rumah sakit kita

57.6000 24.938 .534 .595

ketika saya pilek, saya harus menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit menjadi lebih serius

58.4667 31.154 -.220 .677

ketika saya demam, antibiotik membantu saya sembuh lebih cepat

58.1333 30.533 -.139 .668

kapanpun saya menggunakan antibiotik, saya berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik

57.5333 26.464 .462 .611

melewatkan satu atau dua dosis tidak berkontribusi dalam pengembangan resistensi antibiotik

58.2333 28.392 .205 .637

antibiotik merupakan obat yang aman, karenanya dapat secara umum digunakan

58.4333 28.185 .177 .640

E.4 Hasil Uji Reliabilitas 22 Butir Pertanyaan mengenai Pengetahuan, Sikap, dan

Perilaku Penggunaan Antibiotik Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.690 22

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

77

LAMPIRAN F. Lembar Persetujuan Penelitian (Informed Consent) LEMBAR PERSETUJUAN (Informed Consent)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama :

Fakultas :

Bersedia untuk menjadi subjek dalam penelitian yang berjudul “EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS JEMBER” yang akan dilakukan oleh:

Nama : Syafira Nur Hayati

NIM : 142210101001

Fakultas : Farmasi

Saya mengetahui prosedur penelitian ini tidak akan memberikan dampak

dan risiko apapun terhadap saya dan keluarga saya. Saya juga telah diberikan

penjelasan bahwa peneliti akan menjamin kerahasiaan identitas saya dengan

mengubah nama dalam bentuk kode responden (berupa huruf dan angka) pada

saat penyajian data. Informasi dan keterangan yang saya berikan hanya digunakan

untuk kepentingan penelitian. Kuesioner asli akan disimpan oleh peneliti dan

hanya diketahui oleh peneliti dan dosen pembimbing. Saya telah diberikan

kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengerti dan telah

mendapatkan jawaban yang benar dan jelas.

Dengan ini saya menyatakan dengan sukarela untuk ikut sebagai subjek

dalam penelitian ini.

Jember, 2018

( )

Kode Responden

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

78

LAMPIRAN G. Kuesioner Penelitian

LEMBAR KUESIONER

Judul: Evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember.

A. Identitas Responden

1. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan 2. Tanggal lahir : - - 3. Semester / Angkatan : 4. Fakultas : 5. Setidaknya satu anggota keluarga Anda (orang tua, saudara kandung)

bekerja di bidang kesehatan.

□ Ya, sebutkan profesinya: ____________________ □ Tidak

B. Frekuensi Penggunaan Antibiotik

Petunjuk pengisian: Berikan tanda check list (√) pada kolom yang tersedia.

6. Apakah Anda menggunakan antibiotik dalam satu tahun terakhir? □ Ya, sebutkan antibiotiknya: __________________ □ Tidak □ Tidak tahu / lupa

7. Jika ya, berapa kali?

□ 1-2 □ 3-5 □>5

C. Pengetahuan tentang Penggunaan Antibiotik

Petunjuk pengisian: Pilih jawaban Anda jika sangat tidak setuju, tidak setuju,

setuju, atau sangat setuju dengan memberi tanda check list (√) pada kolom yang

tersedia.

8. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak bijak dapat

menyebabkan:

a. Terapi tidak efektif.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

79

b. Meningkatkan efek samping obat.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

c. Memperparah atau memperlama penyakit.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

d. Munculnya resistensi antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

e. Menambah beban biaya medis untuk pasien.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

9. Jika digunakan terlalu sering, antibiotik cenderung tidak bekerja di masa

mendatang.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

10. Resistensi antibiotik adalah:

a. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang

sedang dihadapi dunia.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

80

b. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang

sedang dihadapi negara kita.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

c. Sebuah masalah kesehatan masyarakat yang penting dan serius yang saat

ini sedang dihadapi rumah sakit kita.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

D. Sikap Penggunaan Antibiotik

Petunjuk pengisian: Pilih jawaban Anda jika sangat tidak setuju, tidak setuju,

setuju, atau sangat setuju dengan memberi tanda check list (√) pada kolom yang

tersedia.

11. Ketika saya pilek, saya harus menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit

menjadi lebih serius.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

12. Ketika saya demam, antibiotik membantu saya sembuh lebih cepat.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

13. Kapanpun saya menggunakan antibiotik, saya berkontribusi dalam pengembangan

resistensi antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

81

14. Melewatkan satu atau dua dosis tidak berkontribusi dalam pengembangan resistensi

antibiotik.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

15. Antibiotik merupakan obat yang aman, karenanya dapat secara umum digunakan.

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

E. Perilaku Penggunaan Antibiotik

16. Dokter meresepkan antibiotik kepada Anda, setelah menggunakan 2-3 dosis

Anda mulai merasa lebih baik:

a. Apakah Anda berhenti melakukan perawatan lebih lanjut?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

b. Apakah Anda menyimpan sisa antibiotik untuk waktu selanjutnya ketika

Anda sakit?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

c. Apakah Anda membuang obat sisa tersebut?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

82

d. Apakah Anda memberikan sisa antibiotik kepada teman Anda ketika

mereka sakit?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

e. Apakah Anda menyelesaikan terapi secara lengkap?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

17. Apakah Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai menggunakan

antibiotik?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

18. Apakah Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa antibiotik sebelum

menggunakannya?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

19. Apakah Anda lebih memilih untuk menggunakan antibiotik ketika Anda

batuk atau sakit tenggorokan?

1 2 3 4

Sangat tidak

setuju

Tidak setuju Setuju Sangat

setuju

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

83

LAMPIRAN H. Jenis Obat yang Digunakan dalam Satu Tahun Terakhir oleh Responden

Kode ATC Nama Obat Jenis

Mahasiswa

Jumlah Responden

(orang)

Total Responden

(orang) Persentase (%) Total Persentase (%)

A11A (Multivitamin,

Kombinasi) Hemaviton

Kesehatan 0 1 0,4 0,4

Non Kesehatan 1

A11G (Asam Askorbat

(Vitamin C), Kombinasi)

Enervon-C Kesehatan 0

1 0,4 0,8 Non Kesehatan 1

Vitamin C-IPI Kesehatan 0

1 0,4 Non Kesehatan 1

D08A (Antiseptik dan

dsiinfektan)

Albothyl Kesehatan 0

3 1,2

3,1 Non Kesehatan 3

Rivanol Kesehatan 0

1 0,4 Non Kesehatan 1

Dettol Kesehatan 0

4 1,5 Non Kesehatan 4

H02A (Glukokortikoid)

Prednison Kesehatan 0

1 0,4 0,4 Non Kesehatan 1

J01A (Tetrasiklin)

Doksisiklin Kesehatan 2

2 0,8

80,2

Non Kesehatan 0

Tetrasiklin Kesehatan 1

3 1,2 Non Kesehatan 2

Minosiklin Kesehatan 1

1 0,4 Non Kesehatan 0

J01B (Amfenikol)

Kloramfenikol Kesehatan 2

2 0,8 Non Kesehatan 0

Tiamfenikol Kesehatan 3

3 1,2 Non Kesehatan 0

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

84

J01C (Antibakteri Beta-Laktam, Penisilin)

Amoksisilin Kesehatan 95

145 56,4 Non Kesehatan 50

Ampisilin Kesehatan 2

5 1,9 Non Kesehatan 3

Penisilin Kesehatan 3

5 1,9 Non Kesehatan 2

J01D (Antibakteri Beta-Laktam Lainnya)

Sefadroksil Kesehatan 13

14 5,4 Non Kesehatan 1

Sefiksim Kesehatan 8

9 3,5 Non Kesehatan 1

Seftriakson Kesehatan 2

2 0,8 Non Kesehatan 0

J01E (Sulfonamida dan

Trimetoprim)

Trimetoprim - Sulfametoksazol

Kesehatan 1 2 0.8

Non Kesehatan 1 J01F

(Linkosamida) Klindamisin

Kesehatan 2 2 0,8

Non Kesehatan 0 J01M

(Florokuinolon) Siprofloksasin

Kesehatan 8 8 3,1

Non Kesehatan 0

J01X (Turunan Imidazol)

Metronidazol Kesehatan 1

1 0,4 Non Kesehatan 0

Tidak termasuk dalam sistem ATC

F. G Troches (Fradiomisin, Gramisidin)

Kesehatan 2 2 0,8

Non Kesehatan 0 J07A

(Vaksin Bakteri) Vaksin Difteri

Kesehatan 0 4 1,5 1,5

Non Kesehatan 4 M01A

(Fenamat) Asam Mefenamat

Kesehatan 1 3 1,2 1,2

Non Kesehatan 2

Tidak termasuk dalam sistem ATC

Antalgin

Kesehatan 1

1 0,4 0,4 Non Kesehatan 0

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

85

N02B (Analgesik dan

Antipiretik Lainnya)

Parasetamol

Kesehatan 9

28 10,8

11,6

Non Kesehatan 19

Demacolin (Parasetamol, Pseudoefedrin HCl, Klorfeniramin Maleat, Kofein)

Kesehatan 0

1 0,4 Non Kesehatan 1

Alpara (Parasetamol, Phenylpropanolamin HCl, Chlorpheniramin Maleate, Dextrometorphan HBr)

Kesehatan 0

1 0,4

Non Kesehatan 1

R05C (Ekspektoran)

Bisolvon (Bromhexine HCl)

Kesehatan 0 1 0,4 0,4

Non Kesehatan 1 Jumlah 257 100 100

: Jenis antibiotik yang benar

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

86

LAMPIRAN I. Dokumentasi Penelitian

I.1 Penyebaran Kuesioner pada Mahasiswa Kesehatan di Universitas Jember

A. Mahasiswa di Fakultas Farmasi Universitas Jember

B. Mahasiswa di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Jember

C. Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Jember

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

87

D. Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

I.5 Penyebaran Kuesioner pada Mahasiswa Non Kesehatan di Universitas Jember

A. Mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Jember

B. Mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

88

C. Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember

D. Mahasiswa di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

89

E. Mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

90

LAMPIRAN J. Hasil Analisis Penelitian

J.1 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 8 bagian a)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC8aR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC8aR Crosstabulation

PC8aR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 20 318 338

Expected Count 31.5 306.5 338.0

non kesehatan Count 43 295 338

Expected Count 31.5 306.5 338.0

Total Count 63 613 676

Expected Count 63.0 613.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided) Point Probability

Pearson Chi-Square 9.260a 1 .002 .003 .002 Continuity Correctionb 8.472 1 .004 Likelihood Ratio 9.457 1 .002 .003 .002 Fisher's Exact Test .003 .002 Linear-by-Linear Association 9.246c 1 .002 .003 .002 .001

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 31.50.

b. Computed only for a 2x2 table c. The standardized statistic is -3.041.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

91

J.2 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 8 bagian b)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC8bR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC8bR Crosstabulation

PC8bR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 59 279 338

Expected Count 59.0 279.0 338.0

non kesehatan Count 59 279 338

Expected Count 59.0 279.0 338.0

Total Count 118 558 676

Expected Count 118.0 558.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square .000a 1 1.000 1.000 .540 Continuity Correctionb .000 1 1.000 Likelihood Ratio .000 1 1.000 1.000 .540 Fisher's Exact Test 1.000 .540 Linear-by-Linear Association .000c 1 1.000 1.000 .540 .081

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 59.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is .000.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

92

J.3 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 8 bagian c)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC8cR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC8cR Crosstabulation

PC8cR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 79 259 338

Expected Count 110.5 227.5 338.0

non kesehatan Count 142 196 338

Expected Count 110.5 227.5 338.0

Total Count 221 455 676

Expected Count 221.0 455.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 26.682a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 25.842 1 .000 Likelihood Ratio 26.962 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 26.643c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 110.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -5.162.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

93

J.4 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 8 bagian d)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC8dR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC8dR Crosstabulation

PC8dR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 18 320 338

Expected Count 44.0 294.0 338.0

non kesehatan Count 70 268 338

Expected Count 44.0 294.0 338.0

Total Count 88 588 676

Expected Count 88.0 588.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 35.326a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 33.980 1 .000 Likelihood Ratio 37.430 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 35.274c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 44.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -5.939.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

94

J.5 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 8 bagian e)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC8eR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC8eR Crosstabulation

PC8eR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 43 295 338

Expected Count 67.5 270.5 338.0

non kesehatan Count 92 246 338

Expected Count 67.5 270.5 338.0

Total Count 135 541 676

Expected Count 135.0 541.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 22.223a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 21.325 1 .000 Likelihood Ratio 22.642 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 22.190c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 67.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -4.711.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

95

J.6 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 9)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC9R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC9R Crosstabulation

PC9R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 34 304 338

Expected Count 54.0 284.0 338.0

non kesehatan Count 74 264 338

Expected Count 54.0 284.0 338.0

Total Count 108 568 676

Expected Count 108.0 568.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 17.632a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 16.761 1 .000 Likelihood Ratio 17.993 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 17.606c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 54.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -4.196.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

96

J.7 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 10 bagian a)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC10aR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC10aR Crosstabulation

PC10aR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 40 298 338

Expected Count 57.5 280.5 338.0

non kesehatan Count 75 263 338

Expected Count 57.5 280.5 338.0

Total Count 115 561 676

Expected Count 115.0 561.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 12.836a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 12.113 1 .001 Likelihood Ratio 13.008 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 12.817c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 57.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -3.580.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

97

J.8 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 10 bagian b)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC10bR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC10bR Crosstabulation

PC10bR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 56 282 338

Expected Count 70.5 267.5 338.0

non kesehatan Count 85 253 338

Expected Count 70.5 267.5 338.0

Total Count 141 535 676

Expected Count 141.0 535.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 7.537a 1 .006 .008 .004 Continuity Correctionb 7.026 1 .008 Likelihood Ratio 7.580 1 .006 .008 .004 Fisher's Exact Test .008 .004 Linear-by-Linear Association 7.525c 1 .006 .008 .004 .002

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 70.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -2.743.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

98

J.9 Pengetahuan Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 10 bagian c)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PC10cR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PC10cR Crosstabulation

PC10cR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 70 268 338

Expected Count 86.0 252.0 338.0

non kesehatan Count 102 236 338

Expected Count 86.0 252.0 338.0

Total Count 172 504 676

Expected Count 172.0 504.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 7.985a 1 .005 .006 .003 Continuity Correctionb 7.494 1 .006 Likelihood Ratio 8.021 1 .005 .006 .003 Fisher's Exact Test .006 .003 Linear-by-Linear Association 7.973c 1 .005 .006 .003 .001

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 86.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -2.824.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

99

J.10 Sikap Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 11)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PD11R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PD11R Crosstabulation

PD11R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 77 261 338

Expected Count 133.0 205.0 338.0

non kesehatan Count 189 149 338

Expected Count 133.0 205.0 338.0

Total Count 266 410 676

Expected Count 266.0 410.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 77.753a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 76.371 1 .000 Likelihood Ratio 79.648 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 77.638c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 133.00.

b. Computed only for a 2x2 table c. The standardized statistic is -8.811.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

100

J.11 Sikap Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 12)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PD12R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PD12R Crosstabulation

PD12R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 132 206 338

Expected Count 187.0 151.0 338.0

non kesehatan Count 242 96 338

Expected Count 187.0 151.0 338.0

Total Count 374 302 676

Expected Count 374.0 302.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 72.419a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 71.108 1 .000 Likelihood Ratio 73.839 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association

72.312c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 151.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -8.504.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

101

J.12 Sikap Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 13)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PD13R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PD13R Crosstabulation

PD13R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 97 241 338

Expected Count 111.5 226.5 338.0

non kesehatan Count 126 212 338

Expected Count 111.5 226.5 338.0

Total Count 223 453 676

Expected Count 223.0 453.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 5.628a 1 .018 .022 .011 Continuity Correctionb 5.246 1 .022 Likelihood Ratio 5.640 1 .018 .022 .011 Fisher's Exact Test .022 .011 Linear-by-Linear Association 5.619c 1 .018 .022 .011 .004

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 111.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -2.371.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

102

J.13 Sikap Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 14)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PD14R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PD14R Crosstabulation

PD14R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 120 218 338

Expected Count 138.0 200.0 338.0

non kesehatan Count 156 182 338

Expected Count 138.0 200.0 338.0

Total Count 276 400 676

Expected Count 276.0 400.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 7.936a 1 .005 .006 .003 Continuity Correctionb 7.501 1 .006 Likelihood Ratio 7.953 1 .005 .006 .003 Fisher's Exact Test .006 .003 Linear-by-Linear Association 7.924c 1 .005 .006 .003 .001

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 138.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -2.815.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

103

J.14 Sikap Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 15)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PD15R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PD15R Crosstabulation

PD15R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 73 265 338

Expected Count 143.0 195.0 338.0

non kesehatan Count 213 125 338

Expected Count 143.0 195.0 338.0

Total Count 286 390 676

Expected Count 286.0 390.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 1.188E2a

1 .000 .000 .000

Continuity Correctionb 117.097 1 .000 Likelihood Ratio 122.966 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association

1.186E2c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 143.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -10.891.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

104

J.15 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 16 bagian a)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE16aR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE16aR Crosstabulation

PE16aR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 120 218 338

Expected Count 169.5 168.5 338.0

non kesehatan Count 219 119 338

Expected Count 169.5 168.5 338.0

Total Count 339 337 676

Expected Count 339.0 337.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 57.995a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 56.829 1 .000 Likelihood Ratio 58.854 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association

57.909c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 168.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -7.610.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

105

J.16 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 16 bagian b)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE16bR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE16bR Crosstabulation

PE16bR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 88 250 338

Expected Count 127.0 211.0 338.0

non kesehatan Count 166 172 338

Expected Count 127.0 211.0 338.0

Total Count 254 422 676

Expected Count 254.0 422.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 38.370a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 37.392 1 .000 Likelihood Ratio 38.844 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association

38.313c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 127.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -6.190.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

106

J.17 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 16 bagian c)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE16cR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE16cR Crosstabulation

PE16cR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 170 168 338

Expected Count 166.5 171.5 338.0

non kesehatan Count 163 175 338

Expected Count 166.5 171.5 338.0

Total Count 333 343 676

Expected Count 333.0 343.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square .290a 1 .590 .644 .322 Continuity Correctionb .213 1 .644 Likelihood Ratio .290 1 .590 .644 .322 Fisher's Exact Test .644 .322 Linear-by-Linear Association .290c 1 .590 .644 .322 .053

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 166.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is .538.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

107

J.18 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 16 bagian d)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE16dR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE16dR Crosstabulation

PE16dR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 49 289 338

Expected Count 90.5 247.5 338.0

non kesehatan Count 132 206 338

Expected Count 90.5 247.5 338.0

Total Count 181 495 676

Expected Count 181.0 495.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 51.978a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 50.733 1 .000 Likelihood Ratio 53.505 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 51.901c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 90.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -7.204.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

108

J.19 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 16 bagian e)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE16eR 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE16eR Crosstabulation

PE16eR

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 51 287 338

Expected Count 90.5 247.5 338.0

non kesehatan Count 130 208 338

Expected Count 90.5 247.5 338.0

Total Count 181 495 676

Expected Count 181.0 495.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 47.089a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 45.904 1 .000 Likelihood Ratio 48.331 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association

47.019c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 90.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -6.857.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

109

J.20 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 17)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE17R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE17R Crosstabulation

PE17R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 55 283 338

Expected Count 68.5 269.5 338.0

non kesehatan Count 82 256 338

Expected Count 68.5 269.5 338.0

Total Count 137 539 676

Expected Count 137.0 539.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 6.674a 1 .010 .013 .006 Continuity Correctionb 6.188 1 .013 Likelihood Ratio 6.709 1 .010 .013 .006 Fisher's Exact Test .013 .006 Linear-by-Linear Association 6.664c 1 .010 .013 .006 .003

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 68.50.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -2.581.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

110

J.21 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 18)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE18R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE18R Crosstabulation

PE18R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 21 317 338

Expected Count 21.0 317.0 338.0

non kesehatan Count 21 317 338

Expected Count 21.0 317.0 338.0

Total Count 42 634 676

Expected Count 42.0 634.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square .000a 1 1.000 1.000 .563 Continuity Correctionb .000 1 1.000 Likelihood Ratio .000 1 1.000 1.000 .563 Fisher's Exact Test 1.000 .563 Linear-by-Linear Association .000c 1 1.000 1.000 .563 .126

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 21.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is .000.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

111

J.22 Perilaku Penggunaan Antibiotik (Pertanyaan nomor 19)

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis mahasiswa * PE19R 676 100.0% 0 .0% 676 100.0%

jenis mahasiswa * PE19R Crosstabulation

PE19R

Total salah benar

jenis mahasiswa kesehatan Count 95 243 338

Expected Count 136.0 202.0 338.0

non kesehatan Count 177 161 338

Expected Count 136.0 202.0 338.0

Total Count 272 404 676

Expected Count 272.0 404.0 676.0

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Point Probability

Pearson Chi-Square 41.364a 1 .000 .000 .000 Continuity Correctionb 40.361 1 .000 Likelihood Ratio 41.869 1 .000 .000 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear Association 41.303c 1 .000 .000 .000 .000

N of Valid Cases 676 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 136.00.

b. Computed only for a 2x2 table

c. The standardized statistic is -6.427.

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

112

J.23 Perbedaan Pengetahuan Penggunaan Antibiotik antara Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember

Group Statistics

jenis mahasiswa N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

PENGETAHUAN kesehatan 338 7.7604 1.53262 .08336

non kesehatan 338 6.8047 1.92061 .10447

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean

Difference Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

PENGETAHUAN Equal variances assumed 23.462 .000 7.150 674 .000 .95562 .13365 .69320 1.21805

Equal variances not assumed

7.150 642.367 .000 .95562 .13365 .69317 1.21807

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

113

J.24 Perbedaan Sikap Penggunaan Antibiotik antara Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember

Group Statistics

jenis mahasiswa N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

SIKAP kesehatan 338 3.5237 1.20374 .06547

non kesehatan 338 2.2604 1.17981 .06417

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean

Difference Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

SIKAP Equal variances assumed .090 .765 13.780 674 .000 1.26331 .09168 1.08330 1.44333

Equal variances not assumed

13.780 673.728 .000 1.26331 .09168 1.08330 1.44333

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember

114

J.25 Perbedaan Perilaku Penggunaan Antibiotik antara Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember

Group Statistics

jenis mahasiswa N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

PERILAKU kesehatan 338 6.0799 1.60567 .08734

non kesehatan 338 4.7751 1.54738 .08417

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean

Difference Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

PERILAKU Equal variances assumed .373 .541 10.757 674 .000 1.30473 .12129 1.06658 1.54289

Equal variances not assumed

10.757 673.081 .000 1.30473 .12129 1.06658 1.54289

Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas Jember


Recommended